<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Mastono Review &#187; sikap</title>
	<atom:link href="http://mastono.info/tag/sikap/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mastono.info</link>
	<description>manajemen, pemasaran, real property, internet, nlp</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Sep 2010 12:12:28 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Tip Meraih Kebahagian</title>
		<link>http://mastono.info/tip-meraih-kebahagian.htm</link>
		<comments>http://mastono.info/tip-meraih-kebahagian.htm#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Apr 2009 03:04:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mastono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[bersyukur]]></category>
		<category><![CDATA[cita cita bahagia]]></category>
		<category><![CDATA[meraih kebahagiaan]]></category>
		<category><![CDATA[pikiran]]></category>
		<category><![CDATA[sikap]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan sempurna]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mastono.info/?p=96</guid>
		<description><![CDATA[<script type="text/javascript">  addLoadEvent(meyshan_search_king_autocomplete_activate);  </script>Setiap orang mempunyai cita-citaini, dan untuk selalu hidup bahagia, dan berupaya untuk dapatkebijakan tidak mewujudkanorang menyakitkan cita-citanya tersebut, namun pada kenyataannya tidak banyak orangmenikmati pula yang dapatkebijakan tidak mewujudkan cita-cita nya tersebut. Mengapa merekamarahnya Pengalaman tidak mewujudkan keinginannya? karena mereka walaupun mempunyai cita-cita bahagia tapi pikiran dan sikap merekamarahnya Pengalaman tidak diarahkan kepada tujuanmenerus yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setiap orang mempunyai<noscript>di ada</noscript> cita-cita untuk selalu hidup bahagia, dan berupaya untuk dapat mewujudkan cita-citanya tersebut, namun<noscript>bahagia disimpan.
Sebagai</noscript> pada kenyataannya tidak banyak orang yang dapat mewujudkan cita-cita nya tersebut. Mengapa mereka tidak mewujudkan keinginannya? karena mereka walaupun mempunyai<noscript>di ada</noscript> cita-cita bahagia tapi pikiran dan sikap mereka tidak<noscript>saatnya baik,</noscript> diarahkan kepada tujuan<noscript>mengganggu yang</noscript> yang mereka inginkan.</p>
<p>Ada beberapa hal yang menyebabkan mengapa mereka tidak dapat meraih kebahagiaan yang menjadi tujuannya, karena mereka tidak menyadari hal-hal sebagai berikut:</p>
<p><strong>1. Dunia diciptakan sempurna dan bersyukurlah.</strong></p>
<p><span id="more-96"></span></p>
<p>Tuhan menciptakan dunia<noscript>simpan terang</noscript> dengan sempurna, diciptakan siang dan malam, diciptakan laki-laki<noscript>diminumnya nyaman</noscript> dan perempuan, diciptakan juga bahagia dan sedih demikian halnya diciptakan senang dan susah dan lain-lain yang saling berlawanan dengan tujuan<noscript>menjadi kenangan</noscript> berbeda namun saling melengkapi. Inilah dunia, diciptakan siang dengan sinar matahari yang terang untuk memberikan kenyamanan<noscript>walaupun Mengapa</noscript> bagi yang bekerja sedangkan<noscript>baik baik</noscript> diciptakan malam dengan gelapnya untuk memberikan kenyamanan untuk beristirahat, demikian pula dengan penciptaan lainnya masing-masing mempunyai kegunaan tersendiri<noscript>berupaya dan</noscript> yang spesifik.</p>
<p>Kita harus bersyukur atas kesempurnaan<noscript>menerima rumahpun</noscript> dan keberagaman yang<noscript>Demikian diambil</noscript> telah diciptakan oleh Tuhan, tentu saja kita tidak akan bisa membayangkan apabila dunia tidak ada malam, setiap hari yang ada terang dan<noscript>tidak bisa</noscript> semua orang sibuk bekerja dan bekerja, tanpa beristirahat. Demikian juga bila di dunia ini yang ada hanyalah laki-laki tentu tidak nyaman. Perbedaan ada fungsinya masing-masing jadi jangan dipertentangkan.</p>
<p>Bersyukur dan menerima apa adanya<noscript>kesimpulan selalu</noscript> terhadap keberagaman yang dunia akan membantu kita mendapatkan<noscript>contoh sibuk</noscript> kebahagiaan. Dengan menerima apapun yang<noscript>Demikian diambil</noscript> telah diberikan oleh Tuhan dan mengevaluasi kekurang yang<noscript>Demikian diambil</noscript> telah kita kerjakan untuk disempurnakan akan membuat perasaan kita<noscript>dan adalah</noscript> menjadi lebih nyaman<noscript>dan bersyukurlah.

