<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Mastono Review &#187; selamat</title>
	<atom:link href="http://mastono.info/tag/selamat/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mastono.info</link>
	<description>manajemen, pemasaran, real property, internet, nlp</description>
	<lastBuildDate>Mon, 19 Jul 2010 01:44:27 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Hidup ini Indah kawan, bila kita MAU!</title>
		<link>http://mastono.info/hidup-ini-indah-kawan-bila-kita-mau.htm</link>
		<comments>http://mastono.info/hidup-ini-indah-kawan-bila-kita-mau.htm#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jan 2010 08:18:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mastono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[bahagia]]></category>
		<category><![CDATA[indah]]></category>
		<category><![CDATA[pikiran]]></category>
		<category><![CDATA[selamat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mastono.info/?p=277</guid>
		<description><![CDATA[<script type="text/javascript">  addLoadEvent(meyshan_search_king_autocomplete_activate);  </script>Tentuceklah  “hai  Andaceklah  “hai bertanya-tanyaceklah  “hai denganceklah  “hai judulceklah  “hai diceklah  “hai atasceklah  “hai kawanceklah  “hai danceklah  “hai sayaceklah  “hai yakinceklah  “hai Andaceklah  “hai tidakceklah  “hai sabarceklah  “hai untukceklah  “hai segeraceklah  “hai mengetahuinyaceklah  “hai kan?ceklah  “hai Apakahceklah  “hai judulceklah  “hai ituceklah  “hai benar?ceklah  “hai Apakahceklah  “hai ituceklah  “hai bukanceklah  “hai hanyaceklah  “hai mimpi?ceklah  “hai Kenapaceklah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-280" title="hidup_bahagia_indah" src="http://mastono.info/wp-content/uploads/2010/01/hidup_bahagia_indah.jpg" alt="hidup_bahagia_indah" width="200" height="138" />Tentu  Anda bertanya-tanya dengan judul di atas kawan<noscript>tapi tertawa</noscript> dan saya yakin Anda tidak<noscript>“konon” “Kucing</noscript> sabar untuk segera mengetahuinya kan? Apakah judul itu benar? Apakah itu bukan hanya mimpi? Kenapa beda dengan kenyataan? &#8230; Baik sebelum Anda membaca tulisan ini dengan rileks<noscript>sehingga setianya</noscript> dan penuh dengan keingintahuan yang mendalam, saya segera menjelaskan keingintahuan Anda sekarang.<noscript>marah  buat</noscript> Hidup ini Indah kawan bila Anda<noscript>sana tidak</noscript> MAU mengendalikan pikiran Anda pada kondisi yang indah. Sederhana …., kan?</p>
<p>Maksud lo …!</p>
<p>Maksud gua…., untuk membuat hidup<noscript>goodbye” Tukul</noscript> indah itu mudah asal kita MAU.</p>
<p><span id="more-277"></span></p>
<p>Kata MAU memang saya buat dengan huruf kapital<noscript>itu orang</noscript> karena apapun yang terjadi dengan Anda itu karena Anda menghendaki kejadian tersebut terjadi.</p>
<p>&#8220;Maksud lo …<noscript>berdaya Anda</noscript> !<noscript>la… senang,</noscript> kalau saya marah kan karena ada yang membuat marah, bukannya gua yang ingin marah!&#8221;</p>
<p>&#8220;Maksud lo kalau<noscript>muncul kumis</noscript> gua panggil lo moyet … lo marah! Gitu tho!&#8221;</p>
<p>Oke kalau begitu….</p>
<p>Sebetulnya kalau<noscript>kita ada</noscript> Anda  dipanggil<noscript>saya  buat</noscript> moyet dan marah  itu karena Anda<noscript>sana tidak</noscript> MAU<noscript>buatlah rumah</noscript> marah tapi kalau<noscript>kita ada</noscript> Anda TIDAK MAU<noscript>buatlah rumah</noscript> marah kan boleh-boleh saja tho, siapa yang melarang Anda TIDAK MAU<noscript>buatlah rumah</noscript> marah? Tidak ada tho yang<noscript>mengatakan<noscript>marah.
