<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Mastono Review &#187; syair lagu bersamamu</title>
	<atom:link href="http://mastono.info/tag/syair-lagu-bersamamu/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mastono.info</link>
	<description>manajemen, pemasaran, real property, internet, nlp</description>
	<lastBuildDate>Mon, 19 Jul 2010 01:44:27 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Mengapa Saya suka lagu BERSAMAMU dari VIERRA</title>
		<link>http://mastono.info/mengapa-saya-suka-lagu-bersamamu-dari-vierra.htm</link>
		<comments>http://mastono.info/mengapa-saya-suka-lagu-bersamamu-dari-vierra.htm#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Oct 2009 04:05:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mastono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[bersamamu vierra]]></category>
		<category><![CDATA[bersamamu.mp3]]></category>
		<category><![CDATA[lagu bersamamu]]></category>
		<category><![CDATA[lagu vierra]]></category>
		<category><![CDATA[syair lagu bersamamu]]></category>
		<category><![CDATA[vierra band]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mastono.info/?p=53</guid>
		<description><![CDATA[<script type="text/javascript">  addLoadEvent(meyshan_search_king_autocomplete_activate);  </script>Saya heran dengan diri saya sendiri dalam usia yang sudah tidak remaja lagi menyukai lagu-laguyang lagu anak ABG seperti lagu Bersamamu yang dinyanyikan Group Band Vierra, dan herannya semakin saya bertanya-tanya kenapa saya menyukai lagu  tersebut membuat saya semakin suka.
Apakah saya cengeng?
Mungkin sekali ! ?

Tapi apa itu salah?
Karena keheranan saya tersebut maka saya mencari tahu,usia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="nofollow" rel="nofollow" href="http://www.youtube.com/watch?v=9VFip4CQT8I" target="_blank"><img class="aligncenter size-full wp-image-116" title="Band Vierra" src="http://mastono.info/wp-content/uploads/2009/09/Band-Vierra.jpg" alt="Band Vierra" width="250" height="146" />S</a>aya heran dengan<noscript>ambigu dan</noscript> diri saya sendiri dalam usia yang sudah tidak remaja lagi menyukai lagu-lagu anak ABG seperti lagu Bersamamu yang dinyanyikan Group <a title="Band Vierra" rel="follow" href="http://mastono.info/search/vierra+band+bersamamu" target="_blank">Band Vierra</a>, dan<noscript>ini:
memandang Tentu</noscript> herannya<noscript>penyanyi: dan</noscript> semakin saya bertanya-tanya kenapa saya menyukai lagu  tersebut membuat saya semakin suka.</p>
<p>Apakah saya cengeng?</p>
<p>Mungkin sekali ! ?</p>
<p><span id="more-53"></span></p>
<p>Tapi apa<noscript>menjagamu ada</noscript> itu salah?</p>
<p>Karena keheranan saya tersebut maka saya mencari<noscript>“cintamu”) tadi</noscript> tahu, ada apa sih sebetulnya<noscript>kenapa Erickson</noscript> dalam lagu tersebut toh beatnya biasa saja lalu apa dan kenapa saya suka lagu ini, bukankan<noscript>“tersenyum saya</noscript> lagu ini lagu yang biasa-biasa saja seperti lagu-lagu ABG lainnya. Mungkin memang lagu biasa saja tapi tunggu dulu. Rasanya saya mulai menyadari bahwa ada beberapa<noscript>pada menggunakan</noscript> hal<noscript>dengan tersebut</noscript> yang memaksa saya<noscript>kita<noscript>cerah Rasanya</noscript> rangkai</noscript> untuk menyukai lagu ini.</p>
<p>Sebelum anda mengetahui ada apa dengan lagu ini marilah<noscript>kan kita</noscript> kita lihat satu demi satu beberapa<noscript>pada menggunakan</noscript> hal<noscript>dengan tersebut</noscript> yang memaksa saya<noscript>kita<noscript>cerah Rasanya</noscript> rangkai</noscript> untuk menyukai lagu ini.</p>
<p><strong>Pertama,</strong> lagu ini mengandung bahasa hipnotis mari kita simak syair<noscript>mencari Model</noscript> di bawah ini:</p>
<p><em>memandang<noscript>jatuh menarik</noscript> wajahmu cerah</em></p>
<p><em>membuatku tersenyum senang</em></p>
<p><em>indah dunia</em></p>
<p>mari kita<noscript>cerah Rasanya</noscript> rangkai kata-kata ini menjadi sutu rangkaian kalimat yang<noscript>nah (1P),</noscript> utuh sehingga kita mampu menangkap apa yang dikirim sang pembuat syair ini.</p>
<p><em>Memandang wajahmu cerah</em> <em>membuatku tersenyum senang</em> dan <em>indah dunia</em> (dunia menjadi indah), kalimat ini merupakan bahasa hipnotis (Milton Model) yang  <em>crack</em> oleh <a title="Ricard Bandler" rel="follow" href="http://mastono.info/search/bandler+erickson+milton+model" target="_blank">Ricard Bandler</a> dari Milton H. Erickson (bapak hipnotis modern) dan dikenal dengan causa effect  (hubungan sebab akibat).</p>
<p>Pola ini mempunyai efek  cukup kuat karena “seolah-olah kata-kata kedua (<em>membuatku tersenyum senang, indah dunia</em>) disebabkan oleh kata-kata pertama (<em>memandang<noscript>jatuh menarik</noscript> wajahmu cerah</em>)”, nah apakah<noscript>suara ini</noscript> benar membuat <em>indah dunia</em> hanya dengan <em>memandang<noscript>jatuh menarik</noscript> wajahmu cerah</em>? Tentu<noscript>sebetulnya senang</noscript> saja tidak tapi dengan tambahan <em>membuat </em>sang<noscript>Induksi mengandung</noscript> penyair memaksakan pesannya bahwa <em>memandang<noscript>jatuh menarik</noscript> wajahmu cerah membuatku tersenyum senang </em>dan membuat<em> indah dunia, </em>dan anehnya kita percaya<noscript>syair pacing</noscript> itu.<em> </em></p>
<p>Analisa di<noscript>lagu semakin</noscript> atas<noscript> tapi bahkan</noscript> di dasarkan kalau kita<noscript>yang bahwa</noscript> boleh menambahkan<noscript>kalimat wajahmu</noscript> kata<noscript>mari (tentu</noscript> “dan”<noscript>A satu</noscript> tapi kalau tidak<noscript>2L.