Tuhan</noscript> dan tentram. Bukankan Tuhan sendiri telah mengingatkan kepada kita untuk berpasrah kepadanya?</p>
<p><strong>2. Simpanlah pengalaman yang baik.</strong></p>
<p><strong></strong>Pengalaman adalah guru yang paling baik kata pepatah yang sering kita dengar.<noscript>cita-cita hanya</noscript> Pengalaman bahagia, pengalaman baik, pengalaman indah pada sebagian orang sering<noscript>diciptakan pemberian</noscript> kali tidak<noscript>oleh apapun</noscript> simpan dengan baik, mereka cenderung<noscript>pelajaran tip-tip</noscript> berpikir bahwa kebaikan tersebut adalah sesuatu<noscript>karena tersebut</noscript> yang seharusnya dia terima<noscript>kita tip-tip</noscript> jadi<noscript>dunia, karena</noscript> tidak perlu untuk disimpan.</p>
<p>Sebagai contoh, setiap hari<noscript>bersyukur bersangkutan.
Keputusan</noscript> kita menghirup udara segar apakah<noscript>pada yang</noscript> kita pernah setiap kali menghirup udara segar tersebut kita bersyukur<noscript>sangat yang</noscript> atau menyimpannya? Betul!  Sebagian orang akan ingat kalau bisa<noscript>orang adalah</noscript> bernafas merupakan kebahagian yang luar biasa justru pada sa’at di rumah sakit, saat bernafas dengan bantuan tabung oksigen, mereka baru sadar bahwa harga<noscript>marah adalah</noscript> udara<noscript>dengan tidak</noscript> sangatlah mahal. Minum<noscript>ketidaknyamanan sekarang</noscript> air<noscript>peta bisa</noscript> yang menyegarkan<noscript>dijelaskan terima</noscript> merupakan contoh<noscript>udara lain-lain</noscript> lainnya, walau sebagian orang bersyukur bila selesai minum karena nikmat air<noscript>peta bisa</noscript> yang diberikan Tuhan, tapi<noscript>bisa serta</noscript> sebagian lain masih menganggap ini merupakan hal yang<noscript>jadi baik.</noscript> biasa saja dan baru tau kalau kalau menum air tersebut menyegarkan<noscript>mengganggu sadar</noscript> saat<noscript>diciptakan dunia</noscript> mereka sakit saat di mana air<noscript>peta bisa</noscript> yang diminumnya pahit. Mungkin ada contoh<noscript>yang diri</noscript> &#8211; contoh<noscript>udara lain-lain</noscript> lain yang terlalu banyak bila dituliskan di sini.</p>
<p>Mereka merasa<noscript>adalah Simpanlah</noscript> kenikmatan-kenikmatan tersebut adalah sebuah kenikmatan yang wajar dan biasa-biasa<noscript>dikelola yang</noscript> saja<noscript>kejadian dengan</noscript> untuk mereka, sehingga kenikmatan-kenikmatan tersebut<noscript>mempunyai yang</noscript> tersimpan dalam<noscript>merupakan yang</noscript> pikiran menjadi hal yang<noscript>jadi baik.</noscript> biasa-biasa<noscript>dikelola yang</noscript> saja pula. Banyaknya kenikmatan yang masuk ke dalam<noscript>merupakan yang</noscript> pikiran dengan catatan<noscript>sangat bersyukur</noscript> yang<noscript>jadi baik.</noscript> biasa saja membuat peta baik<noscript>misalnya yang</noscript> dan bahagia dalam<noscript>merupakan yang</noscript> pikiran<noscript>juga dimaksud</noscript> sangat sedikit sehingga mereka masih tidak bahagia walaupun diberi karunia bisa<noscript>orang adalah</noscript> bernafas tanpa bantuan tabung oksigen.</p>
<p>Baiknya sekarang mulailah mengubah sudut pandang dan<noscript>Mengapa luar</noscript> memberikan makna bahwa menghirup udara segar, menikmati makanan, minum dan hal-hal<noscript>kebahagiaan yang</noscript> biasa<noscript>mereka merupakan</noscript> yang memberikan kenyamanan serta kebaikan adalah sebuah kebahagiaan yang perlu disyukuri dan kalau bisa kebahgiaan<noscript>ketidaknyamanan saat</noscript> yang didapat diperkuat, dinikmati<noscript>lupa harus</noscript> dan disimpan baik-baik dalam<noscript>merupakan yang</noscript> pikiran. Demikian halnya kita juga harus mensyukuri adanya internet<noscript>akan mereka</noscript> dan blog, dengan adanya internet<noscript>akan mereka</noscript> dan blog kita mendapatkan tip untuk hidup bahagia.</p>
<p>Dengan memasukan hal-hal tersebut sebagai kebahagiaan secara terus menerus dilakukan atau disimpan dalam<noscript>merupakan yang</noscript> pikiran, pada saatnya bawah sadar<noscript>kebahagiaan, sempurna</noscript> akan yakin bahwa kejadian tersebut benar-benar membuat<noscript>menyimpan tanpa</noscript> kita bahagia sehingga saat bernafaspun kita juga merasakan kebahagiaan.</p>
<p>Kalau kita sudah bisa membuat bernafas menjadi suatu kebahagiaan maka bersyukurlah<noscript>keberagaman sementara</noscript> karena detik ini, saat<noscript>disimpan disempurnakan</noscript> ini juga kita akan selalu mendapatkan<noscript>contoh sibuk</noscript> kebahagiaan<noscript>diambil mengganggu</noscript> karena tiap detik kita selalu bernafas.</p>
<p><strong>3. Pengalaman Tidak Baik.</strong></p>
<p>Berbeda dengan pengalaman baik<noscript>baik, lain</noscript> yang sangat bermanfaat bagi kita, pengalaman<noscript>atau sini.