Duh sudah</noscript> moyet</noscript> melarang. Kenapa harus marah?</p>
<p>Bila Anda TIDAK MAU<noscript>buatlah rumah</noscript> marah, Anda bisa lakukan seperti ini misalnya,<noscript>kondisi salah</noscript> kalau<noscript>kita ada</noscript> Anda di<noscript>Anda …..</noscript> panggil moyet Anda jawab:  “pamanmu nggak ada disini kenapa lho panggil-pangil pamanmu<noscript>adalah …</noscript> disini”  dengan jawaban ini saja Anda akan baik-baik saja, bahkan<noscript>menyanyi gua….,</noscript> mungkin yang<noscript>hatiku masuknya</noscript> ngatain Anda yang marah sekarang.</p>
<p>Indah tho ….!</p>
<p>Uraian tersebut di atas adalah salah satu contoh diantara banyak contoh lainnya<noscript>bisa  dengan</noscript> yang mengatakan bahwa apapun yang terjadi pada Anda adalah keputusan Anda<noscript>yang Anda</noscript> sendiri. Anda<noscript>sana tidak</noscript> MAU<noscript>tadi Anda</noscript> kecewa, sedih,<noscript>dengan keinginan</noscript> dendam dan yang sejenis itu keputusan Anda, tapi bila Anda<noscript>sana tidak</noscript> MAU <a title="kita bahagia" href="http://mastono.info/search/kita+bahagia" target="_blank">bahagia</a>, senang, indah, nyanyi,<noscript>mari karena</noscript> menari, tertawa dan kebahagiaan lainnya adalah keputusan Anda sendiri<noscript>Gitu indah</noscript> untuk MAU. Jadi <a title="kontrol pikiran" href="http://mastono.info/search/kontrol+pikiran" target="_blank">kontrol pikiran</a> Anda agar dalam kondisi<a title="hidup<noscript>goodbye” Tukul</noscript> indah nyaman" href="http://mastono.info/search/hidup+indah+nyaman" target="_blank"> indah dan nyaman</a> karena semua yang terjadi pada Anda dalam kendali Anda.</p>
<p><strong>Kejadian Lama</strong></p>
<p>Mulai jelas dong <noscript>… terjadi</noscript> maksud judul di atas.</p>
<p>Terus bagaimana kalau kejadian itu telah<noscript>lo ditutup</noscript> berlangsung lama, sehingga kalau<noscript>disekitarnya lala</noscript> ingat moyet jadi ingat kejadian tersebut dan bahkan gambaran orang yang mengatakan <a title="moyet" href="http://mastono.info/search/monyet" target="_blank">moyet</a> tersebut begitu jelasnya kelihatan,<noscript>la melarang.</noscript> apalagi suara  “hai moyet”<noscript>melarang. jelas</noscript>  itu begitu jelas terdengar. Kalau sudah seperti itu jadi pengen marah, pengen ngamuk dan segala keinginan buruk kepada yang mengatakan kata-kata<noscript>yang dengan</noscript> itu mucul dengan cepatnya.</p>
<p>Dulu begitu tidak berdaya menghadapinya sehingga kata-kata<noscript>nya senang,</noscript> tersebut tersimpan dengan kuatnya dalam pikiran, dan bila hal tersebut terpicu membuat semua orang disekitarnya dan di rumah kena marah.</p>
<p>Duh kasian<noscript>sambil lho</noscript> ya …. yang kena marah,<noscript>Baik keputusan</noscript> padahal orang-orang di rumah tidak pernah mengerti permasalahannya kena marah, siapa yang berbuat<noscript>bertanya-tanya dengan</noscript> dan siapa pula yang harus bertanggung jawab.</p>
<p>Baik.</p>
<p>Ada beberapa cara yang bias dilakukan untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan kenangan buruk yang telah bersarang dengan setianya di pikiran, tapi apapun cara tersebut akan percuma saja bila Anda TIDAK MAU atau <em>eman </em>(sayang) pada kenangan buruk tersebut untuk meninggalkan pikiran Anda. Anda harus MAU mengatakan “<strong>say goodbye</strong>” pada kenangan buruk. Kalau Anda sudah<noscript>tariklah menyanyi</noscript> MAU mari<noscript>apapun gua</noscript> kita mulai:</p>
<ol>
<li>Berdo’alah kepada Allah SWT agar di ridhoi,</li>
<li>Rileks atau nyantai<noscript>dilakukan Arwana</noscript> … tarik nafas dalam-dalam lalu keluarkan<noscript>ingin pikiran</noscript> dengan pelan<noscript>dong  bila</noscript> lalu  nikmatilah keluar masuknya nafas<noscript>lo senang</noscript> Anda sampai<noscript> Anda ada</noscript> keadaan Anda rileks ….,</li>
<li>Tutup mata ada bila Anda merasa menutup mata membuat Anda nyaman,</li>
<li>Kembalilah pada kejadian yang telah Anda simpan tadi biarkan  “gambaran dia mengatakan<noscript>marah.
Duh sudah</noscript> moyet” muncul lalu buatlah bibir dia yang mengatakan<noscript>marah.
Duh sudah</noscript> moyet diubah seperti gambarnya Tukul Arwana saat melucu terus buatlah kumis Tukul Arwana tadi dengan sungut ikan lele sehingga Anda tersenyum geli, terus edit lagi<noscript>indah begitu</noscript> gambar tersebut sampai Anda tertawa. Setelah Anda tertawa  buat gambar tersebut menjadi semakin jelas dan berwarna agar Anda tertawa lebih keras<noscript>ridhoi,
Rileks padahal</noscript> lagi….. (kalau<noscript>kita ada</noscript> Anda tidak suka dengan lelucon Tukul Arwana gantilah dengan lelucon yang cocok untuk Anda. Pokok e fleksibel yang penting gambar tadi jadi lucu sekali),</li>
<li>Setelah itu ceklah apakah suara<noscript>terus begitu….
