<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Mastono Review &#187; Bisnis Umum</title>
	<atom:link href="http://mastono.info/category/bisnis-umum/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mastono.info</link>
	<description>manajemen, pemasaran, real property, internet, nlp</description>
	<lastBuildDate>Mon, 19 Jul 2010 01:44:27 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Disain Tujuan Hidup Anda dan Raihlah Tujuan Hidup Anda</title>
		<link>http://mastono.info/disain-tujuan-hidup-anda-dan-raihlah-tujuan-hidup-anda.htm</link>
		<comments>http://mastono.info/disain-tujuan-hidup-anda-dan-raihlah-tujuan-hidup-anda.htm#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Aug 2009 08:09:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mastono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis Umum]]></category>
		<category><![CDATA[cita-cita]]></category>
		<category><![CDATA[metapor]]></category>
		<category><![CDATA[pikiran]]></category>
		<category><![CDATA[tujuan hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mastono.info/disain-tujuan-hidup-anda-dan-raihlah-tujuan-hidup-anda/2009/08/</guid>
		<description><![CDATA[<script type="text/javascript">  addLoadEvent(meyshan_search_king_autocomplete_activate);  </script>Baik.
Sebelum anda membaca tulisan ini dengan teliti dan mendapatkan manfaatnya, sayahalnya kita ingin bercerita tentang pikiran dan tujuansetelah saya kitalainnya.

Sementara kita, dalam hidup ini.
Beberapa waktu lalu saya pergi ke BCA untuk mengambil kartu ATM BCA saya yang tertelan di salah satu ATM BCA, setelah selesai mengambil kartuyang halnya ATM saya bergegas menuju lift sambil berfikir [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-119" title="tujuan hidup" src="http://mastono.info/wp-content/uploads/2009/08/tujuan-hidup1.jpg" alt="tujuan hidup" width="250" height="250" />Baik.</p>
<p>Sebelum anda membaca tulisan ini dengan<noscript>dan property</noscript> teliti dan mendapatkan manfaatnya, saya ingin bercerita tentang pikiran dan tujuan kita dalam hidup ini.</p>
<p>Beberapa waktu<noscript>kita tetap</noscript> lalu saya pergi<noscript>mesti dengan</noscript> ke BCA untuk mengambil kartu <a title="Kartu ATM BCA" href="http://mastono.info/search/kartu+atm+bca" target="_blank">ATM BCA</a> saya<noscript>Sampai hidup</noscript> yang tertelan di salah satu ATM BCA, setelah selesai mengambil kartu ATM saya bergegas<noscript>tombol maka</noscript> menuju lift sambil berfikir saya mesti ke BCA lagi dengan membawa kartu ATM yang telah saya ambil tadi beserta<noscript>dan dicatat</noscript> buku tabungan BCA karena ATM saya ternyata sudah rusak dan perlu<noscript>kita kita</noscript> diganti dan beberapa pikiran lainnya.</p>
<p><span id="more-33"></span></p>
<p>Sementara saya<noscript>tidak kita</noscript> pikiran saya berfikir tentang berbagai hal masuklah<noscript>menset hidup</noscript> saya ke lift untuk menuju ke<noscript>tercapai.
Langkah kalau</noscript> lantai<noscript>lift SMA</noscript> basement dimana mobil saya diparkir. Setelah masuk ke lift dan<noscript>sebagai hidup</noscript> liftnya<noscript>untuk mesti</noscript> menutup saya masih berfikir tentang berbagai hal sehingga saya ngga tau kalau ternyata lift tidak juga<noscript>langkah-langkah dengan</noscript> bergerak turun. Kenapa<noscript>kuliah memencet</noscript> lift tetap berada di lantai dimana saya masuk pertama kali? Tenyata saya tidak memencet apa yang menjadi <a title="Tujuan Hidup" href="http://mastono.info/search/tujuan+hidup" target="_blank">tujuan</a> saya<noscript>saya kita</noscript> tadi yaitu menuju ke<noscript>tercapai.
Langkah kalau</noscript> lantai<noscript>lift SMA</noscript> basement dimana mobil diparkir.</p>
<p>Ada pelajaran yang menarik disini bila kita mengamatinya. Lift dirancang oleh<noscript>bercerita merancangnya</noscript> pembuatnya<noscript>Lift (lantai)</noscript> secara otomatis bergerak dari<noscript>dirancang berfikir</noscript> lantai satu ke<noscript>tercapai.
Langkah kalau</noscript> lantai lainnya dengan cara memencet tombol lantai yang dituju dan bila kita masuk ke lift tanpa memencet tombol artinya lift tersebut<noscript>kita dan</noscript> mempunyai 2 pilihan pertama mengikuti perintah orang lain yang melakukan kegiatan<noscript>kehendak diberi</noscript> memencet tombol atau lift tersebut berhenti di tempat.</p>
<p>Setelah membaca metaphor tentang lift tadi saya ingin katakan  bahwa hidup<noscript>untuk pergi</noscript> kita ini arahnya dapat kita tentukan sendiri atau ditentukan orang<noscript>perseroan tujuan</noscript> lain. Kalau mau ditentukan sendiri kita harus menetapkan tujuan kita kemana kita akan<noscript>bekerja kuliah</noscript> bergerak, sebagai contoh saat kita menentukan kita harus kuliah dan fokus untuk<noscript>jalan </noscript> mencapainya<noscript>tertelan hal</noscript> maka langkah-langkah yang dilakukan adalah sekolah SD, SMP, SMA dan kuliah, kita harus sadah untuk<noscript>lantai diganti</noscript> kuliah harus melalui tahapan-tahapan seperti itu dan kita mesti tetapkan itu dipikiran kita dan dicatat serta<noscript>di kuliahkan</noscript> di evaluasi. Namun kalau kita<noscript>dan kuliahkan</noscript> tidak melakukan itu kesulitan akan menghadang<noscript>kita tetapkan</noscript> misalnya drop sampai dengan SMP atau SMA karena terpengaruh oleh orang<noscript>perseroan tujuan</noscript> lain.</p>
<p>Lalu bagaimana kalau sudah lulus kuliah dan mulai<noscript>lift karena</noscript> menjalani hidup yang sebenarnya karena kalau kuliahkan jelas kalau setelah kuliah kan lebih banyak jalan yang mesti dilalui untuk menuju tujuan.</p>
<p>Sebetulnya sama saja, kita mesti menentukan tujuan kita<noscript>dulu saya</noscript> mau kemana setelah kuliah? Bekerja menjadi<noscript>menjadi kita.
