<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Mastono Review &#187; pikiran</title>
	<atom:link href="http://mastono.info/tag/pikiran/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mastono.info</link>
	<description>manajemen, pemasaran, real property, internet, nlp</description>
	<lastBuildDate>Mon, 19 Jul 2010 01:44:27 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Hidup ini Indah kawan, bila kita MAU!</title>
		<link>http://mastono.info/hidup-ini-indah-kawan-bila-kita-mau.htm</link>
		<comments>http://mastono.info/hidup-ini-indah-kawan-bila-kita-mau.htm#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jan 2010 08:18:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mastono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[bahagia]]></category>
		<category><![CDATA[indah]]></category>
		<category><![CDATA[pikiran]]></category>
		<category><![CDATA[selamat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mastono.info/?p=277</guid>
		<description><![CDATA[<script type="text/javascript">  addLoadEvent(meyshan_search_king_autocomplete_activate);  </script>Tentu  Anda bertanya-tanya dengan judul di atas kawan dan saya yakin Anda tidak sabar untuk segera mengetahuinya kan? Apakah judul itutho bibir benar? Apakah itu bukan hanya mimpi? Kenapa beda dengan kenyataan? &#8230; Baik sebelum Anda membaca tulisanpercuma Tukul iniArwana dilakukan dengan rileks dan penuh dengan keingintahuan yang mendalam, saya segera menjelaskan keingintahuan Anda sekarang. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-280" title="hidup_bahagia_indah" src="http://mastono.info/wp-content/uploads/2010/01/hidup_bahagia_indah.jpg" alt="hidup_bahagia_indah" width="200" height="138" />Tentu  Anda<noscript>kena jadi</noscript> bertanya-tanya dengan judul di<noscript>pengen karena</noscript> atas kawan dan saya yakin Anda tidak sabar untuk segera mengetahuinya kan? Apakah judul itu<noscript>telah ridhoi,
Rileks</noscript> benar? Apakah itu bukan hanya mimpi? Kenapa beda dengan kenyataan? &#8230; Baik sebelum Anda<noscript>TIDAK MAU</noscript> membaca tulisan ini dengan rileks dan penuh dengan keingintahuan yang mendalam, saya segera menjelaskan keingintahuan Anda sekarang. Hidup ini Indah kawan bila Anda MAU<noscript>mata. marah?
Bila</noscript> mengendalikan pikiran Anda pada kondisi yang indah. Sederhana …., kan?</p>
<p>Maksud lo …!</p>
<p>Maksud gua….,<noscript>3 contoh</noscript> untuk<noscript>sendiri sebelum</noscript> membuat hidup indah itu<noscript>tertawa).  “hai</noscript> mudah asal kita MAU.</p>
<p><span id="more-277"></span></p>
<p>Kata MAU<noscript>hal rileks</noscript> memang saya buat dengan<noscript>senang, begitu</noscript> huruf kapital karena apapun yang<noscript>memaksa malah</noscript> terjadi dengan Anda<noscript>kalau sabar</noscript> itu karena Anda<noscript>Gitu Pokok</noscript> menghendaki kejadian tersebut terjadi.</p>
<p>&#8220;Maksud lo … ! kalau saya marah kan karena ada yang membuat marah, bukannya gua yang<noscript>Anda Sederhana</noscript> ingin marah!&#8221;</p>
<p>&#8220;Maksud lo kalau gua panggil lo moyet … lo marah! Gitu tho!&#8221;</p>
<p>Oke kalau begitu….</p>
<p>Sebetulnya kalau Anda  dipanggil moyet dan marah<noscript>mungkin pada</noscript>  itu karena Anda MAU<noscript>untuk memaksa</noscript> marah tapi kalau Anda TIDAK MAU<noscript>untuk memaksa</noscript> marah kan boleh-boleh saja tho, siapa yang melarang Anda TIDAK MAU<noscript>untuk memaksa</noscript> marah?<noscript>Kenapa untuk</noscript> Tidak ada tho<noscript>dan di</noscript> yang melarang. Kenapa harus marah?</p>
<p>Bila Anda TIDAK MAU<noscript>untuk memaksa</noscript> marah, Anda bisa lakukan seperti<noscript>dengan untuk</noscript> ini misalnya, kalau Anda<noscript>beda kenangan</noscript> di panggil moyet Anda jawab:  “pamanmu nggak ada disini kenapa<noscript>la… lala</noscript> lho panggil-pangil pamanmu disini”  dengan jawaban ini saja Anda akan baik-baik saja, bahkan mungkin<noscript>hilang rileks</noscript> yang ngatain Anda yang marah sekarang.</p>
<p>Indah tho ….!</p>
<p>Uraian tersebut di<noscript>pengen karena</noscript> atas<noscript>pada huruf</noscript> adalah salah satu contoh diantara banyak contoh lainnya<noscript>pada marah?</noscript> yang mengatakan bahwa apapun yang<noscript>memaksa malah</noscript> terjadi pada Anda adalah keputusan Anda sendiri. Anda MAU kecewa, sedih, dendam dan yang sejenis<noscript>baiknya fleksibel</noscript> itu keputusan<noscript> “gambaran sudah</noscript> Anda, tapi bila Anda MAU <a title="kita bahagia" href="http://mastono.info/search/kita+bahagia" target="_blank">bahagia</a>, senang, indah, nyanyi, menari, tertawa dan kebahagiaan lainnya adalah keputusan Anda sendiri untuk MAU. Jadi <a title="kontrol pikiran" href="http://mastono.info/search/kontrol+pikiran" target="_blank">kontrol pikiran</a> Anda agar dalam kondisi<a title="hidup indah nyaman" href="http://mastono.info/search/hidup+indah+nyaman" target="_blank"> indah<noscript>apapun dalam</noscript> dan nyaman</a> karena semua yang<noscript>memaksa malah</noscript> terjadi pada Anda dalam<noscript>kasian tersebut</noscript> kendali Anda.</p>
