10
Jun
Posted in Manajemen by mastono |

Borobudur … candi terbesar di Indonesia dan Dunia ini berdiri dengan megah di Magelang Jawa tengah. Selain penuh dengan ajaran-ajaran bernilai tinggi yang berada di reliefnya, Borobudur juga indah dan megah. Megah dan indah membuat wisatawan terpesona dan datang, mereka datang dari berbagai daerah di Indonesia bahkan dunia untuk menikmatinya. Tentu saja mereka datang juga membawa uang.
Namun sayang hanya sebagian orang saja yang menikmati uang yang dibawa para wisatawan atau turis, warga yang berada di belakangnyapun tidak dapat menikmatinya.
Mestinya Borobudur tidak angkuh sehingga warga di sekitarnya juga kebagian kesejahteraan dari wisatawan yang pada datang. Harusnya Borobudur menyatu dengan desa kerajinan yang ada disana sehingga mereka bisa hidup dengan lebih baik, Borobudur juga harusnya menyatu dengan masyarakat di sekitarnya sehingga warga sekitarnya mendapatkan manfa’at dari Borobudur.
Tapi sayang Borobudur tetep angkuh ….


10
May
Posted in Manajemen by mastono |
Melihat perkembangannya rasanya sulit berharap agar BBM tidak naik?
DPR setuju bahwa kalau harga BBM ditingkat dunia berada di atas $100 perbarel pemerintah bisa langsung menaikkan harga BBM.
Kita mengerti kesulitan pemerintah mengatur RAPBN ditengah kondisi tanah air kurang baik karena banyak sekali musibah dari Tsunami di Aceh, Gempa Jogja, Lumpur Lapindo dan musibah-musibah lainnya. Musibah-musibah yang tentu saja banyak menguras RAPBN. Untung saya tidak jadi menteri keungan atau bahkan presiden …. ada untuknya ternyata jadi rakyat jelata.
Kita mengerti kesulitan pemerintah tersebut tapi kita boleh dong kita juga akan mengalami kesulitan dengan kenaikkan BBM tersebut. Bukanya kita tidak mau beli BBM dengan harga yang telah dinaikan namun yang kita takutkan adalah efek yang ditimbulkannya.
Baru dengar rencana kenaikan BBM saja harga-harga sudah naik … apalagi kalau BBM benar-benar naik. Semua harga pasti akan naik karena alat produksi dan transportasi semuanya menggunakan BBM.
Denagan alasan tersebut tentu saja perusahaan “mau tidak mau” harus menaikkan harga kalau nggak mau perusahaannya ditutup gara-gara rugi. Sementara itu masyarakat daya belinya belum pulih 100% akibat kenaikkan harga BBM beberapa tahun yang lalu.
Produsen jadi susah, menaikkan harga pembelinya sedikit tidak menaikkan harga akan rugi.
Ilustrasi yang bisa dijadikan contoh adalah:
Jogja kekurangan rumah sebesar 10.000 unit kalau tidak salah. 10.000 unit tersebut sudah “need” (kebutuhan) bukan “want” (keinginan). Karena harga tanah sebagai “modal dasar” di Jogja sudah cukup mahal, serta daya beli masyarakat Jogja akibat kenaikkan BBM lalu dan gempa. Kita bisa bayangkan kalau harga BBM naik lagi? pengembang akan tanah sulit memenuhi kebutuhan akan rumah (minimal rumah sehat) … tentu saja akan semakin banyak masyarakat tidak bisa mendapatkan rumah.
Ini hanya satu contoh belum lagi permasalahan kemiskinan yang akan segera naik pada saat harga BBM dinaikkan, pendapatan mereka sudah tidak lagi mencukupi untuk menutupi kebutuhan sehari-hari …. Semoga ini tidak terjadi.
Ya Allah, ampunilah kami ….