Selamat</noscript> PNS, Tentara, Swasta atau Pengusaha.<br />
Kita ambil contoh tujuan kita menjadi penguasaha. Kita mau langsung  jadi pengusaha atau belajar dulu<noscript>pikiran otomatis</noscript> setelah belajar baru jadi pengusaha.</p>
<p>Saya mempunyai pengalaman<noscript>tau atau</noscript> yang unik, saat SMA saya mencoret kasur saya<noscript>Sampai hidup</noscript> yang isinya saya kepingin<noscript>property diparkir.
Ada</noscript> belajar di arsitektur dan Alhamdulillah saya pun masuk di<noscript>untuk dan</noscript> Jurusan Teknik<noscript>kesempatan buku</noscript> Arsitektur, walaupun<noscript>kita menutup</noscript> di tengah jalan ada godaan untuk<noscript>lantai diganti</noscript> kuliah di jurusan lain karena kita<noscript>selanjutnya di</noscript> sudah set bawah sadar untuk lulus di <a title="Jurusan Teknik Arsitektur" href="http://mastono.info/search/jurusan+teknik+arsitektur" target="_blank">Jurusan Teknik Arsitektur</a> luluslah saya.</p>
<p>Hidupun berjalan ada tawaran untuk<noscript>lantai diganti</noscript> kuliah lagi<noscript>merancang tawaran</noscript> maka saya pun diberi<noscript>kuliah disini</noscript> kesempatan untuk<noscript>lantai diganti</noscript> kuliah lagi.</p>
<p>Setelah mendapatkan Master sayapun mesti<noscript>untuk lantai</noscript> harus bekerja dan pekerjaan yang saya inginkan adalah developer atau property<noscript>tidak karena</noscript> dan saya tidak suka<noscript>Namun untuk</noscript> bekerja di bank. Apa<noscript>mesti pikiran</noscript> yang terjadi? Ternyata walaupun saya diterima sebagai pegawai negeri di dirjen Pajak sayapun keluar dari sana walaupun saat itu saya<noscript>berbagai karena</noscript> belum mendapatkan pekerjaan lainnya.</p>
<p>Saat mencari pekerjaan lagi sayapun mengikuti serangkaian test di beberapa perbankan dan Alhamdulillah tidak ada yang<noscript>jadi ke</noscript> mau<noscript>lantai sesuai</noscript> menerima saya. Sampai pada suatu saat saya diterima di developer dan bekerja di developer sampai saat ini.</p>
<p>Karena ada keinginan yang sangat besar di diri untuk mengembangkan lagi<noscript>merancang tawaran</noscript> maka saya menset<noscript>anda maka</noscript> pikiran saya untuk menjadi pengusaha di bidang <a title="Developer Perumahan" href="http://mastono.info/search/perumahan+developer" target="_blank">developer dan property</a> maka saat ini<noscript>lantai mempunyai</noscript> saya sudah membuat perseroan<noscript>berbagai yang</noscript> untuk menampung keinginan saya untuk menjadi pengusaha dan tercapai.</p>
<p>Langkah selanjutnya adalah menentukan tujuan dan menset<noscript>anda maka</noscript> pikiran untuk meraih kebebasan financial dan sebagai pembicara publik.</p>
<p>Sejujurnya langkah-langkah yang saya lakukan memang<noscript>tidak katakan</noscript> tidak dirancang dari awal tapi sambil jalan, nah mulai sekarang tetapkan tujuan hidup anda dan desain kehidupan anda di masa di depan lalu raihlah tujuan hidup anda.</p>
<p>Ingat … lift tidak akan<noscript>bekerja kuliah</noscript> bergerak ke tujuan kita selama kita<noscript>dan kuliahkan</noscript> tidak memutuskan untuk menggerakkan lift tersebut ke tujuan (lantai)<noscript>otomatis orang</noscript> yang kita tuju. Demikian halnya dengan<noscript>orang dan</noscript> hidup<noscript>untuk pergi</noscript> kita, hidup<noscript>untuk pergi</noscript> kita<noscript>dan kuliahkan</noscript> tidak akan berjalan sesuai dengan kehendak kita bila kita merancangnya untuk menuju tujuan kita.</p>
<p>Selamat merancang tujuan hidup anda dan semoga masa dengan anda sesuai dengan cita-cita anda.</p>
<noscript><a href="http://lutviavandi.com/mengembalikan-jati-diri-bangsa.html">Mengembalikan Jati Diri Bangsa</a></noscript><h3  class="related_post_title">o Artikel Terkait:</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://mastono.info/hidup-ini-indah-kawan-bila-kita-mau.htm" title="Hidup ini Indah kawan, bila kita MAU!"><img src="" alt="Hidup ini Indah kawan, bila kita MAU!" /></a></li><li><a href="http://mastono.info/tip-meraih-kebahagian.htm" title="Tip Meraih Kebahagian"><img src="" alt="Tip Meraih Kebahagian" /></a></li><li><a href="http://mastono.info/tulis-gambarkan-dan-gantungkan-cita-cita-mu-setinggi-langit.htm" title="Tulis, Gambarkan dan Gantungkan cita-cita Mu Setinggi Langit"><img src="" alt="Tulis, Gambarkan dan Gantungkan cita-cita Mu Setinggi Langit" /></a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mastono.info/disain-tujuan-hidup-anda-dan-raihlah-tujuan-hidup-anda.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KPU, putusan MA dan Bisnis di Indonesia</title>
		<link>http://mastono.info/kpu-putusan-ma-dan-bisnis-di-indonesia.htm</link>
		<comments>http://mastono.info/kpu-putusan-ma-dan-bisnis-di-indonesia.htm#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Aug 2009 09:48:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mastono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis Umum]]></category>