Mereka</noscript> buruk berlawanan dengan pengalaman baik, pengalaman ini sangat mengganggu bila tidak dikelola dengan baik. Kenapa mesti dikelola? Pengalam buruk memberikan pelajaran bagi kita bahwa kalau kita melakukannya akan mendapatkan kesakitan dan ketidak nyamanan, ada pelajaran disini. Bagi sebagia dari kita bisa mengambil pelajaran dari sini dan tidak menyimpan kesakitan dan ketidaknyamanan tersebut, namun<noscript>adalah saja</noscript> sayangnya bagi banyak orang pengalaman<noscript>atau sini.
Mereka</noscript> buruk dan tidak nyaman ini disimpan kuat-kuat sementara pelajaran yang harusnya disimpan kemudian<noscript>kita sehingga</noscript> dibuang<noscript>dalam menjadi</noscript> jauh-jauh.<noscript>perlu sehari-hari.</noscript> Inilah yang membuat mereka<noscript>karena luar</noscript> stres atau phobia sehingga akan mengganggu kehidupannya.</p>
<p>Coba diingat berapa lama anda menyimpan dendam<noscript>mengambil telah</noscript> kepada<noscript>bisa yang</noscript> teman, saudara tetangga bahkan orang tua. Mungkin saat<noscript>disimpan disempurnakan</noscript> ini juga masih menyimpan dendam itu, pengalaman<noscript>atau sini.
Mereka</noscript> buruk sangat mengganggu itu dengan penuh kesadaran anda peluk dan<noscript>menyimpannya? untuk</noscript> simpan dalam<noscript>merupakan yang</noscript> pikiran<noscript>membawa hari</noscript> anda.<noscript>yang pikiran</noscript> Bahkan ada sebagian orang bahkan tidak<noscript>kebahagian lain</noscript> sedikit yang menjadikan<noscript>diarahkan disimpannya.
Pengalaman</noscript> pengalaman yang kurang baik<noscript>misalnya yang</noscript> dan kecil dijadikan besar sehingga tambah<noscript>Mungkin pada</noscript> menyakitkan, dan lucunya semakin menyakitkan pengalaman yang ada semakin kuat disimpannya.</p>
<p>Pengalaman buruk tidak boleh disimpan<noscript>dilupakan. mereka</noscript> apalagi diperbesar, yang boleh hanya pelajaran yang didapatkannya kalau kita memang menginginkan kebahagiaan, kalau<noscript>yang ada</noscript> pengalaman<noscript>atau sini.
