Jarang kita mendengar berkata-kata baiklah karena kata-kata yang telah kita ucapkan akan berpengaruh terhadap kehidupan. Padhal kata-kata baik akan membuat kehidupan menjadi lebih baik sedangkan kata-kata tidak baik akan mengakibatkan kehidupan menjadi kurang baik.
Kita bisa baca di bukunya Masaru Emoto: The Secret Life of Water, dalam buku tersebut dijelaskan air bisa merekam apa yang kita katakan dan bereaksi positif dan negatif tergantung kata-kata yang kita ungkapkan. Contoh kata suka memberikan reaksi yang baik (kristal yang terbentuk Indah lihat gambar di samping) sebaliknya kata benci (kristal yang terbentuk rusak).
Pada salah satu seminar juga dikatakan bahwa kata-kata yang kita ucapkan adalah do’a kita kepada Tuhan, kata-kata baik akan kembali baik kepada kita dan kepada yang dituju begitu pula sebaiknya.
Akhir-akhir kita lebih banyak mendengarkan kata-kata kurang baik dibandingkan kata-kata baik. Demo mahasiswa yang punya tujuan baikpun (kalau benar tujuan tersebut baik) itu banyak sekali kata-kata yang kurang baik, diwarung-warung, restoran, pasar dan tempat lainnya kita mengumpat pemerintah dan anggota dewan yang kebetulan memang kurang baik.
Ekonom dan pakar lebih banyak yang menjelekkan negara sendiri daripada menilai negeranya baik walau dibagian lain ada sisi baiknya.
Bayangkan saja kalau sebagia besar orang di Indonesia atau kira-kira 100 juta mengumpat dengan kata-kata buruk kepada negaranya, bagaimana mungkin negara ini menjadi lebih baik … bagaimana dengan kita sendiri yang sebagian besar terdiri dari air , bagaimana dengan anak-anak kita yang masih putih merekam kata-kata hitam. Terus mau kemana kita dengan nyanyian sumbang tersebut di atas …
Coba bayangkan kalau semua orang di Indonesia bicara baik kepada negara nya, kepada dirinya dan kepada masyarakat betapa indahnya hidup ini … Semoga negara dan kita semua akan menjadi lebih baik.



Leave a comment