		<category><![CDATA[kpu]]></category>
		<category><![CDATA[pemilu]]></category>
		<category><![CDATA[putusan MA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mastono.info/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[Pemilu sudah selesai dan perhintungan suarapun telah dirampungkan,hokum berharap  partai Demokrat akhirnya mendominasi DPR. Walaupun putusan MA terhadap KPUKPU global tetap ditaati olehperekonomian MK KPU namun komposisi anggota DPR dari masing-masing partai tetap sesuaisejak Rachel dengan sebelumnya, danhokum dengan politisipun sebagian besar bersorak terhadap keputusan ini serta menganggap KPU mengambil jalan tengah yang bijak. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img<noscript>yang jalur</noscript> class="aligncenter<noscript>yang jalur</noscript> size-full<noscript>yang jalur</noscript> wp-image-123"<noscript>yang jalur</noscript> title="hukum<noscript>yang jalur</noscript> keadilan"<noscript>yang jalur</noscript> src="http://mastono.info/wp-content/uploads/2009/08/hukum-keadilan.jpg"<noscript>yang jalur</noscript> alt="hukum<noscript>yang jalur</noscript> keadilan"<noscript>yang jalur</noscript> width="200"<noscript>yang jalur</noscript> height="154"<noscript>yang jalur</noscript> />Pemilu<noscript>yang jalur</noscript> sudah<noscript>yang jalur</noscript> selesai<noscript>yang jalur</noscript> dan<noscript>yang jalur</noscript> perhintungan<noscript>yang jalur</noscript> suarapun<noscript>yang jalur</noscript> telah<noscript>yang jalur</noscript> dirampungkan,<noscript>yang jalur</noscript> <noscript>yang jalur</noscript> partai<noscript>yang jalur</noscript> Demokrat<noscript>yang jalur</noscript> akhirnya<noscript>yang jalur</noscript> mendominasi<noscript>yang jalur</noscript> DPR.<noscript>yang jalur</noscript> Walaupun<noscript>yang jalur</noscript> putusan<noscript>yang jalur</noscript> MA<noscript>yang jalur</noscript> terhadap<noscript>yang jalur</noscript> KPU<noscript>yang jalur</noscript> tetap<noscript>yang jalur</noscript> ditaati<noscript>yang jalur</noscript> oleh<noscript>yang jalur</noscript> KPU<noscript>yang jalur</noscript> namun<noscript>yang jalur</noscript> komposisi<noscript>yang jalur</noscript> anggota<noscript>yang jalur</noscript> DPR<noscript>yang jalur</noscript> dari<noscript>yang jalur</noscript> masing-masing<noscript>yang jalur</noscript> partai<noscript>yang jalur</noscript> tetap<noscript>yang jalur</noscript> sesuai<noscript>yang jalur</noscript><noscript>Demokrat dikeluarkan</noscript> dengan<noscript>yang jalur</noscript> sebelumnya,<noscript>yang jalur</noscript> dan<noscript>yang jalur</noscript> politisipun<noscript>yang jalur</noscript> sebagian<noscript>yang jalur</noscript> besar<noscript>yang jalur</noscript> bersorak<noscript>yang jalur</noscript> terhadap<noscript>yang jalur</noscript> keputusan<noscript>yang jalur</noscript> ini<noscript>yang jalur</noscript> serta<noscript>yang jalur</noscript> menganggap<noscript>yang jalur</noscript> KPU<noscript>yang jalur</noscript> mengambil<noscript>yang jalur</noscript> jalan<noscript>yang jalur</noscript> tengah<noscript>yang jalur</noscript> yang<noscript>yang jalur</noscript> bijak.<noscript>yang jalur</noscript> Karena<noscript>yang jalur</noscript> itu<noscript>yang jalur</noscript> sebentar<noscript>yang jalur</noscript> lagi<noscript>yang jalur</noscript> kita<noscript>yang jalur</noscript> akan<noscript>yang jalur</noscript> melihat<noscript>yang jalur</noscript> anggota<noscript>yang jalur</noscript> dewan<noscript>yang jalur</noscript> dari<noscript>yang jalur</noscript> artis<noscript>yang jalur</noscript> seperti<noscript>yang jalur</noscript> Eko<noscript>yang jalur</noscript> Patrio,<noscript>yang jalur</noscript> Rachel<noscript>yang jalur</noscript> Mariam,<noscript>yang jalur</noscript> Primus<noscript>yang jalur</noscript> Yustisio<noscript>yang jalur</noscript> serta<noscript>yang jalur</noscript> Jamal<noscript>yang jalur</noscript> Mirdad<noscript>yang jalur</noscript> berkiprah.</p>
<p>Penjelasan<noscript>yang jalur</noscript> di<noscript>yang jalur</noscript> atas<noscript>yang jalur</noscript> menurut<noscript>DPR<noscript>yang jalur</noscript> mengambil</noscript><noscript>yang jalur</noscript> saya<noscript>yang jalur</noscript> merupakan<noscript>yang jalur</noscript> berita<noscript>yang jalur</noscript> yang<noscript>yang jalur</noscript> menggembirakan.</p>
<p>Kenapa<noscript>yang jalur</noscript> …?</p>
<p><span<noscript>yang jalur</noscript> id="more-20"></span></p>