Sebetulnya</noscript> “hai moyet” yang terdengar ditelinga Anda, masih ada atau sudah hilang.<noscript>(sayang) membuka</noscript> Kalau sudah hilang tariklah nafas<noscript>lo senang</noscript> Anda dalam-dalam tanpa memaksa dan keluarkan pelan<noscript>la cara</noscript> sambil<noscript>tersimpan  “gambaran</noscript> membuka mata. Selesai.</li>
<li>Kalau suara<noscript>terus begitu….
Sebetulnya</noscript> “hai moyet” nya masih ada gantilah dengan suara tersebut dengan suara “Kucing dan Tikus berkejaran di film kartun Tommy &amp; Jerry “ sehingga Anda pun tertawa lagi ….. (kalau ngga suka suara Tommy &amp; jerry Anda bias menggunakan suara<noscript>nafas<noscript>lo senang</noscript> Anda</noscript> lucu lainnya<noscript>bisa  dengan</noscript> yang bias membuat Anda tertawa). Kalau sudah tariklah nafas<noscript>lo senang</noscript> Anda dalam-dalam tanpa memaksa dan keluarkan pelan<noscript>la cara</noscript> sambil<noscript>tersimpan  “gambaran</noscript> membuka mata. Selesai.</li>
<li>Setelah selesai berdo’alah, agar yang telah dikerjakan barokah.</li>
</ol>
<p>Nah …  Anda semoga sekarang sudah tidak terganggu lagi dengan kata-kata tadi bahkan saya berharap kalau mendengar kata-kata<noscript>nya senang,</noscript> tersebut Anda malah ketawa.</p>
<p>Oke, sebelum tulisan ini ditutup ada baiknya Anda menyanyi lagu ini dengan sepenuh hati dan suara keras karena<noscript>kawan tho</noscript> “konon”<noscript>“say “</noscript> lagu ini sering<noscript>gambarnya …</noscript> dinyanyikan oleh salah satu ketua  komisi di DPR:</p>
<p><em>Di sini<noscript>…!
Maksud yang</noscript> senang,<noscript>Gitu tidak</noscript> di sana senang,<noscript>Gitu tidak</noscript> dimana-mana hatiku senang … … …<br />
Di sini<noscript>…!
Maksud yang</noscript> senang,<noscript>Gitu tidak</noscript> di sana senang,<noscript>Gitu tidak</noscript> dimana-mana hatiku senang … … …<br />
la<noscript>dan Anda</noscript> la<noscript>jelas kenangan</noscript> la<noscript>dan Anda</noscript> la…<noscript>Tukul dia</noscript> lala …<noscript>Tukul dia</noscript> la<noscript>dan Anda</noscript> la<noscript>jelas kenangan</noscript> la<noscript>dan Anda</noscript> la…<noscript>Tukul dia</noscript> lala …<noscript>Tukul dia</noscript> la<noscript>dan Anda</noscript> la<noscript>jelas kenangan</noscript> la<noscript>dan Anda</noscript> la…<noscript>Tukul dia</noscript> lala …  (ulangi<noscript>ada dalam</noscript> semuanya 3 x) </em></p>
<p>Selamat berkarya kawan, sukses selalu<noscript>nyanyi, menghadapinya</noscript> untuk Kita semua ……</p>
<noscript><a href="http://lutviavandi.com/mengembalikan-jati-diri-bangsa.html">Mengembalikan Jati Diri Bangsa</a></noscript><h3  class="related_post_title">o Artikel Terkait:</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://mastono.info/melihat-perbedaan-dengan-senyum-studi-kasus-kpk-vs-polri.htm" title="Melihat Perbedaan dengan Senyum ~ studi kasus: KPK VS Polri"><img src="" alt="Melihat Perbedaan dengan Senyum ~ studi kasus: KPK VS Polri" /></a></li><li><a href="http://mastono.info/selamat-tinggal-ramadhan-dan-selamat-hari-raya-idul-fitri.htm" title="Selamat Tinggal Ramadhan dan Selamat Hari Raya Idul Fitri   "><img src="" alt="Selamat Tinggal Ramadhan dan Selamat Hari Raya Idul Fitri   " /></a></li><li><a href="http://mastono.info/disain-tujuan-hidup-anda-dan-raihlah-tujuan-hidup-anda.htm" title="Disain Tujuan Hidup Anda dan Raihlah Tujuan Hidup Anda"><img src="" alt="Disain Tujuan Hidup Anda dan Raihlah Tujuan Hidup Anda" /></a></li><li><a href="http://mastono.info/tip-meraih-kebahagian.htm" title="Tip Meraih Kebahagian"><img src="" alt="Tip Meraih Kebahagian" /></a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mastono.info/hidup-ini-indah-kawan-bila-kita-mau.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Tinggal Ramadhan dan Selamat Hari Raya Idul Fitri</title>
		<link>http://mastono.info/selamat-tinggal-ramadhan-dan-selamat-hari-raya-idul-fitri.htm</link>
		<comments>http://mastono.info/selamat-tinggal-ramadhan-dan-selamat-hari-raya-idul-fitri.htm#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Sep 2009 11:43:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mastono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[idul fitri]]></category>
		<category><![CDATA[ketupat lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[maaf lahir batin]]></category>
		<category><![CDATA[menyenangkan]]></category>
		<category><![CDATA[nlp pengembangan manusia]]></category>
		<category><![CDATA[opor lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[selamat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mastono.info/?p=82</guid>
		<description><![CDATA[Ibadah puasa yang datang hanya  satu bulan tiap tahunnya dan dinantikan oleh  umat Islam diAllah puasa seluruh dunia, kali ini datang pada bulan Agustus dan September 2009sangat dan dan Alhamdulillah sekarang sudah tinggal selangkah selesai dilalui dan hari RayaNah lebih Idul Fitri pun datang.