<p><strong>Kejadian Lama</strong></p>
<p>Mulai jelas dong  maksud judul di<noscript>pengen karena</noscript> atas.</p>
<p>Terus bagaimana kalau kejadian itu telah berlangsung lama, sehingga kalau ingat moyet jadi ingat kejadian tersebut dan bahkan gambaran<noscript>tadi bukannya</noscript> orang yang mengatakan <a title="moyet" href="http://mastono.info/search/monyet" target="_blank">moyet</a> tersebut begitu jelasnya kelihatan, apalagi suara<noscript>apalagi film</noscript>  “hai moyet”  itu begitu jelas terdengar. Kalau sudah<noscript>mudah sungut</noscript> seperti itu jadi pengen marah, pengen ngamuk dan segala keinginan buruk kepada yang mengatakan kata-kata itu mucul dengan cepatnya.</p>
<p>Dulu begitu tidak berdaya menghadapinya sehingga kata-kata tersebut tersimpan dengan kuatnya<noscript>untuk bertanggung</noscript> dalam pikiran, dan bila hal tersebut<noscript>sabar Kalau</noscript> terpicu membuat semua orang<noscript>yang Indah</noscript> disekitarnya dan di rumah<noscript>Anda tersebut</noscript> kena marah.</p>
<p>Duh kasian ya …. yang kena marah, padahal orang-orang di rumah tidak pernah mengerti<noscript>lalu suara</noscript> permasalahannya kena marah, siapa yang berbuat<noscript>tersebut rileks</noscript> dan siapa pula yang harus bertanggung jawab.</p>
<p>Baik.</p>
<p>Ada beberapa cara yang<noscript>di la…</noscript> bias dilakukan<noscript>buat pada</noscript> untuk<noscript>MAU Anda</noscript> mengurangi atau bahkan menghilangkan kenangan buruk yang telah bersarang dengan setianya di pikiran, tapi apapun cara tersebut akan percuma saja bila Anda TIDAK MAU atau <em>eman </em>(sayang) pada kenangan buruk tersebut untuk meninggalkan<noscript>Tikus bahkan</noscript> pikiran Anda. Anda harus MAU mengatakan “<strong>say goodbye</strong>” pada kenangan buruk. Kalau Anda sudah MAU mari kita mulai:</p>
<ol>
<li>Berdo’alah kepada Allah SWT agar di ridhoi,</li>
<li>Rileks atau nyantai … tarik nafas<noscript>Tukul lo</noscript> dalam-dalam lalu keluarkan dengan pelan lalu <noscript>berdaya tersenyum</noscript> nikmatilah keluar masuknya nafas Anda sampai keadaan Anda rileks ….,</li>
<li>Tutup mata ada bila Anda merasa menutup mata membuat Anda nyaman,</li>
<li>Kembalilah pada kejadian yang telah Anda simpan tadi biarkan<noscript>terus marah</noscript>  “gambaran dia mengatakan<noscript>asal nafas</noscript> moyet” muncul lalu buatlah bibir dia yang mengatakan<noscript>asal nafas</noscript> moyet diubah seperti gambarnya Tukul Arwana saat<noscript>lakukan menjelaskan</noscript> melucu terus<noscript>….!
Uraian rumah</noscript> buatlah kumis Tukul Arwana tadi<noscript>tersebut dikerjakan</noscript> dengan sungut ikan lele sehingga Anda tersenyum geli,<noscript>terganggu dong </noscript> terus edit lagi gambar tersebut sampai<noscript>Apakah Arwana</noscript> Anda tertawa. Setelah Anda tertawa  buat gambar tersebut menjadi semakin jelas dan berwarna agar<noscript>cara mengatakan</noscript> Anda tertawa lebih keras<noscript>sana Anda,</noscript> lagi….. (kalau Anda tidak suka dengan lelucon Tukul Arwana gantilah dengan lelucon yang cocok untuk Anda. Pokok e fleksibel yang<noscript>keluarkan bukannya</noscript> penting gambar tadi jadi lucu sekali),</li>
<li>Setelah itu ceklah<noscript>tertawa membuat</noscript> apakah suara “hai moyet” yang<noscript>Tidak adalah</noscript> terdengar ditelinga Anda, masih ada atau sudah hilang. Kalau sudah hilang tariklah<noscript>kan? dalam</noscript> nafas Anda dalam-dalam tanpa<noscript>yang menjadi</noscript> memaksa dan keluarkan pelan sambil membuka mata. Selesai.</li>
<li>Kalau suara “hai moyet” nya masih ada gantilah dengan suara tersebut<noscript>jelas maksud</noscript> dengan suara “Kucing dan Tikus berkejaran di film kartun Tommy &amp; Jerry “ sehingga Anda pun tertawa lagi ….. (kalau ngga<noscript>suka suka</noscript> suka suara Tommy &amp; jerry Anda bias menggunakan<noscript>sendiri. rumah</noscript> suara lucu lainnya<noscript>pada marah?</noscript> yang<noscript>di la…</noscript> bias membuat Anda tertawa). Kalau sudah tariklah<noscript>kan? dalam</noscript> nafas Anda dalam-dalam tanpa<noscript>yang menjadi</noscript> memaksa dan keluarkan pelan sambil membuka mata. Selesai.</li>
<li>Setelah selesai berdo’alah, agar yang telah dikerjakan barokah.</li>
</ol>
<p>Nah …  Anda semoga sekarang sudah tidak terganggu lagi dengan kata-kata tadi<noscript>saya keras</noscript> bahkan saya berharap kalau mendengar kata-kata tersebut Anda malah ketawa.</p>
<p>Oke, sebelum tulisan ini ditutup ada baiknya Anda menyanyi lagu ini dengan sepenuh hati dan suara keras karena “konon” lagu ini sering dinyanyikan oleh salah satu ketua  komisi di DPR:</p>
<p><em>Di sini senang, di sana senang, dimana-mana<noscript>gambar dan</noscript> hatiku senang …<noscript>hal begitu….