<p>Pemilu<noscript>yang jalur</noscript> yang<noscript>yang jalur</noscript> damai<noscript>yang jalur</noscript> diikuti<noscript>yang jalur</noscript><noscript>Demokrat dikeluarkan</noscript> dengan<noscript>yang jalur</noscript> gugatan<noscript>yang jalur</noscript> partai<noscript>yang jalur</noscript> terhadap<noscript>yang jalur</noscript> KPU<noscript>yang jalur</noscript> dilaksanakan<noscript>yang jalur</noscript><noscript>Demokrat dikeluarkan</noscript> dengan<noscript>yang jalur</noscript> baik<noscript>yang jalur</noscript><noscript>Demokrat dikeluarkan</noscript> dengan<noscript>yang jalur</noscript> menggunakan<noscript>yang jalur</noscript> jalur<noscript>yang jalur</noscript> hokum<noscript>yang jalur</noscript> tanpa<noscript>yang jalur</noscript> ada<noscript>yang jalur</noscript> pengerahan<noscript>yang jalur</noscript> masa<noscript>yang jalur</noscript> yang<noscript>yang jalur</noscript> membuat<noscript>yang jalur</noscript> keonaran.<noscript>yang jalur</noscript> Para<noscript>yang jalur</noscript> politisipun<noscript>yang jalur</noscript> juga<noscript>yang jalur</noscript> sudah<noscript>yang jalur</noscript> semakin<noscript>yang jalur</noscript> dewasa<noscript>yang jalur</noscript> karena<noscript>yang jalur</noscript> mereka<noscript>yang jalur</noscript> sudah<noscript>yang jalur</noscript> bermain<noscript>yang jalur</noscript><noscript>Demokrat dikeluarkan</noscript> dengan<noscript>yang jalur</noscript> baik<noscript>yang jalur</noscript><noscript>Demokrat dikeluarkan</noscript> dengan<noscript>presiden<noscript>yang jalur</noscript> berharap</noscript><noscript>yang jalur</noscript> memanfaatkan<noscript>yang jalur</noscript> peraturan<noscript>yang jalur</noscript> yang<noscript>yang jalur</noscript> ada<noscript>yang jalur</noscript> untuk<noscript>yang jalur</noscript> menyalurkan<noscript>yang jalur</noscript> keberatannya.</p>
<p>Kondisi<noscript>yang jalur</noscript> pemilihan<noscript>yang jalur</noscript> umum<noscript>yang jalur</noscript> yang<noscript>yang jalur</noscript> kondusif<noscript>yang jalur</noscript> ini<noscript>yang jalur</noscript> akan<noscript>sesuai<noscript>yang jalur</noscript> artis</noscript><noscript>yang jalur</noscript> membuat<noscript>yang jalur</noscript> bisnis<noscript>yang jalur</noscript> di<noscript>yang jalur</noscript> Indonesia<noscript>yang jalur</noscript> tidak<noscript>yang jalur</noscript> terganggu<noscript>yang jalur</noscript> sehingga<noscript>yang jalur</noscript> pebisnis<noscript>yang jalur</noscript> bisa<noscript>yang jalur</noscript> berkonsentrasi<noscript>yang jalur</noscript><noscript>Demokrat dikeluarkan</noscript> dengan<noscript>yang jalur</noscript> baik<noscript>yang jalur</noscript> untuk<noscript>yang jalur</noscript> mejalankan<noscript>yang jalur</noscript> bisnisnya<noscript>yang jalur</noscript> sehari-hari.</p>
<p>Kita<noscript>yang jalur</noscript> memang<noscript>yang jalur</noscript> masih<noscript>yang jalur</noscript> tetap<noscript>yang jalur</noscript> menunggu<noscript>yang jalur</noscript> gugatan<noscript>yang jalur</noscript> yang<noscript>yang jalur</noscript> disampaikan<noscript>yang jalur</noscript> ke<noscript>yang jalur</noscript> MK<noscript>yang jalur</noscript> berkaitan<noscript>yang jalur</noscript><noscript>Demokrat dikeluarkan</noscript> dengan<noscript>yang jalur</noscript> kecurangan<noscript>yang jalur</noscript> pemilihan<noscript>yang jalur</noscript> Presiden.<noscript>yang jalur</noscript> Kita<noscript>yang jalur</noscript> berharap<noscript>yang jalur</noscript> agar<noscript>yang jalur</noscript> keputusan<noscript>yang jalur</noscript> yang<noscript>bisa<noscript>yang jalur</noscript> masing-masing</noscript><noscript>yang jalur</noscript> dikeluarkan<noscript>yang jalur</noscript> MK<noscript>yang jalur</noscript> tidak<noscript>yang jalur</noscript> kontroversi,<noscript>yang jalur</noscript> kita<noscript>yang jalur</noscript> berharap<noscript>yang jalur</noscript> keputusan<noscript>yang jalur</noscript> MK<noscript>yang jalur</noscript> berkaitan<noscript>yang jalur</noscript> <noscript>yang jalur</noscript><noscript>Demokrat dikeluarkan</noscript> dengan<noscript>yang jalur</noscript> <noscript>yang jalur</noscript> pemilihan<noscript>yang jalur</noscript> presiden<noscript>yang jalur</noscript> dan<noscript>yang jalur</noscript> wakil<noscript>yang jalur</noscript> presiden<noscript>yang jalur</noscript> sejuk<noscript>yang jalur</noscript> sehingga<noscript>pemilihan<noscript>yang jalur</noscript> umum</noscript><noscript>yang jalur</noscript> kondisi<noscript>yang jalur</noscript> perekononomian<noscript>yang jalur</noscript> yang<noscript>yang jalur</noscript> sudah<noscript>yang jalur</noscript> mulai<noscript>yang jalur</noscript> kondusif<noscript>yang jalur</noscript> sejak<noscript>yang jalur</noscript> krisis<noscript>yang jalur</noscript> global<noscript>yang jalur</noscript> bisa<noscript>yang jalur</noscript> terjaga.</p>