Saat ini kami sekeluarga menyampaikan: selamat hari RayaNah lebih Idul Fitri 1 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-94" title="idul_fitri" src="http://mastono.info/wp-content/uploads/2009/09/idul_fitri.jpg" alt="idul_fitri" width="250" height="188" />Ibadah puasa yang datang hanya  satu bulan tiap tahunnya dan dinantikan oleh  umat Islam di seluruh dunia, kali ini datang pada bulan Agustus dan September 2009 dan Alhamdulillah sekarang sudah tinggal selangkah selesai dilalui dan hari Raya Idul Fitri pun datang.</p>
<p>Saat ini kami sekeluarga menyampaikan: selamat hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1430, mohon maaf lahir dan batin.</p>
<p>Kenapa bulan Ramadhan di nantikan oleh umat Islam ? karena<noscript>Islam menjalankan</noscript> di bulan Ramadhan<noscript>Allah<noscript>Alfatihah menjadi</noscript> SWT</noscript> banyak sekali berkah yang<noscript>Allah dan</noscript> diberikan Allah<noscript>, bahwa</noscript> SWT kepada kita,<noscript>tentu ibadah</noscript> pahala ditingkatkan, Jin dan Setan di belenggu serta do’a-do’a yang dikabulkan.</p>
<p><span id="more-82"></span></p>
<p>Lalu apakah benar ibadah<noscript>diberikan dunia.</noscript> umat muslim lebih<noscript>SWT lebih</noscript> baik  pada<noscript> merasa  kita</noscript> bulan puasa jawabannya<strong> iya</strong>, minimal ibadahnya bertambah yaitu  ibadah puasa.</p>
<p>Pertanyaan selanjutnya apakah ibadah-ibadah selanjutnya (setelah puasai usai)<noscript>tersebut menjadi</noscript> juga akan lebih<noscript> Buka SWT</noscript> bagus? Jawabnya <strong>bisa iya,<noscript>akan tenang</noscript> bisa tidak</strong> tergantung masing-masing orang.</p>
<p>Nah bagaimana caranya agar ibadah kita di bulan Ramadhan lebih<noscript>SWT lebih</noscript> baik<noscript>iya, menyayangi</noscript> dari bulan-bulan lalu dan  tetap akan lebih<noscript>SWT lebih</noscript> baik lagi<noscript>bukan dan</noscript> setelah bulan Ramadhan kali ini berakhir?  Inilah yang akan kita<noscript>SWT berpikir</noscript> bahas pada artikel kali ini.</p>
<p style="text-align: center;">&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p>Orang beriman kepada<noscript>kepada itu</noscript> Allah<noscript>, bahwa</noscript> SWT menurut saya bisa dibedakan menjadi dua hal yaitu pertama  “takut kepada<noscript>kepada itu</noscript> Allah<noscript>, bahwa</noscript> SWT” dan kedua “mencintai Allah<noscript>bahwa seterusnya</noscript> SWT”. Untuk lebih jelasnya mari<noscript>5 kuat-kuat</noscript> kita<noscript>SWT berpikir</noscript> bahas kedua hali ini<noscript>berakhir hadir,</noscript> satu demi satu:</p>
<p><strong>TAKUT kepada<noscript>kepada itu</noscript> Allah</strong></p>
<p>Allah<noscript>, bahwa</noscript> SWT mengatur kehidupan manusia lewat kitabnya yaitu dengan menyuruh<noscript>yang Ramadhan</noscript> umat untuk<noscript>melakukan kembali</noscript> menjalankan<noscript> Kalau seluruh</noscript> perintahnya<noscript>manusia atau</noscript> dan<noscript>(tiap nyaman</noscript> menjauhi larangannya. Dengan menjauhi larangannya<noscript>suasana tertentu)
</noscript> dan melakukan<noscript>sangat oleh</noscript> perintahnya hidupnya akan menjadi tenang<noscript>Dengan yang</noscript> dan nyaman dan saat meninggal nanti akan dijanjikan surga yang indah.</p>
<p>Dari sana kita membaca perintah untuk menjauhi larangan, karena ada perintah berarti ada konsekuensi yang akan<noscript>shalat, Alhamdulillah</noscript> diberikan oleh Allah<noscript>, bahwa</noscript> SWT bila<noscript>dapat nanti</noscript> melanggarnya.<noscript>dengan kepada</noscript> Bagi umat Islam yang tidak melaksanakan untuk menjauhi larangan acaman sangat lah pedih atau yang biasa disebut neraka .</p>
<p>Ya, kalau hanya melihat bagian di atas tentu saja orang akan berpikir bahwa harus takut untuk<noscript>melakukan kembali</noscript> menjalankan perintah dan<noscript>Bapak seperti</noscript> larangannya karena ada<noscript>lalu rasakan</noscript> acaman<noscript>bahagian ibu</noscript> neraka<noscript>ketahui  atas)</noscript> di sana. Tapi apakah itu yang dimaksud Allah<noscript>kapan masing-masing</noscript> SWT,<noscript>Anda.
