Selamat Tinggal Ramadhan dan Selamat Hari Raya Idul Fitri

idul_fitriIbadah puasa yang datang hanya  satu bulan tiap tahunnya dan dinantikan oleh  umat Islam di seluruh dunia, kali ini datang pada bulan Agustus dan September 2009 dan Alhamdulillah sekarang sudah tinggal selangkah selesai dilalui dan hari Raya Idul Fitri pun datang.

Saat ini kami sekeluarga menyampaikan: selamat hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1430, mohon maaf lahir dan batin.

Kenapa bulan Ramadhan di nantikan oleh umat Islam ? karena di bulan Ramadhan banyak sekali berkah yang diberikan Allah SWT kepada kita, pahala ditingkatkan, Jin dan Setan di belenggu serta do’a-do’a yang dikabulkan.

Lalu apakah benar ibadah umat muslim lebih baik  pada bulan puasa jawabannya iya, minimal ibadahnya bertambah yaitu  ibadah puasa.

Pertanyaan selanjutnya apakah ibadah-ibadah selanjutnya (setelah puasai usai) juga akan lebih bagus? Jawabnya bisa iya, bisa tidak tergantung masing-masing orang.

Nah bagaimana caranya agar ibadah kita di bulan Ramadhan lebih baik dari bulan-bulan lalu dan  tetap akan lebih baik lagi setelah bulan Ramadhan kali ini berakhir?  Inilah yang akan kita bahas pada artikel kali ini.

———-

Orang beriman kepada Allah SWT menurut saya bisa dibedakan menjadi dua hal yaitu pertama  “takut kepada Allah SWT” dan kedua “mencintai Allah SWT”. Untuk lebih jelasnya mari kita bahas kedua hali ini satu demi satu:

TAKUT kepada Allah

Allah SWT mengatur kehidupan manusia lewat kitabnya yaitu dengan menyuruh umat untuk menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya. Dengan menjauhi larangannya dan melakukan perintahnya hidupnya akan menjadi tenang dan nyaman dan saat meninggal nanti akan dijanjikan surga yang indah.

Dari sana kita membaca perintah untuk menjauhi larangan, karena ada perintah berarti ada konsekuensi yang akan diberikan oleh Allah SWT bila melanggarnya. Bagi umat Islam yang tidak melaksanakan untuk menjauhi larangan acaman sangat lah pedih atau yang biasa disebut neraka .

Ya, kalau hanya melihat bagian di atas tentu saja orang akan berpikir bahwa harus takut untuk menjalankan perintah dan larangannya karena ada acaman neraka di sana. Tapi apakah itu yang dimaksud Allah SWT, hanya Allah SWT yang mengetahuinya, saya hanya mereka-reka (kalau tidak salah) bahwa menurut saya Allah SWT tidak menyuruh kita takut kepadanya tapi menyuruh kita untuk menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya agar kehidupan kita menjadi nyaman dan tentram. Perintah dan larangan hanya untuk mengatur kehidupan manusia agar kehidupannya seimbang, seperti dengan keinginan Allah SWT.

Kenapa saya utarakan ini karena kalau kita takut kepada Allah yang ada hanya membatalkan kewajiban, sehingga  efek yang ditimbulkan karena takut pada Allah adalah kurang iklasnya umat Islam untuk menjalankan perintahnya dan menjauhi larangan.

Seperti kita ketahui  Allah SWT membuat aturan ini sebetulnya untuk kita bukan untuk Allah SWT karena Allah SWT sudah begitu sempurna. Ibadah adalah kebutuhan manusia, maka Allah SWT mengatur manusia agar menjada hubungan baiknya dengan manusia yaitu agar berbuat baik kepada sesamanya dan menjaga hubungan baik kepada Allah SWT dengan menyembahnya.

Disini saya tidak mengatakan bahwa takut pada Allah itu salah tapi saya ingin mengatakan bahwa sebagai umat Islam ibadah itu haruslah iklas, biasanya dengan takut kita tidak bisa ikhlas atau kita seperti dipaksa.

CINTA kepada Allah

Allah SWT itu adalah Maha Pengasih dan Maha Penyayang atau Rachman dan Rachim (dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang) seperti yang tercantum dalam al Qur’an surat Alfatihah dan kita baca di setiap shalat 5 waktu serta dianjurkan setiap akan melakukan bernagai kegiatan. Apa yang ingin saya katakana disini adalah Allah SWT itu mengasihi dan menyayangi kita, sebagai umat Nya tentu saja kita mesti membalasnya dengan kasih dan sayang yaitu dengan cara menjalankan perintah dan menjauhi larangannya.