<p>Semoga<noscript>yang jalur</noscript> di<noscript>yang jalur</noscript> tahun<noscript>yang jalur</noscript> ini<noscript>yang jalur</noscript> kondisi<noscript>yang jalur</noscript> perekonomian<noscript>yang jalur</noscript> berkembang<noscript>yang jalur</noscript><noscript>Demokrat dikeluarkan</noscript> dengan<noscript>yang jalur</noscript> baik,<noscript>yang jalur</noscript> bunga<noscript>yang jalur</noscript> bank<noscript>yang jalur</noscript> segera<noscript>yang jalur</noscript> turun<noscript>yang jalur</noscript> sehingga<noscript>yang jalur</noscript> bisnis<noscript>yang jalur</noscript> segera<noscript>yang jalur</noscript> bergerak<noscript>yang jalur</noscript> agar<noscript>yang jalur</noscript> Negara<noscript>yang jalur</noscript> Indonesia<noscript>yang jalur</noscript> berkembang<noscript>yang jalur</noscript> sesuai<noscript>yang jalur</noscript><noscript>Demokrat dikeluarkan</noscript> dengan<noscript>yang jalur</noscript> yang<noscript>yang jalur</noscript> diharapkan.</p>
<noscript><a href="http://lutviavandi.com/mengembalikan-jati-diri-bangsa.html">Mengembalikan Jati Diri Bangsa</a></noscript><h3  class="related_post_title">o Artikel Terkait:</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://mastono.info/jadilah-penjual-dan-bersiap-siaplah-untuk-kaya.htm" title="Jadilah Penjual dan bersiap-siaplah untuk Kaya"><img src="" alt="Jadilah Penjual dan bersiap-siaplah untuk Kaya" /></a></li><li><a href="http://mastono.info/duh-si-tukang-cukur-itu.htm" title="Duh si Tukang Cukur itu"><img src="" alt="Duh si Tukang Cukur itu" /></a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mastono.info/kpu-putusan-ma-dan-bisnis-di-indonesia.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Duh si Tukang Cukur itu</title>
		<link>http://mastono.info/duh-si-tukang-cukur-itu.htm</link>
		<comments>http://mastono.info/duh-si-tukang-cukur-itu.htm#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 May 2008 05:14:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mastono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis Umum]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis salon]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis tukang cukur]]></category>
		<category><![CDATA[cukur]]></category>
		<category><![CDATA[gaji tukang cukur]]></category>
		<category><![CDATA[karyawan]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[pelanggan]]></category>
		<category><![CDATA[Salon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mastono.info/?p=74</guid>
		<description><![CDATA[Seminggu yangitu cukur lalu aku potong rambut dengan anakku yang merupakan kegiatan rutin bulanan. Saat itu di Salon tersebut ada 3 orang yangcukurnya cukur sedang dicukur rambutnya sedang aku danyang akan anakku sabar menunggu &#38; duduk manis. Satu orang selesai dicukur rambutnya dan kini giliranku &#38; anakku.
Anakku duluan dicukur rabutnya karena rambutnya pendek dan hanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seminggu yang lalu aku potong rambut dengan anakku yang merupakan kegiatan rutin bulanan. Saat itu di<a title="Bisnis Salon" href="http://mastono.info/search/bisnis+salon" target="_blank"> Salon</a> tersebut ada 3 orang yang sedang dicukur<noscript>cukur memang</noscript> rambutnya<noscript>cukurnya tapi</noscript> sedang aku dan anakku sabar<noscript>duduk bekerja</noscript> menunggu &amp; duduk manis. Satu orang<noscript>tukang ditinggalkan</noscript> selesai dicukur<noscript>cukur memang</noscript> rambutnya dan kini giliranku &amp; anakku.</p>
<p>Anakku duluan dicukur rabutnya karena rambutnya pendek dan hanya dirapikan saja, giliran orang kedua yang dicukur selesai berarti gilarkan,<noscript>temen-temennya. dia</noscript> langsung saja aku duduk dan minta agar tukan cukur memotong rambutku karena sudah sesuai giliran.</p>
<p>Terkejut dan rada sedikit malu karena ternyata tukang cukurnya tidak mau mencukurku<noscript>target merka</noscript> karena dia<noscript>cukur ini</noscript> buru-buru pulang …. katanya tukang cukur itu sudah lembur, waduh gaya bener orang ini.<noscript>memberikan kebagian</noscript> Terpaksa nunggu lagi.</p>
<p><span id="more-74"></span></p>
<p>Anak ku<noscript>rambut yang</noscript> selesai<noscript>rambut dan</noscript> dan segera dilihat hasilnya ternyata potongannya luar biasa buruk sampai-sampai tukang cukur yang sedang<noscript>sangat saat</noscript> mencukur rambutku berhenti sejenak untuk membenahi potongan yang ditinggalkan temen-temennya. Alasannya sama dengan temennya yang pertama dia ingin segera pulang karena jam<noscript>malah mereka</noscript> segini ini<noscript>ini. dia</noscript> dia harus sudah<noscript>rugi sedang</noscript> pulang. Bajigur!</p>
<p>Sambil menggerutu<noscript>orang membuat</noscript> aku berpikir kenapa<noscript>kepanasan iklan</noscript> tukang cukur ini dikasih duit kok ngga<noscript>rambut selesai</noscript> mau sedangkan ditempat lain salon-salon pada buat iklan besar-besar yang sesungguhnya membutuhkan biaya yang cukup agar didatangi pelanggan. Kenapa ini malah sebaliknya sudah tidak keluar <a title="Pasang Iklan" href="http://mastono.info/search/pasang+iklan" target="_blank">iklan</a> kok malah nolak pelanggan. Itu untuk kasus pertama.</p>
<p>Kasus kedua lebih parah<noscript>saja, membuat</noscript> lagi karena hasil (produk)cukurannya sangat mengecewakan tentu akan membuat pelanggan tidak akan mau berkunjung lagi bila<noscript>sudah sama</noscript> saja tidak<noscript>aja.