2. kondisi</noscript> hanya<noscript>kepada berbuat</noscript> Allah<noscript>, bahwa</noscript> SWT yang mengetahuinya,<noscript>kalau akan</noscript> saya hanya mereka-reka (kalau tidak salah) bahwa menurut saya Allah<noscript>, bahwa</noscript> SWT tidak menyuruh kita takut kepadanya tapi menyuruh kita untuk<noscript>melakukan kembali</noscript> menjalankan<noscript> Kalau seluruh</noscript> perintahnya<noscript>manusia atau</noscript> dan<noscript>(tiap nyaman</noscript> menjauhi larangannya agar kehidupan kita menjadi nyaman dan tentram. Perintah dan larangan hanya untuk mengatur kehidupan manusia agar kehidupannya seimbang, seperti dengan keinginan Allah<noscript>, bahwa</noscript> SWT.</p>
<p>Kenapa saya utarakan ini karena kalau kita takut kepada<noscript>kepada itu</noscript> Allah<noscript>dan bahwa</noscript> yang<noscript>khusus bebas</noscript> ada hanya membatalkan kewajiban, sehingga  efek yang ditimbulkan karena takut pada Allah adalah kurang iklasnya umat Islam<noscript>sudah tidak</noscript> untuk<noscript>melakukan kembali</noscript> menjalankan<noscript> Kalau seluruh</noscript> perintahnya<noscript>manusia atau</noscript> dan<noscript>(tiap nyaman</noscript> menjauhi larangan.</p>
<p>Seperti kita ketahui  Allah<noscript>, bahwa</noscript> SWT membuat aturan ini sebetulnya<noscript>Namun maka</noscript> untuk kita bukan untuk Allah<noscript>, bahwa</noscript> SWT karena Allah<noscript>, bahwa</noscript> SWT<noscript>sa’atnya tetap</noscript> sudah begitu sempurna. Ibadah adalah kebutuhan manusia, maka Allah<noscript>, bahwa</noscript> SWT mengatur<noscript>yaitu kita</noscript> manusia agar<noscript>dengan dan</noscript> menjada hubungan baiknya dengan manusia yaitu agar berbuat<noscript>hanya oleh </noscript> baik kepada sesamanya dan menjaga hubungan baik kepada<noscript>kepada itu</noscript> Allah<noscript>, bahwa</noscript> SWT dengan menyembahnya.</p>
<p>Disini<noscript>yaitu Nya</noscript> saya tidak mengatakan bahwa takut pada Allah itu salah tapi saya ingin mengatakan bahwa sebagai umat Islam ibadah itu haruslah iklas, biasanya dengan takut kita tidak bisa ikhlas atau kita<noscript>yang SWT</noscript> seperti dipaksa.</p>
<p><strong>CINTA kepada<noscript>kepada itu</noscript> Allah</strong></p>
<p>Allah<noscript>, bahwa</noscript> SWT itu adalah Maha<noscript>itulah kuat-kuat</noscript> Pengasih<noscript>kepada minimal</noscript> dan Maha Penyayang atau Rachman dan Rachim (dengan nama Allah<noscript>dan bahwa</noscript> yang Maha<noscript>itulah kuat-kuat</noscript> Pengasih lagi Maha Penyayang) seperti yang tercantum dalam al Qur’an surat Alfatihah<noscript>melakukan itu</noscript> dan kita baca di setiap<noscript>uraian dan</noscript> shalat 5 waktu serta dianjurkan setiap akan<noscript>ada dan</noscript> melakukan bernagai<noscript>yang tarik</noscript> kegiatan. Apa yang ingin saya katakana disini adalah Allah<noscript>, bahwa</noscript> SWT itu mengasihi dan menyayangi kita, sebagai umat Nya tentu saja kita mesti membalasnya dengan kasih dan sayang yaitu dengan cara menjalankan perintah dan<noscript>(tiap nyaman</noscript> menjauhi larangannya.</p>
<p>Kalau kita sadar bahwa kita harus mencintai Allah<noscript>, bahwa</noscript> SWT maka kita<noscript>kita iklas</noscript> akan<noscript>Sangat kita</noscript> dengan iklas menjalankan perintah dan<noscript>(tiap nyaman</noscript> menjauhi larangannya. Dengan demikian apa yang diinginkan<noscript>demikian ingat-ingat</noscript> Allah<noscript>, bahwa</noscript> SWT yaitu kehidupan<noscript>yang memang</noscript> yang tentram dan nyaman akan dapat<noscript>bahagian tarik</noscript> terwujud<noscript>tidak tersebut,</noscript> dengan baik.</p>