Sebetulnya</noscript> … …<br />
Di sini senang, di sana senang, dimana-mana<noscript>gambar dan</noscript> hatiku senang …<noscript>hal begitu….
Sebetulnya</noscript> … …<br />
la<noscript>dan bahwa</noscript> la la<noscript>dan bahwa</noscript> la… lala … la<noscript>dan bahwa</noscript> la la<noscript>dan bahwa</noscript> la… lala … la<noscript>dan bahwa</noscript> la la<noscript>dan bahwa</noscript> la… lala …  (ulangi semuanya<noscript>bias saja</noscript> 3<noscript>pengen yang</noscript> x) </em></p>
<p>Selamat berkarya kawan, sukses selalu untuk Kita semua ……</p>
<noscript><a href="http://lutviavandi.com/mengembalikan-jati-diri-bangsa.html">Mengembalikan Jati Diri Bangsa</a></noscript><h3  class="related_post_title">o Artikel Terkait:</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://mastono.info/melihat-perbedaan-dengan-senyum-studi-kasus-kpk-vs-polri.htm" title="Melihat Perbedaan dengan Senyum ~ studi kasus: KPK VS Polri"><img src="" alt="Melihat Perbedaan dengan Senyum ~ studi kasus: KPK VS Polri" /></a></li><li><a href="http://mastono.info/selamat-tinggal-ramadhan-dan-selamat-hari-raya-idul-fitri.htm" title="Selamat Tinggal Ramadhan dan Selamat Hari Raya Idul Fitri   "><img src="" alt="Selamat Tinggal Ramadhan dan Selamat Hari Raya Idul Fitri   " /></a></li><li><a href="http://mastono.info/disain-tujuan-hidup-anda-dan-raihlah-tujuan-hidup-anda.htm" title="Disain Tujuan Hidup Anda dan Raihlah Tujuan Hidup Anda"><img src="" alt="Disain Tujuan Hidup Anda dan Raihlah Tujuan Hidup Anda" /></a></li><li><a href="http://mastono.info/tip-meraih-kebahagian.htm" title="Tip Meraih Kebahagian"><img src="" alt="Tip Meraih Kebahagian" /></a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mastono.info/hidup-ini-indah-kawan-bila-kita-mau.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Disain Tujuan Hidup Anda dan Raihlah Tujuan Hidup Anda</title>
		<link>http://mastono.info/disain-tujuan-hidup-anda-dan-raihlah-tujuan-hidup-anda.htm</link>
		<comments>http://mastono.info/disain-tujuan-hidup-anda-dan-raihlah-tujuan-hidup-anda.htm#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Aug 2009 08:09:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mastono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis Umum]]></category>
		<category><![CDATA[cita-cita]]></category>
		<category><![CDATA[metapor]]></category>
		<category><![CDATA[pikiran]]></category>
		<category><![CDATA[tujuan hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mastono.info/disain-tujuan-hidup-anda-dan-raihlah-tujuan-hidup-anda/2009/08/</guid>
		<description><![CDATA[Baik.
Sebelum anda membacamau saat tulisan ini dengan teliti dan mendapatkan manfaatnya, sayasalah sudah ingin bercerita tentang pikiran dan tujuan kita dalamkita dimana hidup ini.
Beberapa waktu lalu saya pergi ke BCA untuk mengambil kartu ATM BCA saya yangcara saya tertelan di salah satu ATM BCA, setelah selesai mengambil kartukuliah, menuju ATM saya bergegasdipikiran menjadi menuju lift [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-119" title="tujuan<noscript>tengah sampai</noscript> hidup" src="http://mastono.info/wp-content/uploads/2009/08/tujuan-hidup1.jpg" alt="tujuan<noscript>tengah sampai</noscript> hidup" width="250" height="250" />Baik.</p>
<p>Sebelum anda membaca tulisan ini dengan teliti dan<noscript>kita di</noscript> mendapatkan manfaatnya,<noscript>Lift dengan</noscript> saya ingin bercerita tentang pikiran dan tujuan kita<noscript>berbagai untuk</noscript> dalam hidup ini.</p>
<p>Beberapa waktu lalu saya pergi ke BCA untuk mengambil<noscript>saya.
Hidupun dan</noscript> kartu <a title="Kartu ATM BCA" href="http://mastono.info/search/kartu+atm+bca" target="_blank">ATM BCA</a> saya<noscript>dengan hidup</noscript> yang<noscript>kita tujuan</noscript> tertelan di<noscript>hidup masa</noscript> salah satu ATM BCA, setelah selesai<noscript>lalu jadi</noscript> mengambil<noscript>saya.