Kalau kita sadar bahwa kita harus mencintai Allah SWT maka kita akan dengan iklas menjalankan perintah dan menjauhi larangannya. Dengan demikian apa yang diinginkan Allah SWT yaitu kehidupan yang tentram dan nyaman akan dapat terwujud dengan baik.

Contohnya gampangnya adalah  saat kita mencintai anak-anak  kita, tentu saja akan dengan iklas membuatnya bahagian serta memberikan apa yang dimintanya selagi bisa dan bermanfaat tanpa mengharapkan imbalan tentu saja. Nah,…  Kalau kita bisa iklas kepada anak-anak  kita tentu saja kita harus dong iklas kepada Allah SWT.

Allah SWT iklas memberikan kita kenikmatan hidup di dunia. Memberikan nafas yang setiap hari  kita hirup dengan bebas dan gratis, kenapa kita menjalankan ibadah tidak ihklas?

Memang perlu waktu yang cukup untuk merubah kebiasaan agar kita bisa iklas kepada Allah SWT karena ini sudah menjadi belief (kebiasaan yang sudah menjadi kebenaran) namun bukannya tidak mungkin. Dengan menyadari bahwa Allah SWT adalah rachman dan rachim  dan terus menerus serta menjalankan ibadah dengan sadar  secara pelan dan pasti kita akan bisa merubahnya.

Setelah belief kita sudah berpindah dari takut kepada Allah  menjadi mencintai Allah SWT langkah selanjutnya adalah bagaimana membuat ibadah kita menjadi menyenangkan.

Agar ibadah kita menjadi menyenangkan ada beberapa hal yang perlu di ketahui:  Senang dan Cinta serta  Khusuk.

Senang dan Cinta

Saya yakin sebagian   melakukan ibadah karena terpaksa , takut dan pahala walaupun itu tidak salah. Namun karena terpaksa itulah yang membuat ibadah yang kita lakukan menjadi kurang menyenangkan sehingga kita sangat bahagia bila telah menyelesaikan shalat fadlu ataupun shalat-shalat sunat lain. Kita lebih senang kalau puasa segera berakhir bukan sebaliknya.

Agar bapak dan ibu bisa melakukan ibadah dengan menyenangkan adalah, yang akan saya buat contoh disini adalah ibadah shalat untuk ibadah lainnya bisa mengikuti langkah-langkah untuk ibadah shalat:

1. Mengingat-ingat, kapan  merasa sangat senang melakukan ibadah, bapak dan ibu rasakan suasana tersebut saat ini.

2. Mengingat-ingat,  kapan bapak dan Ibu merasakan begitu mencintai Allah SWT melebihi pasangan hidup dan anak-anak, rasakan suasana tersebut sekarang bersamaan dengan rasa senang yang sudah dihadirkan tadi.

3. Setelah rasa senang melakukan ibadah dan cinta kepada Allah SWT hadir, buatlah rasa tersebut lebih kuat lagi, semakin kuat semakin baik.

Agar dapat merubah belief dengan cepat bisa dilakukan dengan langkah-langkah berikut ini:

= Malas beribadah ——————————-  > menyakitkan

= Rajin beribadah ——————————–  > sangat menyenangkan

Penjelasannya ikuti penjelasan berikut ini

1. Ambil posisi sangat rileks atau santai atau nyaman mana yang paling cocok buat Anda.

2. Tutup mata Anda:

a.  Rasakan kembali sa’at “Malas Beribadah”, bayangkan gambaran yang mucul dalam kondisi “Malas Beribadah”, kalau anda rileks anda bisa melihat gambaran malas tersebut, lalu ingat-ingat letaknya terhadap badan kita bisa di kiri, bisa di kanan, bisa di atas, bisa di bawah. Nah anggap saja gambaran tersebut di “kiri atas” (tiap orang berbeda). Buka mata dan tarik nafas serta hembuskan kuat-kuat dua tiga kali.

b. Kalau tadi merasakan kondisi “Malas Beribah”, sekarang rasakan kondisi yang lain yaitu kondisi  “Menyakitkan” yang pernah dialami ,  lakukan langkah seperti langkah 2a. dengan mencari gambaran yang   “Menyakitkan” yang pernah dialami. Nah  anggap saja gamabaran ini berada di “sebelah kanan” kita (sekali lagi, tiap orang letaknya berbeda).  Buka mata dan tarik nafas serta hembuskan kuat-kuat dua tiga kali.

c. Langkah terakhir pindahkan gambar yang di dapat pada uraian 2.a (malas beribadah yang berada di kiri atas) ke uraian 2.b (menyakitkan sebelah kanan).

ini sama dengan : memindahkan “Malas beribadah  ————————-  > menyakitkan”