Ya bila</noscript> ada<noscript>duduk seperti</noscript> perbaikan dari tukang cukur lainnya.</p>
<p>Dari kasus di atas kita pasti sepakat untuk menyalahkan si tukang cukur itu ………, eeeeeit…, tunggu dulu! Kita cek dulu<noscript>ini. sedangkan</noscript> kenapa beliau-beliau melakukan hal seperti itu<noscript>tentu berarti</noscript> bukannya salonnya nggak rugi dengan<noscript>Dia gilarkan,</noscript> sikapnya itu? Ia memang salonya akan rugi dengan sikap beliau tapi kenapa melakukan itu?</p>
<p>1. Ternyata mereka ini karyawan yang digaji<noscript>setelah mau</noscript> oleh pemilik salon makanya merka bekerja sesuai dengan jam kerja saja, bila jam kerja selesai sudah kayak cacing kepanasan pengin<noscript>anakku.
Anakku kepada</noscript> segera pulang.</p>
<p>2. Tidak adanya kebijakan bonus bila mereka<noscript>pertama.
Kasus dilihat</noscript> bekerja lebur atau bonus bila target pada hari itu tercapai.</p>
<p>Dan bener setelah ngobrol dengan si tukang cukur yang satunya yang saat itu memang kebagian tugas agak malam. Dia bilang kalo kerja disitu<noscript>karena katanya</noscript> hanya dapat gaji<noscript>&amp; perbaikan</noscript> bulannan dan mungkin<noscript>tunggu dilihat</noscript> pas-pasan. <a title="Manajemen Bisnis" href="http://mastono.info/search/Manajemen+bisnis" target="_blank">Manajemen bisnis</a> nya kurang bagus pantas aja.</p>
<p>Ya nasibku potong rambut<noscript>potongan dia</noscript> di salon yang tidak memberikan kepuasan kepada karyawannya sehingga mana mungkin mereka memberikan kepuasan pada pelanggannya.</p>
<noscript><a href="http://lutviavandi.com/mengembalikan-jati-diri-bangsa.html">Mengembalikan Jati Diri Bangsa</a></noscript><h3  class="related_post_title">o Artikel Terkait:</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://mastono.info/jadilah-penjual-dan-bersiap-siaplah-untuk-kaya.htm" title="Jadilah Penjual dan bersiap-siaplah untuk Kaya"><img src="" alt="Jadilah Penjual dan bersiap-siaplah untuk Kaya" /></a></li><li><a href="http://mastono.info/kpu-putusan-ma-dan-bisnis-di-indonesia.htm" title="KPU, putusan MA dan Bisnis di Indonesia "><img src="" alt="KPU, putusan MA dan Bisnis di Indonesia " /></a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mastono.info/duh-si-tukang-cukur-itu.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Duh … kasihan SBY, pusing gara-gara harga BBM 2</title>
		<link>http://mastono.info/duh-%e2%80%a6-kasihan-sby-pusing-gara-gara-harga-bbm-2.htm</link>
		<comments>http://mastono.info/duh-%e2%80%a6-kasihan-sby-pusing-gara-gara-harga-bbm-2.htm#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 May 2008 04:40:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mastono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis Umum]]></category>
		<category><![CDATA[bbm]]></category>
		<category><![CDATA[dpr]]></category>
		<category><![CDATA[gempa]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[tsunami indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mastono.info/?p=252</guid>
		<description><![CDATA[Melihat perkembangannya rasanya sulit berharap agar BBM tidak naik?
DPR setuju bahwa kalau harga BBM ditingkat dunia berada di atas $100 perbarel pemerintah bisa langsung menaikkan harga BBM.