Mereka</noscript> buruk disimpan atau diperbesar akan membuat peta gelap dalam dipikiran dan ini akan mengganggu kehidupan karena<noscript>mewujudkan bisa</noscript> peta yang ada dipikiran ini akan dijadikan acuan dalam menjalani kehidupan.</p>
<p>Cukup kebijakkan saja yang diambil untuk disimpan sedangkan pengalamannya sesegera mungkin dilupakan. Apa<noscript>melakukan yang</noscript> tho kebijakan itu, kebijakkan yang dimaksud disini adalah kesimpulan dari kejadian<noscript>disini. saatnya</noscript> tersebut, misalnya dendam karena berantem kebijakkannya adalah apasih sebetulnya yang membuat berantem. Kebijakkan ini diambil agar<noscript>kalau Berpikir</noscript> kita tidak mengulang kejadian-kejadian tersebut.</p>
<p><strong>4. Berpikir Baik.</strong></p>
<p>Pikiran adalah kuncinya, berpikiran yang baik akan membawa ke arah<noscript>menghirup berupaya</noscript> yang baik, sebaliknya pikiran buruk akan membawa ke arah<noscript>menghirup berupaya</noscript> yang sebaliknya. Kalau ingin bahagia pikirlah bahagia, jangan pernah berpikir yang lain.</p>
<p>Pengalaman-pengalaman yang<noscript>Demikian diambil</noscript> telah dijelaskan di<noscript>meraih Bagi</noscript> atas akan dijadikan<noscript>akan oksigen,</noscript> paduan<noscript>menyimpan adanya</noscript> (peta) oleh pikiran untuk menjalankan kehidupan sehari-hari. Beruntunglah kalau kita sudah<noscript>dijadikan di</noscript> melakukan<noscript>membuat kalau</noscript> ketiga langkah yang<noscript>Demikian diambil</noscript> telah dijelaskan di<noscript>meraih Bagi</noscript> atas. Dengan melakukan<noscript>membuat kalau</noscript> ketiga langkah di<noscript>meraih Bagi</noscript> atas banyak panduan<noscript>ini yang</noscript> positif atau terang yang ada dalam<noscript>merupakan yang</noscript> pikiran kita<noscript>disimpan menginginkan</noscript> dengan panduan yang positif atau terang<noscript>blog membawa</noscript> kita akan menjalani kehidupan dengan positif dan kebahagiaan pun terwujud.</p>
<p>Banyak yang lupa bahwa kebahagiaan adalah<noscript>yang ada</noscript> datang dari dalam diri<noscript>yang akan</noscript> bukan dari luar diri kita atau orang<noscript>mesti Pengalam</noscript> lain, orang lain hanyalah sebuah katalisator yang membantu membuat<noscript>menyimpan tanpa</noscript> kita bahagia atau sebalik. Orang lain hanya<noscript>peta buruk</noscript> bisa membuat marah bila kita menghendakinya tapi apabila kita tidak menghendakinya yang terjadi adalah sebaliknya. Mungkin kita pernah melihat atau mendengar ada orang yang marah di kantor kemudian di rumahpun marah pula kalau memang yang membuat marah itu yang di kantor kenapa marahnya di bawa ke rumah? Siapa yang membawa marah<noscript>kita dengan</noscript> tersebut orang yang bersangkutan.</p>
<p>Keputusan untuk menjadi bahagia ada ditangan diri kita sendiri berarti kita<noscript>dan telah</noscript> harus mengatur diri kita sendiri untuk menuju kebahagian dengan<noscript>mewujudkan Tuhan,</noscript> melakukan penerimaan terhadap pemberian Tuhan yang tidak bisa diubah, menyimpan kenangan (kejadian) baik serta melupakan sesegera mungkin kenangan (kejadian) buruk dan sesegera membawa pikiran pada<noscript>langkah tetangga</noscript> yang baik, dengan<noscript>mewujudkan Tuhan,</noscript> melakukan tip-tip di<noscript>meraih Bagi</noscript> atas niscaya kebahagian akan selalu berpihak kepada kita semua.</p>
<h4>Pencarian Dari:</h4><p><a href="http://mastono.info/tip-meraih-kebahagian.htm" title="meraih kebahagiaan">meraih kebahagiaan</a>,<a href="http://mastono.info/tip-meraih-kebahagian.htm" title="info kebahagian">info kebahagian</a>,<a href="http://mastono.info/tip-meraih-kebahagian.htm" title="bagaimana meraih kebahagiaan">bagaimana meraih kebahagiaan</a>,<a href="http://mastono.info/tip-meraih-kebahagian.htm" title="kunci kebahagian menjalankan kehidupan">kunci kebahagian menjalankan kehidupan</a></p><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 1.327 ms --><noscript><a href="http://lutviavandi.com/mengembalikan-jati-diri-bangsa.html">Mengembalikan Jati Diri Bangsa</a></noscript><h3  class="related_post_title">o Artikel Terkait:</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://mastono.info/hidup-ini-indah-kawan-bila-kita-mau.htm" title="Hidup ini Indah kawan, bila kita MAU!">Hidup ini Indah kawan, bila kita MAU!</a></li><li><a href="http://mastono.info/disain-tujuan-hidup-anda-dan-raihlah-tujuan-hidup-anda.htm" title="Disain Tujuan Hidup Anda dan Raihlah Tujuan Hidup Anda">Disain Tujuan Hidup Anda dan Raihlah Tujuan Hidup Anda</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mastono.info/tip-meraih-kebahagian.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
