Setiap orang mempunyai cita-cita untuk selalu hidup bahagia, dan berupaya untuk dapat mewujudkan cita-citanya tersebut, namun pada kenyataannya tidak banyak orang yang dapat mewujudkan cita-cita nya tersebut. Mengapa mereka tidak mewujudkan keinginannya? karena mereka walaupun mempunyai cita-cita bahagia tapi pikiran dan sikap mereka tidak diarahkan kepada tujuan yang mereka inginkan.
Ada beberapa hal yang menyebabkan mengapa mereka tidak dapat meraih kebahagiaan yang menjadi tujuannya, karena mereka tidak menyadari hal-hal sebagai berikut:
1. Dunia diciptakan sempurna dan bersyukurlah.
Tuhan menciptakan dunia dengan sempurna, diciptakan siang dan malam, diciptakan laki-laki dan perempuan, diciptakan juga bahagia dan sedih demikian halnya diciptakan senang dan susah dan lain-lain yang saling berlawanan dengan tujuan berbeda namun saling melengkapi. Inilah dunia, diciptakan siang dengan sinar matahari yang terang untuk memberikan kenyamanan bagi yang bekerja sedangkan diciptakan malam dengan gelapnya untuk memberikan kenyamanan untuk beristirahat, demikian pula dengan penciptaan lainnya masing-masing mempunyai kegunaan tersendiri yang spesifik.
Kita harus bersyukur atas kesempurnaan dan keberagaman yang telah diciptakan oleh Tuhan, tentu saja kita tidak akan bisa membayangkan apabila dunia tidak ada malam, setiap hari yang ada terang dan semua orang sibuk bekerja dan bekerja, tanpa beristirahat. Demikian juga bila di dunia ini yang ada hanyalah laki-laki tentu tidak nyaman. Perbedaan ada fungsinya masing-masing jadi jangan dipertentangkan.
Bersyukur dan menerima apa adanya terhadap keberagaman yang dunia akan membantu kita mendapatkan kebahagiaan. Dengan menerima apapun yang telah diberikan oleh Tuhan dan mengevaluasi kekurang yang telah kita kerjakan untuk disempurnakan akan membuat perasaan kita menjadi lebih nyaman dan tentram. Bukankan Tuhan sendiri telah mengingatkan kepada kita untuk berpasrah kepadanya?
2. Simpanlah pengalaman yang baik.
Pengalaman adalah guru yang paling baik kata pepatah yang sering kita dengar. Pengalaman bahagia, pengalaman baik, pengalaman indah pada sebagian orang sering kali tidak simpan dengan baik, mereka cenderung berpikir bahwa kebaikan tersebut adalah sesuatu yang seharusnya dia terima jadi tidak perlu untuk disimpan.
Sebagai contoh, setiap hari kita menghirup udara segar apakah kita pernah setiap kali menghirup udara segar tersebut kita bersyukur atau menyimpannya? Betul! Sebagian orang akan ingat kalau bisa bernafas merupakan kebahagian yang luar biasa justru pada sa’at di rumah sakit, saat bernafas dengan bantuan tabung oksigen, mereka baru sadar bahwa harga udara sangatlah mahal. Minum air yang menyegarkan merupakan contoh lainnya, walau sebagian orang bersyukur bila selesai minum karena nikmat air yang diberikan Tuhan, tapi sebagian lain masih menganggap ini merupakan hal yang biasa saja dan baru tau kalau kalau menum air tersebut menyegarkan saat mereka sakit saat di mana air yang diminumnya pahit. Mungkin ada contoh – contoh lain yang terlalu banyak bila dituliskan di sini.
Mereka merasa kenikmatan-kenikmatan tersebut adalah sebuah kenikmatan yang wajar dan biasa-biasa saja untuk mereka, sehingga kenikmatan-kenikmatan tersebut tersimpan dalam pikiran menjadi hal yang biasa-biasa saja pula. Banyaknya kenikmatan yang masuk ke dalam pikiran dengan catatan yang biasa saja membuat peta baik dan bahagia dalam pikiran sangat sedikit sehingga mereka masih tidak bahagia walaupun diberi karunia bisa bernafas tanpa bantuan tabung oksigen.
Baiknya sekarang mulailah mengubah sudut pandang dan memberikan makna bahwa menghirup udara segar, menikmati makanan, minum dan hal-hal biasa yang memberikan kenyamanan serta kebaikan adalah sebuah kebahagiaan yang perlu disyukuri dan kalau bisa kebahgiaan yang didapat diperkuat, dinikmati dan disimpan baik-baik dalam pikiran. Demikian halnya kita juga harus mensyukuri adanya internet dan blog, dengan adanya internet dan blog kita mendapatkan tip untuk hidup bahagia.
Dengan memasukan hal-hal tersebut sebagai kebahagiaan secara terus menerus dilakukan atau disimpan dalam pikiran, pada saatnya bawah sadar akan yakin bahwa kejadian tersebut benar-benar membuat kita bahagia sehingga saat bernafaspun kita juga merasakan kebahagiaan.
Kalau kita sudah bisa membuat bernafas menjadi suatu kebahagiaan maka bersyukurlah karena detik ini, saat ini juga kita akan selalu mendapatkan kebahagiaan karena tiap detik kita selalu bernafas.
3. Pengalaman Tidak Baik.
Berbeda dengan pengalaman baik yang sangat bermanfaat bagi kita, pengalaman buruk berlawanan dengan pengalaman baik, pengalaman ini sangat mengganggu bila tidak dikelola dengan baik. Kenapa mesti dikelola? Pengalam buruk memberikan pelajaran bagi kita bahwa kalau kita melakukannya akan mendapatkan kesakitan dan ketidak nyamanan, ada pelajaran disini. Bagi sebagia dari kita bisa mengambil pelajaran
Coba diingat berapa lama anda menyimpan dendam kepada teman, saudara tetangga bahkan orang tua.
Pengalaman buruk tidak boleh disimpan apalagi diperbesar, yang boleh
Cukup kebijakkan saja yang diambil untuk disimpan sedangkan pengalamannya sesegera mungkin dilupakan. Apa tho kebijakan itu, kebijakkan yang dimaksud disini adalah kesimpulan dari kejadian tersebut, misalnya dendam karena berantem kebijakkannya adalah apasih sebetulnya yang
4. Berpikir Baik.
Pikiran adalah kuncinya, berpikiran yang baik akan membawa ke arah yang baik, sebaliknya pikiran buruk akan membawa ke arah yang sebaliknya. Kalau ingin bahagia
Pengalaman-pengalaman
Banyak yang lupa bahwa kebahagiaan adalah datang dari dalam diri bukan dari luar diri
Keputusan untuk menjadi bahagia ada ditangan diri
Pencarian Dari:
meraih kebahagiaan,info kebahagian,kunci kebahagian menjalankan kehidupan
o Artikel Terkait:
Tags: bersyukur, cita cita bahagia, meraih kebahagiaan, pikiran, sikap, tuhan sempurna