7
May
Posted in Manajemen by mastono |
Pagi ini ada tulisan yang menarik di Harian Kompas yang intinya untuk mengatasi kenaikkan BBM ini opsi pemerintah tentang kenaikkan BBM ini di lakukan Voting … jadi bukan hanya Indonesia Idol dan acara - acara televisi senada.
Saya setuju dengan usulan ini karena dengan cara ini kita (rakyat) bener-bener dilibatkan dalam pengambilan keputusan yang “akan menentukan nasibnya”, cara ini juga akan menjadi cara sosialisasi yang baik bagi masyarakat.
Kondisi hanga minyak dunia yang tinggi tentu saja memberatkan pemerintah dalam mengatur anggaran, sementara itu dengan kenaikan BBM akan memicu kenaikan harga-harga kebutuhan sehari-hari yang saat inipun juga sudah memberatkan kita. Yang akhirnya akan menyengsarakan kita dan membuat jumlah rakyat miskin di Indonesia semakin banyak. Betul khan. Ini tentu saja membuat SBY pusing dua pilihan yang sangat sulit bagi presiden yang mencintai rakyatnya?
Trus bagaimana dengan votting yang mesti dilakukan: apakah menggunakan sms, internet atau cukup pakai Lingkaran Survey Indonesia (quickcount) atu seperti pemilu?
Kalo boleh usul dan kalo memang votting menjadi salah satu pilihan, adalah waktu pelaksanaannya harus cepat dan tidak banyak menggunakan aggaran relatif terlalu banyak. Kalo dilaksanakan dengan hanya menggunakan sampel setelah selesai segera disosialisasikan kepada masyarakat.
Dan yang paling penting bagaimana kalau pemerintah berusaha keras dengan cara yang bijak untuk tidak membuat harga BBM menjadi NAIK.
Ayo kita pilih harga BBM tidak naik …. S e t u j u ?


7
May
Posted in Manajemen by mastono |
Setelah ibu dirawat selama 3 hari karena tipus, tadi saya dapat sms dari temen yang mempunyai kasus yang sama.
Sakit dulu dengan sekarang beda, kalo dulu sakit bener-bener menderita karena selain sakit fisik juga sakit hati karena pelayanan yang diberikan asal-asalan. Sekarang sudah banyak rumah sakit yang memberikan pelayanan seperti layaknya yang dilakukan hotel berbintang.
Bau karbol yang biasanya muncul tidak ada lagi karena saat membersihkan lantai menggunakan pengharum sementara itu di kamar dilengkapi juga pengharum ruangan yang setiap 1 jam menyemburkan bau harum. Pendeknya lantai dan kamar selalu bersih dan wangi.
Para penjaga si sakit yang biasanya membawa tikar dan tidur di lorong rumah sakit juga tidak ada karena rumah sakit menyediakan tempat tersendiri untuk penjaga si sakit.
Dengan pelayanan yang prima tersebut tentu saja akan membuat si pasien bukan tambah sakit saat masuk rumah sakit tapi semakin cepat sembuh.
Memang sih masih ada banyak rumah sakit yang sampai saat ini masih saja memberikan pelayanan yang asal-asalan ….. dan jauh seperti yang diceritakan di atas namun setidaknya sekarang sudah bisa memilih mana rumah sakit yang sesuai dengan keinginan.
Berkaca dari cerita di atas sebetulnya banyak cara yang dapat digunakan untuk memberikan pelayanan prima bagi pelanggan yang relatif sudah memberikan penghidupan bagi rumah sakit atau perusahaan.
Rumah sakit saja sudah melakukan pelayanan seperti hotel berbintang jangan sampai terjadi hotel melakukan pelayanan seperti rumah sakit tempo dulu … (jogja, 07/05/2008)


4
May
Posted in Manajemen by mastono |

Setelah beberapa kali naik Lion baru kali ini dapat kesempatan naik Lion dengan pesawat Boeing 797-900 ER, nyaman memang ….
Saya bukan termasuk yang sering bepergian menggunakan pesawat, paling-paling 1 bulan sekali baru terbang. Pesawat favorit saya adalah Mandala makanya sangat jarang menggunakan Lion dan tentu saja sangat jarang menggunakan Boeing 797-900 ER yang memang untuk di Indonesia hanya Lion saja yang menggunakan.
Kebetulan saat terbang cuaca kurang mendukung makanya kita siap-siap pesawat akan oleng namun kenyataannya tidak … pesawat terbang dengan mulus hanya mengalami getaran kecil ….
Di dalam pesawat juga nyaman walau hanya diberi satu botol air mineral … Pramugari melayani dengan baik … dan tidak biasanya ada putri dari Papua …
Secara keseluruhan puas naik Lion saat itu tapi mengapa Lion masih saja suka terlambat ….?!? Sebel ….