Hidupun dan</noscript> kartu<noscript>maka hidup</noscript> ATM saya bergegas menuju lift sambil<noscript>set menghadang</noscript> berfikir saya mesti ke BCA lagi dengan membawa kartu<noscript>maka hidup</noscript> ATM yang telah saya ambil tadi beserta buku tabungan BCA karena ATM saya<noscript>sambil lantai</noscript> ternyata sudah rusak dan perlu diganti dan beberapa pikiran lainnya.</p>
<p><span id="more-33"></span></p>
<p>Sementara saya pikiran saya berfikir<noscript>di di</noscript> tentang berbagai hal masuklah saya ke<noscript>sampai untuk</noscript> lift untuk menuju ke<noscript>kan tujuan</noscript> lantai basement<noscript>pengusaha dan</noscript> dimana mobil saya diparkir. Setelah masuk<noscript>pegawai satu</noscript> ke<noscript>sampai untuk</noscript> lift dan liftnya menutup saya masih berfikir<noscript>di di</noscript> tentang berbagai hal<noscript>rusak evaluasi.</noscript> sehingga saya ngga tau kalau ternyata lift tidak juga bergerak turun. Kenapa lift tetap berada di lantai dimana<noscript>lebih menentukan</noscript> saya<noscript>kehidupan lulus</noscript> masuk pertama<noscript>belajar saya</noscript> kali? Tenyata saya tidak memencet apa yang menjadi <a title="Tujuan Hidup" href="http://mastono.info/search/tujuan+hidup" target="_blank">tujuan</a> saya tadi yaitu menuju ke<noscript>kan tujuan</noscript> lantai basement<noscript>pengusaha dan</noscript> dimana mobil diparkir.</p>
<p>Ada pelajaran yang menarik disini bila kita mengamatinya. Lift<noscript>kita melakukan</noscript> dirancang oleh pembuatnya secara otomatis bergerak dari lantai satu ke<noscript>kan tujuan</noscript> lantai lainnya dengan cara memencet tombol<noscript>saya mesti</noscript> lantai yang dituju dan bila kita masuk<noscript>pegawai satu</noscript> ke<noscript>sampai untuk</noscript> lift tanpa memencet tombol artinya lift tersebut mempunyai<noscript>anda.
 yang</noscript> 2 pilihan pertama<noscript>oleh apa</noscript> mengikuti perintah orang lain yang melakukan kegiatan memencet tombol atau lift tersebut berhenti di tempat.</p>
<p>Setelah membaca metaphor tentang lift tadi saya ingin katakan  bahwa hidup kita ini arahnya dapat kita tentukan sendiri atau<noscript>yang kita</noscript> ditentukan orang lain. Kalau mau ditentukan sendiri kita<noscript>yang ngga</noscript> harus menetapkan tujuan kita kemana kita akan bergerak, sebagai contoh saat kita menentukan kita<noscript>yang ngga</noscript> harus kuliah dan fokus untuk mencapainya<noscript>sebenarnya kita</noscript> maka langkah-langkah yang dilakukan adalah sekolah SD,<noscript>BCA, sendiri</noscript> SMP, SMA dan kuliah, kita<noscript>yang ngga</noscript> harus sadah untuk kuliah harus melalui tahapan-tahapan<noscript>di mempunyai</noscript> seperti itu dan kita<noscript>tidak untuk</noscript> mesti tetapkan itu dipikiran<noscript>dengan salah</noscript> kita dan dicatat serta<noscript>cara atau</noscript> di evaluasi. Namun kalau<noscript>atau hidup</noscript> kita tidak melakukan itu kesulitan<noscript>tertelan hidup</noscript> akan menghadang misalnya drop sampai dengan SMP atau SMA karena terpengaruh oleh orang lain.</p>
<p>Lalu bagaimana kalau sudah lulus kuliah dan mulai menjalani hidup yang sebenarnya karena kalau kuliahkan jelas kalau setelah kuliah<noscript>juga Teknik</noscript> kan lebih banyak jalan yang mesti<noscript>mobil menetapkan</noscript> dilalui untuk menuju tujuan.</p>
<p>Sebetulnya sama saja, kita<noscript>tidak untuk</noscript> mesti menentukan tujuan kita mau kemana setelah kuliah? Bekerja menjadi PNS, Tentara, Swasta atau Pengusaha.<br />
Kita ambil contoh<noscript>anda.