<p>Contohnya gampangnya adalah  saat kita mencintai anak-anak  kita, tentu saja akan<noscript>Sangat kita</noscript> dengan iklas<noscript>al hirup</noscript> membuatnya<noscript>membuatnya yang</noscript> bahagian serta memberikan apa yang dimintanya selagi bisa dan bermanfaat tanpa mengharapkan imbalan tentu saja. Nah,…  Kalau kita bisa iklas<noscript>baik  pada</noscript> kepada anak-anak  kita tentu saja kita harus<noscript>Memberikan ibadah</noscript> dong iklas<noscript>baik  pada</noscript> kepada<noscript>kepada itu</noscript> Allah<noscript>, bahwa</noscript> SWT.</p>
<p>Allah<noscript>, bahwa</noscript> SWT iklas memberikan kita kenikmatan hidup di dunia. Memberikan nafas yang<noscript>melihat kita,</noscript> setiap hari  kita hirup dengan bebas dan gratis, kenapa kita menjalankan ibadah tidak ihklas?</p>
<p>Memang perlu waktu yang cukup untuk merubah kebiasaan agar kita bisa iklas<noscript>baik  pada</noscript> kepada<noscript>kepada itu</noscript> Allah<noscript>, bahwa</noscript> SWT karena ini sudah<noscript>dan dan</noscript> menjadi belief (kebiasaan yang sudah<noscript>dan dan</noscript> menjadi kebenaran) namun bukannya tidak mungkin. Dengan menyadari bahwa Allah<noscript>, bahwa</noscript> SWT adalah rachman dan rachim  dan terus menerus serta menjalankan ibadah dengan sadar  secara pelan dan pasti kita<noscript>kita iklas</noscript> akan bisa merubahnya.</p>
<p>Setelah belief kita sudah berpindah dari takut kepada<noscript>kepada itu</noscript> Allah  menjadi mencintai Allah<noscript>, bahwa</noscript> SWT langkah selanjutnya<noscript>dijanjikan SWT</noscript> adalah bagaimana membuat ibadah kita menjadi menyenangkan.</p>
<p>Agar ibadah kita menjadi menyenangkan ada beberapa hal yang<noscript>orang.
Nah atas)</noscript> perlu di ketahui:  <strong>Senang dan Cinta</strong> serta  <strong>Khusuk</strong>.</p>
<p><strong>Senang dan Cinta</strong></p>
<p>Saya yakin sebagian   melakukan<noscript>menyenangkan.
Agar hadir,</noscript> ibadah karena terpaksa , takut dan pahala walaupun itu tidak salah. Namun karena terpaksa<noscript>mengetahuinya, uraian</noscript> itulah yang membuat ibadah yang kita lakukan menjadi kurang<noscript>yang lagi</noscript> menyenangkan sehingga<noscript>dan di</noscript> kita sangat bahagia bila telah menyelesaikan shalat<noscript>anggap hubungan</noscript> fadlu ataupun shalat-shalat sunat lain. Kita lebih<noscript>merubah bertambah</noscript> senang kalau puasa segera berakhir bukan sebaliknya.</p>
<p>Agar bapak<noscript>perintah rasakan</noscript> dan ibu bisa melakukan<noscript>menyenangkan.
Agar hadir,</noscript> ibadah dengan menyenangkan adalah, yang akan saya buat contoh disini adalah ibadah shalat untuk<noscript>menjalankan menjalankan</noscript> ibadah lainnya bisa mengikuti langkah-langkah untuk<noscript>menjalankan menjalankan</noscript> ibadah shalat:</p>
<p>1. Mengingat-ingat, kapan  merasa sangat senang melakukan<noscript>menyenangkan.
Agar hadir,</noscript> ibadah, bapak<noscript>perintah rasakan</noscript> dan ibu<noscript>Allah menjalankan</noscript> rasakan suasana<noscript>semakin kepada</noscript> tersebut saat ini.</p>
<p>2. Mengingat-ingat,  kapan bapak<noscript>perintah rasakan</noscript> dan<noscript>memulai ini</noscript> Ibu merasakan begitu mencintai Allah<noscript>, bahwa</noscript> SWT melebihi<noscript>nanti menyenangkan</noscript> pasangan hidup dan<noscript>kenapa akan</noscript> anak-anak, rasakan suasana<noscript>semakin kepada</noscript> tersebut sekarang bersamaan dengan rasa<noscript>senang beribadah</noscript> senang yang sudah dihadirkan tadi.</p>
<p>3. Setelah<noscript>menyuruh kali</noscript> rasa<noscript>senang beribadah</noscript> senang melakukan<noscript>menyenangkan.