Baik pikiran</noscript> boleh menambahkan<noscript>kalimat wajahmu</noscript> kata<noscript>mari (tentu</noscript> “dan” kalimat tersebut menjadi seperti ini: “<em>Memandang wajahmu cerah</em> <em>membuatku tersenyum senang</em>, <em> indah dunia” </em>kalau kata-katanya seperti ini, syair<noscript>mencari Model</noscript> di<noscript>lagu semakin</noscript> atas selain mempunyai pola “sebab akibat”<noscript>bukankan memilih</noscript> syair tersebut juga “ambigu”.</p>
<p>Penjelasannya adalah kata  “<em>indah</em> <em>dunia”</em> itu disebabkan karena kata “<em>memandang<noscript>jatuh menarik</noscript> wajahmu cerah”</em> atau  kata “<em>tersenyum senang”</em>? karena pikiran dibuat menjadi bingung dengan pertanyaan tadi maka pikiran cenderung mencari sendiri<noscript>memilih sang</noscript> maksud syair tersebut. Inilah yang akan membuat pendengarnya terhipnotis.</p>
<p><strong>Kedua,</strong> lagu ini memberdayakan sekaligus ambigu mari kita lanjutkan membahas syair berikutnya:</p>
<p><em>tentu saja kita pernah<noscript>lagu Lisenced</noscript> mengalami perbedaan</em></p>
<p><em>kita lalui</em></p>
<p><em>tapi aku merasa</em></p>
<p><em>jatuh terlalu<noscript>pendengarnya kalau</noscript> dalam cintamu</em></p>
<p>dalam kehidupan di dunia pasti ada pasang surut, hukum alam: ada siang ada<noscript>1 ini</noscript> malam, ada sedih ada senang<noscript>senang, maka</noscript> dan seterusnya,<noscript>herannya mulai</noscript> walau sang<noscript>Induksi mengandung</noscript> penyair mengakui hukum itu  tapi sang<noscript>Induksi mengandung</noscript> penyair lebih memilih untuk berdaya (<em>aku merasa jatuh terlalu<noscript>pendengarnya kalau</noscript> dalam “cintamu”</em>) daripada memikirkan perbedaan (<em>tentu saja kita pernah<noscript>lagu Lisenced</noscript> mengalami “perbedaan” kita lalui</em>).</p>
<p>Lagi-lagi sang<noscript>Induksi mengandung</noscript> penyair menghipnotis<noscript>sang cintamu</noscript> kita dengan membuat kalimat yang “ambigu” berikut ini “<em>aku merasa jatuh terlalu<noscript>pendengarnya kalau</noscript> dalam cintamu” </em>kata-kata ini mempunyai dua arti atau lebih, pertama menurut suara penyanyi: “<em>aku merasa  jatuh<noscript>anda apa</noscript> terlalu<noscript>pendengarnya kalau</noscript> dalam,  cintamu” </em>atau kedua:<em> </em>“<em>aku merasa jatuh <span style="text-decoration: line-through;">terlalu</span>, dalam cintamu”</em> penyair juga dengan cerdik menyelipkan kata “<em>terlalu” </em>di dalam<noscript>mana utuh</noscript> kalimat ini sehingga kita menjadi bingung dan akhirnya larut dalam lagu tersebut.</p>
<p><strong>Ketiga, </strong>lagu ini<noscript>tak sang</noscript> mengajarkan “kesetiaan”,  yuk kita ikutin syairnya:</p>
<p><em>saat bersamamu kasih</em></p>
<p><em>kumerasa bahagia dalam pelukmu </em></p>
<p><em>ku tak kan berubah</em></p>
<p><em>ku tak ingin kau<noscript>cintamu mari</noscript> pergi selamanya</em></p>
<p>kalau setiap pasangan hidup sadar dan mengikuti syair<noscript>mencari Model</noscript> di<noscript>lagu semakin</noscript> atas tentu saja perkawinan yang diikrarkan akan langgeng, lagu ini sangat cocok dinyanyikan oleh <a title="Zaskia A. Mecca" href="http://mastono.info/search/saskia+artis" target="_blank">Zaskia A Mecca</a> yang baru saja menikah dengan Hanung Bramantyo.</p>
<p><strong>Keempat, </strong>sekali lagi kita di hipnotis mari kita nikmati<noscript> tapi salah</noscript> syair berikutnya:</p>
<p><em>seperti yang kau katakan</em></p>
<p><em>kau akan<noscript>bawah maka</noscript> selalu ada</em></p>
<p><em>menjaga memeluk diriku dengan cintamu</em></p>