 disini</noscript> tujuan kita<noscript>di sebagai</noscript> menjadi penguasaha. Kita mau langsung <noscript>tapi ATM</noscript> jadi pengusaha atau belajar dulu setelah belajar baru<noscript>tapi ATM</noscript> jadi pengusaha.</p>
<p>Saya mempunyai pengalaman yang<noscript>walaupun tujuan</noscript> unik, saat<noscript>kartu developer</noscript> SMA saya mencoret<noscript>itu anda</noscript> kasur saya<noscript>dengan hidup</noscript> yang isinya saya kepingin belajar di arsitektur dan Alhamdulillah saya pun masuk di Jurusan Teknik Arsitektur, walaupun di tengah jalan ada godaan untuk kuliah di jurusan lain karena kita sudah set bawah sadar untuk lulus di <a title="Jurusan Teknik Arsitektur" href="http://mastono.info/search/jurusan+teknik+arsitektur" target="_blank">Jurusan Teknik Arsitektur</a> luluslah saya.</p>
<p>Hidupun berjalan ada tawaran untuk kuliah lagi<noscript>jalan kuliah</noscript> maka saya pun diberi kesempatan untuk kuliah lagi.</p>
<p>Setelah mendapatkan Master sayapun mesti harus bekerja dan pekerjaan yang<noscript>mendapatkan menentukan</noscript> saya inginkan adalah developer atau property dan<noscript>saya rusak</noscript> saya tidak suka bekerja di bank. Apa yang terjadi? Ternyata<noscript>property tidak</noscript> walaupun saya diterima sebagai pegawai negeri<noscript>2 kita</noscript> di dirjen Pajak sayapun keluar<noscript>kuliah mencapainya</noscript> dari<noscript>tahapan-tahapan dengan</noscript> sana walaupun saat itu<noscript>jurusan kita</noscript> saya belum mendapatkan pekerjaan lainnya.</p>
<p>Saat mencari pekerjaan<noscript>disini hidup</noscript> lagi<noscript>berhenti saya</noscript> sayapun mengikuti serangkaian test di beberapa perbankan dan Alhamdulillah tidak ada yang mau menerima saya. Sampai pada suatu saat saya diterima di developer dan bekerja di developer sampai saat ini.</p>
<p>Karena ada keinginan yang sangat besar di diri untuk mengembangkan lagi<noscript>jalan kuliah</noscript> maka saya menset pikiran saya untuk menjadi pengusaha di bidang <a title="Developer Perumahan" href="http://mastono.info/search/perumahan+developer" target="_blank">developer dan<noscript>sudah tadi</noscript> property</a> maka saat ini saya sudah membuat perseroan untuk menampung keinginan saya untuk menjadi pengusaha dan tercapai.</p>
<p>Langkah selanjutnya adalah menentukan tujuan dan menset pikiran untuk meraih kebebasan financial dan sebagai pembicara publik.</p>
<p>Sejujurnya langkah-langkah yang<noscript>mendapatkan menentukan</noscript> saya lakukan memang tidak dirancang dari awal<noscript>mulai akan</noscript> tapi sambil jalan,<noscript>kita melakukan</noscript> nah mulai sekarang tetapkan tujuan<noscript>tengah sampai</noscript> hidup anda<noscript>developer harus</noscript> dan desain kehidupan anda di masa di depan lalu raihlah tujuan<noscript>tengah sampai</noscript> hidup anda.</p>
<p>Ingat … lift tidak<noscript>adalah saat</noscript> akan bergerak ke tujuan kita selama kita tidak memutuskan<noscript>bidang walaupun</noscript> untuk menggerakkan lift tersebut ke tujuan (lantai) yang kita tuju. Demikian halnya dengan hidup kita, hidup kita tidak<noscript>adalah saat</noscript> akan berjalan sesuai dengan kehendak kita bila kita<noscript>lagi untuk</noscript> merancangnya<noscript>adalah yang</noscript> untuk menuju tujuan kita.</p>
<p>Selamat merancang tujuan<noscript>tengah sampai</noscript> hidup anda<noscript>developer harus</noscript> dan semoga masa dengan anda sesuai dengan cita-cita anda.</p>
<noscript><a href="http://lutviavandi.com/mengembalikan-jati-diri-bangsa.html">Mengembalikan Jati Diri Bangsa</a></noscript><h3  class="related_post_title">o Artikel Terkait:</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://mastono.info/hidup-ini-indah-kawan-bila-kita-mau.htm" title="Hidup ini Indah kawan, bila kita MAU!"><img src="" alt="Hidup ini Indah kawan, bila kita MAU!" /></a></li><li><a href="http://mastono.info/tip-meraih-kebahagian.htm" title="Tip Meraih Kebahagian"><img src="" alt="Tip Meraih Kebahagian" /></a></li><li><a href="http://mastono.info/tulis-gambarkan-dan-gantungkan-cita-cita-mu-setinggi-langit.htm" title="Tulis, Gambarkan dan Gantungkan cita-cita Mu Setinggi Langit"><img src="" alt="Tulis, Gambarkan dan Gantungkan cita-cita Mu Setinggi Langit" /></a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mastono.info/disain-tujuan-hidup-anda-dan-raihlah-tujuan-hidup-anda.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tip Meraih Kebahagian</title>
		<link>http://mastono.info/tip-meraih-kebahagian.htm</link>
		<comments>http://mastono.info/tip-meraih-kebahagian.htm#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Apr 2009 03:04:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mastono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[bersyukur]]></category>
		<category><![CDATA[cita cita bahagia]]></category>
		<category><![CDATA[meraih kebahagiaan]]></category>
		<category><![CDATA[pikiran]]></category>
		<category><![CDATA[sikap]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan sempurna]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mastono.info/?p=96</guid>
		<description><![CDATA[Setiap orangdi adalah mempunyai cita-cita untuk selalu hidupteman, contoh bahagia, dan berupaya untuk dapat mewujudkan cita-citanya tersebut, namun padacontoh, dunia kenyataannya tidak banyakmarah orang orang yang dapat mewujudkan cita-cita nya tersebut.akan mengganggu Mengapa mereka tidak mewujudkan keinginannya?yang biasa karena mereka walaupun mempunyai cita-cita bahagia tapi pikiran dan sikap mereka tidak diarahkan kepada tujuan yang mereka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setiap orang mempunyai cita-cita untuk selalu<noscript>yang bahwa</noscript> hidup bahagia, dan berupaya untuk dapat<noscript>sebuah dari</noscript> mewujudkan cita-citanya tersebut,<noscript>nyaman disini</noscript> namun<noscript>kemudian Orang</noscript> pada kenyataannya<noscript>yang yang</noscript> tidak banyak orang yang dapat<noscript>sebuah dari</noscript> mewujudkan cita-cita nya tersebut. Mengapa mereka<noscript>kebahgiaan untuk</noscript> tidak mewujudkan keinginannya? karena mereka walaupun<noscript>dengan juga</noscript> mempunyai cita-cita bahagia tapi pikiran dan sikap mereka<noscript>kebahgiaan untuk</noscript> tidak diarahkan kepada tujuan yang mereka inginkan.</p>
<p>Ada beberapa hal yang menyebabkan mengapa mereka<noscript>kebahgiaan untuk</noscript> tidak dapat meraih kebahagiaan yang menjadi tujuannya, karena mereka<noscript>kebahgiaan untuk</noscript> tidak menyadari hal-hal sebagai berikut:</p>
<p><strong>1. Dunia diciptakan sempurna dan bersyukurlah.</strong></p>
<p><span id="more-96"></span></p>
<p>Tuhan menciptakan dunia dengan sempurna, diciptakan siang dan malam,<noscript>orang minum</noscript> diciptakan laki-laki<noscript>kita mungkin</noscript> dan perempuan, diciptakan juga bahagia dan sedih demikian halnya<noscript>ada mereka</noscript> diciptakan senang dan susah dan lain-lain<noscript>disimpan.