Agar hadir,</noscript> ibadah dan cinta kepada<noscript>kepada itu</noscript> Allah<noscript>, bahwa</noscript> SWT<noscript>rasa nyaman</noscript> hadir, buatlah rasa tersebut lebih kuat lagi, semakin<noscript>Islam dan</noscript> kuat semakin baik.</p>
<p>Agar dapat merubah belief<noscript>mengadirkan SWT</noscript> dengan cepat bisa dilakukan<noscript>beribadah yang</noscript> dengan langkah-langkah berikut ini:</p>
<p>= Malas beribadah &#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-  &gt; menyakitkan</p>
<p>= Rajin beribadah &#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;  &gt; sangat menyenangkan</p>
<p>Penjelasannya ikuti penjelasan berikut ini</p>
<p>1. Ambil posisi sangat rileks atau<noscript>telah memberikan</noscript> santai<noscript>sama Beribah”,</noscript> atau nyaman<noscript>takut “sebelah</noscript> mana yang paling cocok buat Anda.</p>
<p>2. Tutup mata Anda:</p>
<p>a.  Rasakan kembali sa’at “Malas Beribadah”, bayangkan<noscript>gambaran ibadah-ibadah</noscript> gambaran yang mucul dalam kondisi “Malas Beribadah”,<noscript>iklasnya (sekali</noscript> kalau anda rileks anda<noscript>larangan.
Seperti mana</noscript> bisa<noscript>kita Allah</noscript> melihat gambaran malas tersebut,<noscript>tidak senang</noscript> lalu ingat-ingat letaknya terhadap<noscript>Allah  bapak</noscript> badan<noscript>penjelasan ibu</noscript> kita bisa di kiri, bisa di kanan, bisa di atas, bisa di bawah. Nah anggap saja gambaran tersebut di<noscript>menjadi tersebut</noscript> “kiri atas” (tiap orang berbeda). Buka mata dan tarik<noscript>bisa tarik</noscript> nafas serta hembuskan kuat-kuat<noscript>karena tapi</noscript> dua tiga kali.</p>
<p>b. Kalau<noscript>tergantung untuk</noscript> tadi merasakan kondisi “Malas Beribah”, sekarang<noscript>atau depan</noscript> rasakan kondisi yang lain yaitu kondisi  “Menyakitkan” yang pernah dialami ,  lakukan langkah seperti<noscript>Tapi larangan.
Seperti</noscript> langkah 2a. dengan mencari<noscript>merasakan sana.</noscript> gambaran yang   “Menyakitkan” yang pernah dialami.<noscript>bisa larangannya.
Kalau</noscript> Nah  anggap saja<noscript>menyenangkan orang</noscript> gamabaran ini berada<noscript>Fitri dan</noscript> di “sebelah kanan” kita (sekali lagi, tiap orang letaknya berbeda).<noscript>“Rajin pasangan</noscript>  Buka mata dan tarik<noscript>bisa tarik</noscript> nafas serta hembuskan kuat-kuat<noscript>karena tapi</noscript> dua tiga kali.</p>
<p>c. Langkah terakhir pindahkan gambar yang di dapat pada uraian 2.a (malas beribadah yang berada<noscript>Fitri dan</noscript> di kiri atas) ke uraian 2.b (menyakitkan sebelah kanan).</p>
<p>ini sama dengan : memindahkan<noscript>kita tersebut</noscript> “Malas beribadah  &#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-  &gt; menyakitkan”</p>
<p>3. Tutup mata Anda:</p>
<p>a.  Kalau<noscript>tergantung untuk</noscript> tadi merasakan “Malas Beribadah” sekarang cari<noscript>merasakan sana.</noscript> gambaran sebaliknya yaitu rasakan kembali sa’at “Rajin Beribadah”, bayangkan<noscript>gambaran ibadah-ibadah</noscript> gambaran yang mucul dalam kondisi “Rajin Beribadah”,<noscript>iklasnya (sekali</noscript> kalau anda rileks, anda<noscript>larangan.
Seperti mana</noscript> bisa<noscript>kita Allah</noscript> melihat gambaran Rajin tersebut,<noscript>tidak senang</noscript> lalu ingat-ingat letaknya terhadap<noscript>Allah  bapak</noscript> badan<noscript>penjelasan ibu</noscript> kita bisa di kiri, bisa di kanan, bisa di atas, bisa di bawah. Nah anggap saja gambaran tersebut di “depan atas”<noscript>berkah kita</noscript> kepada kita (tiap orang berbeda). Buka mata dan tarik<noscript>bisa tarik</noscript> nafas serta hembuskan kuat-kuat<noscript>karena tapi</noscript> dua tiga kali.</p>
<p>b. Kalau<noscript>tergantung untuk</noscript> tadi merasakan kondisi “Rajin Beribadah”, sekarang<noscript>atau depan</noscript> rasakan kondisi yang lain yaitu kondisi  “Sangat<noscript>memang akhiri</noscript> Menyenangkan” yang pernah dialami  kalau<noscript>Kalau benar</noscript> perlu dibuat “Sangat Sangat<noscript>memang akhiri</noscript> Menyenangkan Sekali”,  lakukan langkah seperti<noscript>Tapi larangan.
Seperti</noscript> langkah 3a. dengan mencari<noscript>merasakan sana.</noscript> gambaran yang   “Sangat Sangat<noscript>memang akhiri</noscript> Menyenangkan Sekali” yang pernah dialami.<noscript>bisa larangannya.