Kita mengerti kesulitan pemerintah dan DPR  mengatur RAPBN ditengahsebesar yang kondisi tanah air kurang baik karena banyak sekali musibah dari Tsunami di Aceh, Gempa Jogja, Lumpuragar banyak Lapindo [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-256" title="sby" src="http://mastono.info/wp-content/uploads/2008/05/sby.jpg" alt="sby" width="200" height="143" />Melihat perkembangannya rasanya<noscript>harga tentu</noscript> sulit berharap agar BBM tidak naik?<br />
DPR<noscript>beberapa mencukupi</noscript> setuju bahwa kalau harga BBM ditingkat dunia berada di<noscript>sedikit saja</noscript> atas $100 perbarel pemerintah bisa langsung menaikkan<noscript>Indonesia. musibah-musibah</noscript> harga <a title="harga bbm" href="http://mastono.info/search/harga+bbm " target="_blank">BBM</a>.</p>
<p>Kita mengerti kesulitan pemerintah dan <a title="DPR<noscript>beberapa mencukupi</noscript> " href="http://mastono.info/search/DPR<noscript>beberapa mencukupi</noscript> " target="_blank">DPR<noscript>beberapa mencukupi</noscript> </a> mengatur RAPBN ditengah kondisi tanah air kurang baik karena banyak sekali musibah dari <a title="Tsunami" href="http://mastono.info/search/Tsunami" target="_blank">Tsunami</a> di Aceh, <a title="Gempa Bumi" href="http://mastono.info/search/Gempa+bumi" target="_blank">Gempa</a> Jogja, Lumpur Lapindo dan musibah-musibah lainnya. Musibah-musibah yang tentu<noscript>100% unit</noscript> saja banyak menguras RAPBN Indonesia. Untung saya<noscript>DPR lagi?</noscript> tidak jadi menteri<noscript>memenuhi pemerintah</noscript> keungan atau bahkan presiden …. ada untungnya ternyata jadi rakyat jelata.</p>
<p>Kita mengerti kesulitan <a title="pemerintah" href="http://mastono.info/search/pemerintah" target="_blank">pemerintah</a> dan anggota DPR<noscript>beberapa mencukupi</noscript> tersebut tapi kita boleh dong kita juga akan<noscript>akan belum</noscript> mengalami kesulitan dengan kenaikkan BBM tersebut. Bukanya kita tidak mau beli BBM dengan harga yang telah dinaikan namun yang kita takutkan adalah efek<noscript>hanya lagi</noscript> yang ditimbulkannya.</p>
<p><span id="more-252"></span></p>
<p>Baru dengar rencana kenaikan BBM saja harga-harga sudah naik … apalagi kalau BBM<noscript>transportasi kemiskinan</noscript> benar-benar naik. Semua harga pasti akan naik karena alat produksi dan transportasi semuanya menggunakan BBM.</p>
<p>Denagan alasan tersebut tentu<noscript>100% unit</noscript> saja perusahaan “mau tidak mau” harus menaikkan<noscript>Indonesia. musibah-musibah</noscript> harga kalau nggak mau perusahaannya<noscript>BBM bukan</noscript> ditutup<noscript>naik tidak</noscript> gara-gara rugi. Sementara itu masyarakat<noscript>dengar berada</noscript> daya belinya belum pulih<noscript>(keinginan). lalu.
Produsen</noscript> 100%<noscript>akibat tersebut</noscript> akibat<noscript>yang harga</noscript> kenaikkan harga BBM beberapa tahun yang lalu.</p>
<p>Produsen jadi susah, menaikkan<noscript>Indonesia. musibah-musibah</noscript> harga pembelinya sedikit dan kalau tidak menaikkan<noscript>Indonesia. musibah-musibah</noscript> harga akan rugi.</p>
<p>Ilustrasi yang bisa dijadikan contoh adalah:</p>
<p>Jogja kekurangan rumah sebesar 10.000 unit kalau tidak salah. 10.000 unit tersebut sudah “need”<noscript>ternyata dan</noscript> (kebutuhan) bukan “want” (keinginan).<noscript>harga kalau</noscript> Karena harga tanah<noscript>tidak BBM</noscript> sebagai “modal dasar” di Jogja sudah cukup<noscript>juga saja</noscript> mahal, serta daya beli masyarakat Jogja akibat<noscript>yang harga</noscript> kenaikkan BBM lalu<noscript>dan menaikkan</noscript> dan gempa. Kita bisa bayangkan kalau harga BBM naik lagi? pengembang akan tanah sulit memenuhi kebutuhan akan rumah (minimal rumah sehat) … tentu<noscript>100% unit</noscript> saja akan<noscript>sekali DPR</noscript> semakin banyak masyarakat tidak bisa mendapatkan rumah.</p>
<p>Ini hanya satu contoh belum<noscript>dijadikan musibah</noscript> lagi permasalahan kemiskinan yang akan segera naik<noscript>rugi. dan</noscript> pada saat harga BBM dinaikkan, pendapatan mereka sudah tidak lagi mencukupi untuk menutupi kebutuhan sehari-hari ….  Semoga ini<noscript>harga tidak</noscript> tidak terjadi di Indonesia.</p>
<noscript><a href="http://lutviavandi.com/mengembalikan-jati-diri-bangsa.html">Mengembalikan Jati Diri Bangsa</a></noscript><h3  class="related_post_title">o Artikel Terkait:</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://mastono.info/kasihan-presiden-sby-pusing-gara-gara-harga-bbm.htm" title="Kasihan presiden SBY, pusing gara-gara harga BBM"><img src="" alt="Kasihan presiden SBY, pusing gara-gara harga BBM" /></a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mastono.info/duh-%e2%80%a6-kasihan-sby-pusing-gara-gara-harga-bbm-2.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kasihan presiden SBY, pusing gara-gara harga BBM</title>
		<link>http://mastono.info/kasihan-presiden-sby-pusing-gara-gara-harga-bbm.htm</link>
		<comments>http://mastono.info/kasihan-presiden-sby-pusing-gara-gara-harga-bbm.htm#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 May 2008 05:20:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mastono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis Umum]]></category>
		<category><![CDATA[anggaran]]></category>
		<category><![CDATA[harga BBM]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[menteri sby-boediono]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mastono.info/?p=78</guid>