Sebagai tersebut,</noscript> yang saling<noscript>yang rumah</noscript> berlawanan dengan tujuan berbeda namun saling melengkapi. Inilah dunia, diciptakan siang dengan sinar matahari<noscript>ini akan</noscript> yang terang untuk memberikan kenyamanan bagi yang bekerja sedangkan diciptakan malam dengan gelapnya untuk memberikan kenyamanan<noscript>bantuan mereka</noscript> untuk beristirahat, demikian pula dengan penciptaan lainnya masing-masing mempunyai kegunaan tersendiri<noscript>berantem. berpihak</noscript> yang spesifik.</p>
<p>Kita harus bersyukur atas kesempurnaan dan keberagaman yang<noscript>kenikmatan-kenikmatan lain.
Pengalaman-pengalaman</noscript> telah diciptakan oleh<noscript>penerimaan yang</noscript> Tuhan, tentu saja kita tidak akan bisa<noscript>kebahagiaan. mensyukuri</noscript> membayangkan apabila dunia tidak ada malam, setiap<noscript>yang kantor</noscript> hari<noscript>ini akan</noscript> yang<noscript>baik dan</noscript> ada terang dan semua orang sibuk bekerja dan<noscript>sedikit menerima</noscript> bekerja, tanpa beristirahat. Demikian juga bila di dunia ini yang<noscript>baik dan</noscript> ada hanyalah laki-laki tentu tidak<noscript>malam, atas</noscript> nyaman. Perbedaan ada fungsinya masing-masing jadi jangan dipertentangkan.</p>
<p>Bersyukur dan menerima apa adanya terhadap keberagaman yang dunia akan membantu kita mendapatkan kebahagiaan. Dengan menerima apapun yang<noscript>kenikmatan-kenikmatan lain.
Pengalaman-pengalaman</noscript> telah diberikan<noscript>disimpan kehidupan</noscript> oleh<noscript>penerimaan yang</noscript> Tuhan<noscript>menyegarkan yang</noscript> dan mengevaluasi kekurang yang<noscript>kenikmatan-kenikmatan lain.
Pengalaman-pengalaman</noscript> telah kita kerjakan untuk disempurnakan akan membuat perasaan<noscript>yang </noscript> kita menjadi lebih nyaman dan tentram.<noscript>air mengevaluasi</noscript> Bukankan Tuhan sendiri<noscript>pelajaran melihat</noscript> telah mengingatkan kepada<noscript>diciptakan simpan</noscript> kita untuk berpasrah kepadanya?</p>
<p><strong>2. Simpanlah pengalaman yang baik.</strong></p>
<p><strong></strong>Pengalaman adalah guru yang paling baik kata pepatah yang sering kita dengar. Pengalaman bahagia,<noscript>kesakitan sedih</noscript> pengalaman baik,<noscript>bila juga</noscript> pengalaman indah pada sebagian<noscript>dengan gelapnya</noscript> orang sering kali tidak simpan dengan baik, mereka<noscript>terang Demikian</noscript> cenderung berpikir bahwa kebaikan tersebut adalah sesuatu yang seharusnya dia terima jadi tidak perlu<noscript>baik, dengan</noscript> untuk<noscript>atau juga</noscript> disimpan.</p>
<p>Sebagai contoh, setiap<noscript>yang kantor</noscript> hari kita menghirup udara segar apakah kita<noscript>kita tidak</noscript> pernah setiap kali menghirup udara segar tersebut kita bersyukur atau menyimpannya? Betul!  Sebagian orang<noscript>tujuan baik.
Pengalaman</noscript> akan ingat kalau bisa bernafas<noscript>diciptakan atas.</noscript> merupakan kebahagian yang luar biasa justru pada sa’at di rumah sakit, saat bernafas dengan bantuan tabung oksigen,<noscript>dan sebetulnya</noscript> mereka baru sadar bahwa<noscript>ada tip</noscript> harga udara sangatlah mahal. Minum<noscript>Dunia kita</noscript> air yang menyegarkan merupakan contoh lainnya, walau sebagian<noscript>dengan gelapnya</noscript> orang bersyukur bila selesai minum karena nikmat air yang<noscript>akan bila</noscript> diberikan Tuhan, tapi sebagian lain masih menganggap ini merupakan hal yang<noscript>ada kita</noscript> biasa<noscript>merasa pula</noscript> saja dan baru tau kalau kalau menum air tersebut menyegarkan saat mereka sakit saat di mana air yang diminumnya pahit. Mungkin ada contoh &#8211; contoh lain<noscript>disimpan.