<p><em>dengan cintamu </em></p>
<p><em>ku<noscript>4L). lihat</noscript> kan setia menjagamu bersama dirimu</em></p>
<p><em>sampai nanti akan slalu bersama dirimu</em></p>
<p>penyair mulai menggunakan <a title="induksi" rel="follow" href="http://mastono.info/search/induksi+ericksonian" target="_blank">induksi</a> gaya Ericksonian yaitu induksi 4,3,2,1 (4 pacing<noscript>ada kan</noscript> [P] &amp; 1 leading [L]<noscript>pergi “sebab</noscript> , 3P &amp;  2L  ,  2P &amp; 3L , 1P &amp; 4L). Induksi adalah  teknik komunikasi yang digunakan<noscript>Inilah wajahmu</noscript> membawa subjek ke kondisi hipnotis.</p>
<p>Penyair melakukan pacing dengan menggunakan kata “<em>seperti yang kau katakan  kau<noscript>nikmati oleh</noscript> akan<noscript>bawah maka</noscript> selalu ada (1P), menjaga<noscript>menggunakan arti</noscript> (1P), memeluk diriku dengan cintamu<noscript>syair ini</noscript> (1P) </em><span style="text-decoration: line-through;">karena itu maka</span><em> ku<noscript>4L). lihat</noscript> kan setia menjagamu bersama dirimu (1L), sampai nanti akan<noscript>bawah maka</noscript> selalu bersama diri mu (1L).</em> Potongan syair ini menggunakan 3P dan 2L, 3P bisa digunakan untuk 2L.</p>
<p>Baik ….</p>
<p>Setelah membaca tulisan  ini satu persatu, mengerti<noscript>syairnya:
saat senang</noscript> arti lirik<noscript>dan tadi</noscript> lagu atau bahkan membayangkan seperti<noscript>kita yang</noscript> apa lagu tersebut anda akan semakin yakin, semakin percaya kalau lagu ini menarik  untuk dinikmati dan digunakan untuk<noscript>tersenyum nikmati</noscript> terapi. Baik untuk terapi pada pada sendiri (self hipnotis) atau<noscript>3P di</noscript> ericksonian terapi,  mana<noscript>di saja</noscript> yang cocok<noscript>syair ini</noscript> buat Anda. Karena Anda sudah mulai<noscript>tadi pikiran</noscript> mengerti<noscript>menarik kan</noscript> dan menyadari arti lagu ini,  kini Anda yakin kalau saya tidak salah untuk memilih menyukai lagu ini.</p>
<p>Lagu ini di analisis menggunakan bahasa Milton Model yang<noscript>kan mari</noscript> merupakan bagian<noscript>nanti mu</noscript> penting dari materi <a title="Licensed NLP Practitioner" rel="nofollow" href="http://mastono.info/search/belajar+nlp+portal+licensed+practitioner" target="_blank">Lisenced NLP Practitioner</a>.</p>
<noscript><a href="http://lutviavandi.com/mengembalikan-jati-diri-bangsa.html">Mengembalikan Jati Diri Bangsa</a></noscript><h3  class="related_post_title">o Artikel Terkait:</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://mastono.info/menciptakan-nilai-tambah-pada-perumahan.htm" title="Menciptakan Nilai Tambah pada Perumahan"><img src="" alt="Menciptakan Nilai Tambah pada Perumahan" /></a></li><li><a href="http://mastono.info/duh-baiknya-pak-pengki.htm" title="Duh&#8230;, baiknya pak Pengki"><img src="" alt="Duh&#8230;, baiknya pak Pengki" /></a></li><li><a href="http://mastono.info/tip-meraih-kebahagian.htm" title="Tip Meraih Kebahagian"><img src="" alt="Tip Meraih Kebahagian" /></a></li><li><a href="http://mastono.info/hidup-ini-indah-kawan-bila-kita-mau.htm" title="Hidup ini Indah kawan, bila kita MAU!"><img src="" alt="Hidup ini Indah kawan, bila kita MAU!" /></a></li><li><a href="http://mastono.info/kpu-putusan-ma-dan-bisnis-di-indonesia.htm" title="KPU, putusan MA dan Bisnis di Indonesia "><img src="" alt="KPU, putusan MA dan Bisnis di Indonesia " /></a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mastono.info/mengapa-saya-suka-lagu-bersamamu-dari-vierra.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
