Pagi ini ada tulisan yang menarik di Harian Kompas yang intinya untuk mengatasi kenaikkan BBM ini opsi pemerintah tentang kenaikkan BBM ini di lakukan Voting … jadi bukan hanya Indonesia Idol dan acara - acara televisi senada.
Saya setuju dengan usulan ini karena dengan cara ini kita (rakyat) bener-bener dilibatkan dalam pengambilan keputusan yang “akan menentukan nasibnya”, cara ini juga akan menjadi cara sosialisasi yang baik bagi masyarakat.
Kondisi hanga minyak dunia yang tinggi tentu saja memberatkan pemerintah dalam mengatur anggaran, sementara itu dengan kenaikan BBM akan memicu kenaikan harga-harga kebutuhan sehari-hari yang saat inipun juga sudah memberatkan kita. Yang akhirnya akan menyengsarakan kita dan membuat jumlah rakyat miskin di Indonesia semakin banyak. Betul khan. Ini tentu saja membuat SBY pusing dua pilihan yang sangat sulit bagi presiden yang mencintai rakyatnya?
Trus bagaimana dengan votting yang mesti dilakukan: apakah menggunakan sms, internet atau cukup pakai Lingkaran Survey Indonesia (quickcount) atu seperti pemilu?
Kalo boleh usul dan kalo memang votting menjadi salah satu pilihan, adalah waktu pelaksanaannya harus cepat dan tidak banyak menggunakan aggaran relatif terlalu banyak. Kalo dilaksanakan dengan hanya menggunakan sampel setelah selesai segera disosialisasikan kepada masyarakat.
Dan yang paling penting bagaimana kalau pemerintah berusaha keras dengan cara yang bijak untuk tidak membuat harga BBM menjadi NAIK.
Ayo kita pilih harga BBM tidak naik …. S e t u j u ?



mastono
on May 22 2008
thank