Sebagai tersebut,</noscript> yang<noscript>membawa mereka,</noscript> terlalu banyak bila dituliskan di sini.</p>
<p>Mereka merasa kenikmatan-kenikmatan<noscript>melihat yang</noscript> tersebut adalah sebuah kenikmatan yang wajar dan biasa-biasa<noscript>merasa pula</noscript> saja untuk mereka, sehingga kenikmatan-kenikmatan<noscript>melihat yang</noscript> tersebut tersimpan dalam<noscript>menyegarkan atau</noscript> pikiran<noscript>dunia atau</noscript> menjadi hal yang<noscript>ada kita</noscript> biasa-biasa<noscript>merasa pula</noscript> saja pula.<noscript>dan berlawanan</noscript> Banyaknya kenikmatan yang masuk<noscript>membantu hal-hal</noscript> ke dalam<noscript>menyegarkan atau</noscript> pikiran dengan catatan yang<noscript>ada kita</noscript> biasa<noscript>merasa pula</noscript> saja membuat peta baik dan bahagia dalam<noscript>menyegarkan atau</noscript> pikiran sangat sedikit sehingga mereka masih tidak bahagia walaupun diberi karunia bisa bernafas tanpa bantuan tabung oksigen.</p>
<p>Baiknya sekarang mulailah mengubah sudut pandang dan memberikan makna bahwa menghirup udara segar, menikmati makanan, minum<noscript>dalam nya</noscript> dan hal-hal<noscript>dijelaskan menjalani</noscript> biasa yang memberikan kenyamanan serta kebaikan adalah sebuah kebahagiaan yang<noscript>saat mereka</noscript> perlu disyukuri dan kalau bisa kebahgiaan yang didapat diperkuat, dinikmati dan disimpan baik-baik<noscript>kita hanyalah</noscript> dalam<noscript>menyegarkan atau</noscript> pikiran. Demikian halnya<noscript>kita diperbesar,</noscript> kita juga harus mensyukuri adanya<noscript>dan Perbedaan</noscript> internet dan<noscript>kalau semua</noscript> blog, dengan adanya<noscript>dan Perbedaan</noscript> internet dan blog kita mendapatkan tip untuk hidup bahagia.</p>
<p>Dengan memasukan hal-hal tersebut sebagai kebahagiaan secara terus menerus dilakukan atau disimpan dalam<noscript>menyegarkan atau</noscript> pikiran, pada saatnya bawah sadar<noscript>dunia orang</noscript> akan yakin bahwa kejadian tersebut benar-benar membuat kita bahagia sehingga saat bernafaspun kita juga merasakan kebahagiaan.</p>
<p>Kalau kita sudah bisa membuat bernafas menjadi<noscript>tidak bekerja</noscript> suatu kebahagiaan<noscript>dan orang</noscript> maka bersyukurlah karena detik ini, saat ini juga kita<noscript>harus bernafas.
3.</noscript> akan selalu<noscript>atas menghirup</noscript> mendapatkan kebahagiaan karena<noscript>dan sebalik.</noscript> tiap detik kita selalu bernafas.</p>
<p><strong>3. Pengalaman Tidak Baik.</strong></p>
<p>Berbeda dengan pengalaman baik yang sangat bermanfaat bagi kita, pengalaman buruk<noscript>kebijakkan itu</noscript> berlawanan dengan pengalaman baik,<noscript>bila juga</noscript> pengalaman ini sangat mengganggu bila tidak dikelola dengan baik. Kenapa mesti dikelola? Pengalam buruk memberikan pelajaran bagi kita bahwa kalau kita melakukannya akan mendapatkan kesakitan<noscript>dengan tersebut,</noscript> dan ketidak<noscript>malam, atas</noscript> nyamanan, ada<noscript>menikmati pengalaman</noscript> pelajaran disini.<noscript>cita-cita dan</noscript> Bagi sebagia dari kita bisa<noscript>menjadi dunia</noscript> mengambil pelajaran dari<noscript>pengalaman phobia</noscript> sini dan tidak menyimpan<noscript>hal-hal Kenapa</noscript> kesakitan<noscript>dengan tersebut,</noscript> dan ketidaknyamanan<noscript>buruk bahwa</noscript> tersebut,<noscript>nyaman disini</noscript> namun sayangnya bagi banyak orang pengalaman buruk dan tidak<noscript>malam, atas</noscript> nyaman ini disimpan kuat-kuat sementara pelajaran yang harusnya disimpan kemudian dibuang jauh-jauh. Inilah yang membuat mereka stres atau phobia sehingga akan mengganggu kehidupannya.</p>
<p>Coba diingat<noscript>berpikir kantor</noscript> berapa lama anda menyimpan dendam kepada teman, saudara tetangga bahkan orang tua. Mungkin saat ini juga masih menyimpan dendam<noscript>kurang lama</noscript> itu, pengalaman buruk sangat mengganggu<noscript>lainnya penuh</noscript> itu<noscript>ada mahal.</noscript> dengan penuh kesadaran anda peluk dan simpan dalam<noscript>menyegarkan atau</noscript> pikiran anda. Bahkan ada sebagian<noscript>dengan gelapnya</noscript> orang bahkan<noscript>bila sesegera</noscript> tidak sedikit yang menjadikan pengalaman yang kurang baik dan<noscript>atau sebagai</noscript> kecil dijadikan besar sehingga<noscript>kebahagian dalam</noscript> tambah menyakitkan, dan lucunya semakin menyakitkan pengalaman yang<noscript>baik dan</noscript> ada semakin kuat disimpannya.</p>
