Saya heran dengan diri saya sendiri dalam usia yang sudah tidak remaja lagi menyukai lagu-lagu anak ABG seperti lagu Bersamamu yang dinyanyikan Group Band Vierra, dan herannya semakin saya bertanya-tanya kenapa saya menyukai lagu tersebut membuat saya semakin suka.
Apakah saya cengeng?
Mungkin sekali ! ?
Tapi apa itu salah?
Karena keheranan saya tersebut maka saya mencari tahu, ada apa sih sebetulnya dalam lagu tersebut toh beatnya biasa saja lalu apa dan kenapa saya suka lagu ini, bukankan lagu ini lagu yang biasa-biasa saja seperti lagu-lagu ABG lainnya. Mungkin memang lagu biasa saja tapi tunggu dulu. Rasanya saya mulai menyadari bahwa ada beberapa hal yang memaksa saya untuk menyukai lagu ini.
Sebelum anda mengetahui ada apa dengan lagu ini marilah kita lihat satu demi satu beberapa hal yang memaksa saya untuk menyukai lagu ini.
Pertama, lagu ini mengandung bahasa hipnotis mari kita simak syair di bawah ini:
memandang wajahmu cerah
membuatku tersenyum senang
indah dunia
mari kita rangkai kata-kata ini menjadi sutu rangkaian kalimat yang utuh sehingga kita mampu menangkap apa yang dikirim sang pembuat syair ini.
Memandang wajahmu cerah membuatku tersenyum senang dan indah dunia (dunia menjadi indah), kalimat ini merupakan bahasa hipnotis (Milton Model) yang crack oleh Ricard Bandler dari Milton H. Erickson (bapak hipnotis modern) dan dikenal dengan causa effect (hubungan sebab akibat).
Pola ini mempunyai efek cukup kuat karena “seolah-olah kata-kata kedua (membuatku tersenyum senang, indah dunia) disebabkan oleh kata-kata pertama (memandang wajahmu cerah)”, nah apakah benar membuat indah dunia hanya dengan memandang wajahmu cerah? Tentu saja tidak tapi dengan tambahan membuat sang penyair memaksakan pesannya bahwa memandang wajahmu cerah membuatku tersenyum senang dan membuat indah dunia, dan anehnya kita percaya itu.
Analisa di atas di dasarkan kalau kita boleh menambahkan kata “dan” tapi kalau tidak boleh menambahkan kata “dan” kalimat tersebut menjadi seperti ini: “Memandang wajahmu cerah membuatku tersenyum senang, indah dunia” kalau kata-katanya seperti ini, syair di atas selain mempunyai pola “sebab akibat” syair tersebut juga “ambigu”.
Penjelasannya adalah kata “indah dunia” itu disebabkan karena kata “memandang wajahmu cerah” atau kata “tersenyum senang”? karena pikiran dibuat menjadi bingung dengan pertanyaan tadi maka pikiran cenderung mencari sendiri maksud syair tersebut. Inilah yang akan membuat pendengarnya terhipnotis.
Kedua, lagu ini memberdayakan sekaligus ambigu mari kita lanjutkan membahas syair berikutnya:
tentu saja kita pernah mengalami perbedaan
kita lalui
tapi aku merasa
jatuh terlalu dalam cintamu
dalam kehidupan di dunia pasti ada pasang surut, hukum alam: ada siang ada malam, ada sedih ada senang dan seterusnya, walau sang penyair mengakui hukum itu tapi sang penyair lebih memilih untuk berdaya (aku merasa jatuh terlalu dalam “cintamu”) daripada memikirkan perbedaan (tentu saja kita pernah mengalami “perbedaan” kita lalui).
Lagi-lagi sang penyair menghipnotis kita dengan membuat kalimat yang “ambigu” berikut ini “aku merasa jatuh terlalu dalam cintamu” kata-kata ini mempunyai dua arti atau lebih, pertama menurut suara penyanyi: “aku merasa jatuh terlalu dalam, cintamu” atau kedua: “aku merasa jatuh terlalu, dalam cintamu” penyair juga dengan cerdik menyelipkan kata “terlalu” di dalam kalimat ini sehingga kita menjadi bingung dan akhirnya larut dalam lagu tersebut.
Ketiga, lagu ini mengajarkan “kesetiaan”, yuk kita ikutin syairnya:
saat bersamamu kasih
kumerasa bahagia dalam pelukmu
ku tak kan berubah
ku tak ingin kau pergi selamanya
kalau setiap pasangan hidup sadar dan mengikuti syair di atas tentu saja perkawinan yang diikrarkan akan langgeng, lagu ini sangat cocok dinyanyikan oleh Zaskia A Mecca yang baru saja menikah dengan Hanung Bramantyo.
Keempat, sekali lagi kita di hipnotis mari kita nikmati syair berikutnya:
seperti yang kau katakan
kau akan selalu ada
menjaga memeluk diriku dengan cintamu
dengan cintamu
ku kan setia menjagamu bersama dirimu
sampai nanti akan slalu bersama dirimu
penyair mulai menggunakan induksi gaya Ericksonian yaitu induksi 4,3,2,1 (4 pacing [P] & 1 leading [L] , 3P & 2L , 2P & 3L , 1P & 4L). Induksi adalah teknik komunikasi yang digunakan membawa subjek ke kondisi hipnotis.
Penyair melakukan pacing dengan menggunakan kata “seperti yang kau katakan kau akan selalu ada (1P), menjaga (1P), memeluk diriku dengan cintamu (1P) karena itu maka ku kan setia menjagamu bersama dirimu (1L), sampai nanti akan selalu bersama diri mu (1L). Potongan syair ini menggunakan 3P dan 2L, 3P bisa digunakan untuk 2L.
Baik ….
Setelah membaca tulisan ini satu persatu, mengerti arti lirik lagu atau bahkan membayangkan seperti apa lagu tersebut anda akan semakin yakin, semakin percaya kalau lagu ini menarik untuk dinikmati dan digunakan untuk terapi. Baik untuk terapi pada pada sendiri (self hipnotis) atau ericksonian terapi, mana yang cocok buat Anda. Karena Anda sudah mulai mengerti dan menyadari arti lagu ini, kini Anda yakin kalau saya tidak salah untuk memilih menyukai lagu ini.
Lagu ini di analisis menggunakan bahasa Milton Model yang merupakan bagian penting dari materi Lisenced NLP Practitioner.
Did you like this? If so, please bookmark it, about it, and subscribe to the blog RSS feed.o Artikel Terkait:
Tags: bersamamu vierra, bersamamu.mp3, lagu bersamamu, lagu vierra, syair lagu bersamamu, vierra band
[...] Mengapa Saya suka lagu BERSAMAMU dari VIERRA ini dipersembahkan oleh Mastono Review. Kunjungi Business Investment untuk informasi seputar [...]