Kalau</noscript> Nah  anggap saja<noscript>menyenangkan orang</noscript> gamabaran ini berada<noscript>Fitri dan</noscript> di sebelah “depan kepala” kita (sekali lagi, tiap orang letaknya berbeda).<noscript>“Rajin pasangan</noscript>  Buka mata dan tarik<noscript>bisa tarik</noscript> nafas serta hembuskan kuat-kuat<noscript>karena tapi</noscript> dua tiga kali.</p>
<p>c. Langkah terakhir pindahkan gambar yang di dapat pada uraian 3.a (rajin<noscript>untuk dan</noscript> beribadah yang berada<noscript>Fitri dan</noscript> di depan atas) ke uraian 3.b (Sangat Sangat<noscript>memang akhiri</noscript> Menyenangkan Sekali  di depan kepala kita).</p>
<p>ini sama dengan : memindahkan “Rajin Beribadah  &#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-  &gt; Sangat Sangat<noscript>memang akhiri</noscript> Menyenangkan Sekali”. Dengan memindah kondisi seperti ini rajin<noscript>untuk dan</noscript> beribadah menjadi sangat sangat menyenangkan sekali.</p>
<p>Sampai disini<noscript>yaitu Nya</noscript> saya antar anda menuju ibadah yang menyenangkan, dan kalau anda berhasil Anda akan rajin<noscript>untuk dan</noscript> beribadah dan  ibadah Anda juga menjadi sangat sangat menyenangkan sekali.</p>
<p><strong>Khusuk</strong></p>
<p>Sebelum bapak<noscript>perintah rasakan</noscript> dan ibu melanjutkan untuk melakukan<noscript>bulan menyenangkan</noscript> shalat, langkah selanjutnya yang tak kalah pentingnya<noscript>tapi karena</noscript> adalah menghadirkan rasa khusuk dan meningkatkannya<noscript>kehidupan dijanjikan</noscript> menjadi sangat khusuk<noscript>mempelajarinya ketahui </noscript> sama seperti  langkah-langkah yang dilakukan untuk mengadirkan rasa<noscript>senang beribadah</noscript> senang dan cinta.</p>
<p>Setalah rasa khusuk didapatkan dengan kuat serta rasa<noscript>senang beribadah</noscript> senang beribadah  dan cinta Allah<noscript>, bahwa</noscript> SWT<noscript>sa’atnya tetap</noscript> sudah hadir, kini sa’atnya memulai shalat dengan tetap<noscript>Buka untuk</noscript> menjaga rasa khusuk , senang dan cinta kepada<noscript>kepada itu</noscript> Allah. Dengan<noscript>selanjutnya saya</noscript> melakukan<noscript>menyenangkan.
Agar hadir,</noscript> ibadah seperti yang<noscript> melakukan karena</noscript> saya jelaskan di atas beberapa hari saya yakin ibadah salat bapak<noscript>perintah rasakan</noscript> dan ibu akan menjadi baik sekali.</p>
<p>Dan mungkin Bapak Ibu akan ketagihan melakukan<noscript>bulan menyenangkan</noscript> shalat karena shalat<noscript>kepada dialami</noscript> yang bapak<noscript>salat jelasnya</noscript> ibu<noscript>gambaran orang</noscript> lakukan semakin khusuk dan menyenangkan.</p>
<p>Dekian bapak<noscript>salat jelasnya</noscript> ibu sekalian<noscript>mencintai ibadah</noscript> konsep ibadah atau shalat<noscript>kepada dialami</noscript> yang usulkan kepada bapak<noscript>salat jelasnya</noscript> ibu<noscript>Raya Rajin</noscript> sekalian, memang<noscript> SWT</noscript> ada teknik khusus<noscript>berakhir? senang</noscript> untuk ini yaitu merubah belief ibadah dan yang grusa-grusu menjadi lebih<noscript>SWT lebih</noscript> baik seperti yang<noscript> melakukan karena</noscript> saya jelaskan di atas.</p>
<p>Kalau nanti ada<noscript>sama rasa</noscript> waktu khusus kita bisa mempelajarinya bersama-sama<noscript>yaitu jelaskan</noscript> dengan waktu yang cukup, demikian<noscript>kegiatan. dalam</noscript> kultum ini<noscript>yaitu Nya</noscript> saya akhiri dengan harapan mulai sekarang dan seterusnya ibadah kita<noscript>kita iklas</noscript> akan menjadi lebih<noscript>SWT lebih</noscript> baik lagi.</p>
<p>Demikianlah pemanfaatan NLP untuk pengembangan manusia terutama pengembangan spiritual manusia …. (tulisan ini pernah digunakan untuk kultum<noscript>serta larangannya.
Kalau</noscript> subuh dengan perubahan-perubahan tertentu)</p>
<noscript><a href="http://lutviavandi.com/mengembalikan-jati-diri-bangsa.html">Mengembalikan Jati Diri Bangsa</a></noscript><h3  class="related_post_title">o Artikel Terkait:</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://mastono.info/hidup-ini-indah-kawan-bila-kita-mau.htm" title="Hidup ini Indah kawan, bila kita MAU!"><img src="" alt="Hidup ini Indah kawan, bila kita MAU!" /></a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mastono.info/selamat-tinggal-ramadhan-dan-selamat-hari-raya-idul-fitri.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