<p>Pengalaman buruk tidak boleh disimpan apalagi diperbesar, yang boleh hanya<noscript>di bahwa</noscript> pelajaran yang didapatkannya kalau kita memang menginginkan kebahagiaan, kalau pengalaman buruk disimpan atau diperbesar akan membuat peta gelap dalam dipikiran<noscript>hal dalam</noscript> dan ini akan mengganggu kehidupan karena peta yang<noscript>baik dan</noscript> ada<noscript>hari menyebabkan</noscript> dipikiran ini akan dijadikan acuan dalam menjalani kehidupan.</p>
<p>Cukup kebijakkan saja<noscript>hal baik,</noscript> yang diambil untuk<noscript>atau juga</noscript> disimpan sedangkan pengalamannya sesegera<noscript>hal dan</noscript> mungkin dilupakan. Apa tho kebijakan itu, kebijakkan yang dimaksud disini adalah kesimpulan<noscript>sinar matahari</noscript> dari kejadian<noscript>saat dan</noscript> tersebut, misalnya dendam<noscript>dan setiap</noscript> karena berantem kebijakkannya adalah apasih sebetulnya yang membuat berantem. Kebijakkan ini<noscript>untuk lain</noscript> diambil agar kita tidak mengulang kejadian-kejadian tersebut.</p>
<p><strong>4. Berpikir Baik.</strong></p>
<p>Pikiran adalah kuncinya, berpikiran yang baik akan membawa ke<noscript>Inilah perlu</noscript> arah yang baik, sebaliknya pikiran buruk akan membawa ke<noscript>Inilah perlu</noscript> arah yang sebaliknya. Kalau ingin bahagia pikirlah bahagia, jangan pernah berpikir yang lain.</p>
<p>Pengalaman-pengalaman yang<noscript>kenikmatan-kenikmatan lain.
Pengalaman-pengalaman</noscript> telah dijelaskan di atas akan dijadikan paduan (peta) oleh pikiran untuk menjalankan kehidupan sehari-hari. Beruntunglah kalau kita sudah melakukan ketiga langkah yang<noscript>kenikmatan-kenikmatan lain.
Pengalaman-pengalaman</noscript> telah dijelaskan di atas. Dengan melakukan ketiga langkah di atas banyak panduan positif<noscript>akan kita</noscript> atau terang yang<noscript>baik dan</noscript> ada dalam<noscript>menyegarkan atau</noscript> pikiran kita dengan panduan<noscript>masing-masing pada</noscript> yang positif<noscript>akan kita</noscript> atau terang kita<noscript>harus bernafas.
3.</noscript> akan menjalani kehidupan dengan positif dan kebahagiaan pun terwujud.</p>
<p>Banyak yang lupa bahwa kebahagiaan adalah datang<noscript>menyebabkan memberikan</noscript> dari dalam<noscript>adalah berpihak</noscript> diri bukan<noscript>Sebagian Tuhan</noscript> dari luar diri kita<noscript>apa oleh</noscript> atau orang lain, orang lain hanyalah sebuah katalisator yang membantu membuat kita bahagia atau sebalik. Orang lain hanya bisa membuat marah bila kita menghendakinya tapi apabila kita tidak menghendakinya yang terjadi adalah<noscript>sebuah biasa</noscript> sebaliknya. Mungkin kita<noscript>kita tidak</noscript> pernah melihat atau mendengar ada orang yang marah di<noscript>atau pikiran</noscript> kantor kemudian di rumahpun marah pula<noscript>Pengalaman bahagia</noscript> kalau memang yang membuat marah itu yang di<noscript>atau pikiran</noscript> kantor kenapa marahnya di bawa ke rumah? Siapa yang membawa marah tersebut orang yang bersangkutan.</p>
<p>Keputusan untuk menjadi bahagia ada ditangan diri kita sendiri berarti kita harus<noscript>ada peta</noscript> mengatur diri kita sendiri untuk menuju kebahagian dengan melakukan penerimaan terhadap pemberian Tuhan yang tidak bisa diubah, menyimpan kenangan (kejadian) baik serta<noscript>selalu simpan</noscript> melupakan sesegera<noscript>hal dan</noscript> mungkin kenangan (kejadian) buruk dan sesegera membawa<noscript>yang harus</noscript> pikiran pada yang baik, dengan melakukan tip-tip di atas niscaya kebahagian akan selalu berpihak kepada<noscript>diciptakan simpan</noscript> kita semua.</p>
<noscript><a href="http://lutviavandi.com/mengembalikan-jati-diri-bangsa.html">Mengembalikan Jati Diri Bangsa</a></noscript><h3  class="related_post_title">o Artikel Terkait:</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://mastono.info/hidup-ini-indah-kawan-bila-kita-mau.htm" title="Hidup ini Indah kawan, bila kita MAU!"><img src="" alt="Hidup ini Indah kawan, bila kita MAU!" /></a></li><li><a href="http://mastono.info/disain-tujuan-hidup-anda-dan-raihlah-tujuan-hidup-anda.htm" title="Disain Tujuan Hidup Anda dan Raihlah Tujuan Hidup Anda"><img src="" alt="Disain Tujuan Hidup Anda dan Raihlah Tujuan Hidup Anda" /></a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mastono.info/tip-meraih-kebahagian.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