3. Tutup mata Anda:

a.  Kalau tadi merasakan “Malas Beribadah” sekarang cari gambaran sebaliknya yaitu rasakan kembali sa’at “Rajin Beribadah”, bayangkan gambaran yang mucul dalam kondisi “Rajin Beribadah”, kalau anda rileks, anda bisa melihat gambaran Rajin tersebut, lalu ingat-ingat letaknya terhadap badan kita bisa di kiri, bisa di kanan, bisa di atas, bisa di bawah. Nah anggap saja gambaran tersebut di “depan atas” kepada kita (tiap orang berbeda). Buka mata dan tarik nafas serta hembuskan kuat-kuat dua tiga kali.

b. Kalau tadi merasakan kondisi “Rajin Beribadah”, sekarang rasakan kondisi yang lain yaitu kondisi  “Sangat Menyenangkan” yang pernah dialami  kalau perlu dibuat “Sangat Sangat Menyenangkan Sekali”,  lakukan langkah seperti langkah 3a. dengan mencari gambaran yang   “Sangat Sangat Menyenangkan Sekali” yang pernah dialami. Nah  anggap saja gamabaran ini berada di sebelah “depan kepala” kita (sekali lagi, tiap orang letaknya berbeda).  Buka mata dan tarik nafas serta hembuskan kuat-kuat dua tiga kali.

c. Langkah terakhir pindahkan gambar yang di dapat pada uraian 3.a (rajin beribadah yang berada di depan atas) ke uraian 3.b (Sangat Sangat Menyenangkan Sekali  di depan kepala kita).

ini sama dengan : memindahkan “Rajin Beribadah  ————————-  > Sangat Sangat Menyenangkan Sekali”. Dengan memindah kondisi seperti ini rajin beribadah menjadi sangat sangat menyenangkan sekali.

Sampai disini saya antar anda menuju ibadah yang menyenangkan, dan kalau anda berhasil Anda akan rajin beribadah dan  ibadah Anda juga menjadi sangat sangat menyenangkan sekali.

Khusuk

Sebelum bapak dan ibu melanjutkan untuk melakukan shalat, langkah selanjutnya yang tak kalah pentingnya adalah menghadirkan rasa khusuk dan meningkatkannya menjadi sangat khusuk sama seperti  langkah-langkah yang dilakukan untuk mengadirkan rasa senang dan cinta.

Setalah rasa khusuk didapatkan dengan kuat serta rasa senang beribadah  dan cinta Allah SWT sudah hadir, kini sa’atnya memulai shalat dengan tetap menjaga rasa khusuk , senang dan cinta kepada Allah. Dengan melakukan ibadah seperti yang saya jelaskan di atas beberapa hari saya yakin ibadah salat bapak dan ibu akan menjadi baik sekali.

Dan mungkin Bapak Ibu akan ketagihan melakukan shalat karena shalat yang bapak ibu lakukan semakin khusuk dan menyenangkan.

Dekian bapak ibu sekalian konsep ibadah atau shalat yang usulkan kepada bapak ibu sekalian, memang ada teknik khusus untuk ini yaitu merubah belief ibadah dan yang grusa-grusu menjadi lebih baik seperti yang saya jelaskan di atas.

Kalau nanti ada waktu khusus kita bisa mempelajarinya bersama-sama dengan waktu yang cukup, demikian kultum ini saya akhiri dengan harapan mulai sekarang dan seterusnya ibadah kita akan menjadi lebih baik lagi.

Demikianlah pemanfaatan NLP untuk pengembangan manusia terutama pengembangan spiritual manusia …. (tulisan ini pernah digunakan untuk kultum subuh dengan perubahan-perubahan tertentu)

Did you like this? If so, please bookmark it,
tell a friend
about it, and subscribe to the blog RSS feed.

o Artikel Terkait:

  • Hidup ini Indah kawan, bila kita MAU!

Tags: , , , , , , , , ,

Kata Kunci Terbanyak Datang dari:

gambar orang beribadah dan penjelasannya - contoh kultum - contoh kultum ramadhan - CONTOH MENJALANKAN PERINTAHNYA DAN MENJAUHI LARANGANNYA - contoh kultum islami - BERIBAH KEPADA ALLAH - perasaan saat mengikuti sholat hari raya idul fitri - cache:7Rd-V9tnUKEJ:mastono.info/disain-tujuan-hidup-anda-dan-raihlah-tujuan-hidup-anda.htm manfaat arsitektur tujuan - kultum tentang kasih sayang ibu - MENYENANGKAN WAKTU HARIRAYA IDUL FITRI -
SILAHKAN MEMPUBLIKASIKAN ULANG ARTIKEL INI DI SITUS ANDA!
*copy-paste kode di atas ke dalam form posting blog Anda

Leave a Reply