Study kasus On Speed Indonesia
Waduuuh ini kok kayaknya rada serius ya … padahal bahasan yang disini kudu yang mudah, simpel dan ringan …. (krupuk kalee).
Dengan penduduk yang cukup besar mestinya Indonesia merupakan pasar yang potensial untuk menjual hampir semua produk , tapi kenapa produk On Speed sulit dijual di Indonesia. Kenapa tuh …. (biar ringan)?
Menurut informasi yang saya dapatkan di jogja bootcamp kemaren:
- Pertumbuhan pengguna internet di Indonesia cukup tinggi melebihi prediksi para ahli, tentu saja para ahli yang memprediksi itu, tentu saja bukan saya … he… he..he…
- Dial Up - 10x lebih cepat, Broadband - 5x lebih cepat & GPRS - 8x lebih cepat (ini saya ambil dari situs resminya lho), saya nggak tau starone ku ikut mana ? yang jelas rada lelet. Makanya saya pengin on speed indonesia ini.
- Harganya: hanya Rp. 1.233,- per hari (ini juga), murah dong! lebih murah dibanding sebungkus rokok.
- Onspeed Indonesia dapat dipakai pada PC Windows, Macintosh dan PocketPC (PDA).
- Informasinya download-program-14 hari sudah banyak yang di download tapi yang mendownload tersebut tidak melanujtkannya dalam penjualan.
Lalu mengapa masih sulit menjualnya? padahal kalo membaca kelebihan-kelebihan di atas harusnya cepet jualnya lho …. pak Watimena? trus piye dodolane? (terus gimana menjual-nya?) saya juga nggak tau …
Tapi saya ada 2 usulan kaleee bisa bantu jual On Speed Indonesia, kalo memang yang diinformasikan benar?
- Harganya dikemas lagi menjadi bulanan, orang Indonesia sensitif terhadap harga harga 350.000,- (harga promo) Rp. 450.000,- (harga normal) masih cukup mahal. Coba kalo di jual Rp. 30.000,- perbulan (harga promo) dan Rp. 37.500,- perbulan (harga normal). Secara psikogis harga ini lebih menarik kalo dibandingkan harga taunan alasannya minimal bayar internet berlangganan Rp. 99.000,- (speedy?) dan Rp. 100.000,- (starone?) berarti kan hanya sepertiganya. Harga ini lebih murah Rp. 100.000,- + Rp. 30.000,- = Rp. 130.000,- perbulan (hitungan starone 1gigabite + on speed promo) dibanding harga IM2 0,5 giga bite yang Rp. 160.000,- perbulan. Kalo melihat hitungan di atas harga On Speed lebih rendah dibanding manfaatnya? (? = saya belum coba on speed). Kalo harga ini ae juga mau ….
- Lakukan kerjasama dengan penyedia layanan internet: telkom, telkomsel, indosat dan penyedia layanan internet lainnya sehingga:
a. Pelanggan-pelanggan penyedia layanan internet bisa menjadi pasar On Speed.
b. On Speed bisa bener-bener fokus mengejar pelanggan spesifik.
kiranya uneg-uneg mastono hanya sampai disini saja …. (jogja 24/04/2008)



triwidodo
on April 29 2008
Aku udah lihat webnya on speed, menurutku ini seperti suplemen bagi tubuh, sehinga bagi anak-anak otaknya lebih cemerlang, bagi yang muda pertumbuhannya lebih sempurna, bagi yang tua jadi tidak loyo –tetap semangat–.
Kalau pada sepeda motor, mungkin ini yang disebut vitamin oli, sehingga bunyi mesin lebih halus dan pembakarannya lebih sempurna sehingga kecepatannya juga nambah.
Kalau pada listrik ada yang namanya alat penghemat listrik yang tinggal dicolokkan pada jaringan listrik…
Ternyata pada internet juga ada vitaminnya, dulu kalau gak salah ada produk namanya ivas –atau ifas ya? Ini dikeluarkan oleh Telkom, tak lama lahirnya telkomnet instan. Prinsip kerjanya memambah kecepatan, hanya saja bentuknya kartu, ada nomor pinnya mirip voucher telepon. Tapi sekarang produk itu tampaknya gak ada lagi, seiring makin mudahnya dan cepatnya koneksi internet.
Nah on speed udah jauh lebih maju. Cuma kalau dengan disejajarkan dengan operator telekomunikasi dan isp, sebenarnya memang bisa dikerjasamakan. Asal on spedd hanya di balik layar, dan pelanggan tidak tahu bila jaringannya sudah melalui jalur on spedd. Tahu-tahu pengguna merasakan manfaatnya yang ditawarkan on spedd, dan tidak merasa menggeluarkan tambahan biaya. Sebab biayanya udah termasuk bulanan ke isp atau operator telekomunikasi.
Tetapi kalau on spedd mau jualan langsung ke pemakai internet, ibaratnya jadi musuh dalam selimut bagi isp/operator telekomunikasi. Maksud saya, pemakaian pelanggan menurun –karena kecepatan bertambah, dll– berarti pembayaran ke isp juga turun.
Dari segi jualan, memang sangat simpel, satu produk bisa untuk berkali-kali. Tinggal panen,… dan harusnya memang bisa lebih murah lagi. Nantilah aku coba trialnya…
Itu dulu Pak Tono komentarnya dari Balikpapan. Sorry kalau kepanjangan.