		<description><![CDATA[Beberapamemberatkan yang waktumemberatkan yang lalu,memberatkan yang adamemberatkan yang tulisanmemberatkan yang yangmemberatkan yang menarikmemberatkan yang dimemberatkan yang Harianmemberatkan yang Kompasmemberatkan yang yangmemberatkan yang intinyamemberatkan yang untukmemberatkan yang mengatasimemberatkan yang kenaikkanmemberatkan yang BBMmemberatkan yang inimemberatkan yang opsimemberatkan yang pemerintahmemberatkan yang tentangmemberatkan yang kenaikkanmemberatkan yang BBMmemberatkan yang inimemberatkan yang dimemberatkan yang lakukanmemberatkan yang Votingmemberatkan yang !memberatkan yang jadimemberatkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-258" title="presiden_sby" src="http://mastono.info/wp-content/uploads/2008/06/presiden_sby.jpg" alt="presiden_sby" width="200" height="130" />Beberapa waktu lalu, ada tulisan yang<noscript>Idol atu</noscript> menarik di Harian Kompas yang intinya untuk mengatasi kenaikkan BBM ini opsi pemerintah tentang kenaikkan BBM ini di lakukan Voting ! jadi bukan hanya<a title="Indonesian Idol" href="http://mastono.info/search/idol+indonesian" target="_blank"> Indonesia Idol</a> dan acara &#8211; acara<noscript>cara menyengsarakan</noscript> televisi senada.</p>
<p>Saya setuju dengan usulan ini karena dengan cara ini kita (rakyat) bener-bener dilibatkan dalam pengambilan keputusan<noscript>dunia segera</noscript> yang akan menentukan nasibnya, cara ini juga akan menjadi cara sosialisasi yang baik bagi masyarakat.</p>
<p>Kondisi hanga minyak dunia yang tinggi tentu saja memberatkan pemerintah terutama  menteri ekuin <a title="boediono" href="http://mastono.info/wapres+boediono ">Boediono</a> dan<noscript>BBM semakin</noscript> menteri keuangan dalam kabinet <a title="menteri sby boediono" href="http://mastono.info/search/menteri+boediono+SBY" target="_blank">SBY</a> ini dalam mengatur anggaran, sementara<noscript>di cara</noscript> itu dengan kenaikan BBM akan memicu<noscript>kita. Kompas</noscript> kenaikan harga-harga kebutuhan sehari-hari yang<noscript>minyak nasibnya,</noscript> saat inipun juga<noscript>adalah &#8211;</noscript> sudah memberatkan kita. Yang akhirnya<noscript>tentang tidak</noscript> akan menyengsarakan kita dan membuat jumlah<noscript>naik.
 &#8211;</noscript> rakyat miskin di Indonesia semakin banyak. Betul khan.</p>
<p><span id="more-78"></span></p>
<p>Trus bagaimana<noscript>mengatasi atu</noscript> dengan votting yang mesti dilakukan: apakah menggunakan sms, internet atau cukup pakai Lingkaran Survey<noscript>ini dan</noscript> Indonesia (quickcount) atu seperti pemilu?</p>
<p>Kalo boleh usul dan kalo memang votting menjadi<noscript>Harian ini</noscript> salah satu pilihan, adalah waktu pelaksanaannya harus cepat dan tidak banyak menggunakan aggaran relatif terlalu banyak.<noscript>Boediono pemerintah</noscript> Kalo dilaksanakan dengan<noscript>di dilibatkan</noscript> hanya menggunakan sampel setelah selesai segera disosialisasikan kepada masyarakat.</p>
<p>Dan yang paling penting bagaimana kalau pemerintah<noscript>karena apakah</noscript> berusaha keras<noscript> berusaha</noscript> dengan cara yang bijak untuk tidak membuat harga BBM menjadi NAIK.</p>
<p>Ayo kita pilih harga BBM tidak naik.</p>
<noscript><a href="http://lutviavandi.com/mengembalikan-jati-diri-bangsa.html">Mengembalikan Jati Diri Bangsa</a></noscript><h3  class="related_post_title">o Artikel Terkait:</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://mastono.info/duh-%e2%80%a6-kasihan-sby-pusing-gara-gara-harga-bbm-2.htm" title="Duh … kasihan SBY, pusing gara-gara harga BBM 2"><img src="" alt="Duh … kasihan SBY, pusing gara-gara harga BBM 2" /></a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mastono.info/kasihan-presiden-sby-pusing-gara-gara-harga-bbm.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Duh&#8230;, baiknya pak Pengki</title>
		<link>http://mastono.info/duh-baiknya-pak-pengki.htm</link>
		<comments>http://mastono.info/duh-baiknya-pak-pengki.htm#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Apr 2008 03:54:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mastono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis Umum]]></category>
		<category><![CDATA[cady golf]]></category>
		<category><![CDATA[main golf]]></category>
		<category><![CDATA[pelanggan nyaman]]></category>
		<category><![CDATA[pelayanan pelanggan]]></category>
		<category><![CDATA[pelayanan prima]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mastono.info/?p=241</guid>
		<description><![CDATA[Pakjasanya benar.
Lain Pengkijasanya benar.
Lain adalahjasanya benar.
Lain salahjasanya benar.
Lain seorangjasanya benar.
Lain cadyjasanya benar.
Lain dijasanya benar.
Lain lapanganjasanya benar.
Lain Golfjasanya benar.
Lain Akademijasanya benar.
Lain Angkatanjasanya benar.
Lain Udarajasanya benar.
Lain Yogyakarta.jasanya benar.
Lain jasanya benar.
Lainjuga melayani Suatujasanya benar.
Lain pagijasanya benar.
Lain yangjasanya benar.
Lain cerahjasanya benar.
Lain datanglahjasanya benar.
Lain akujasanya benar.
Lain danjasanya benar.
Lain keduajasanya benar.
Lain anakkujasanya benar.
Lain kejasanya benar.
Lain drivingjasanya benar.
Lain Golfjasanya benar.
Lain tersebutjasanya benar.
Lain [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-242" title="pelayanan_prima_golf" src="http://mastono.info/wp-content/uploads/2009/10/main_golf.jpg" alt="pelayanan_prima_golf" width="200" height="135" />Pak Pengki adalah salah seorang cady di lapangan Golf Akademi Angkatan<noscript>dan aku</noscript> Udara Yogyakarta.  Suatu<noscript>untuk &amp;</noscript> pagi yang cerah datanglah<noscript>stiknya crita</noscript> aku dan kedua anakku ke driving Golf tersebut dan<noscript>menit Udara</noscript> seperti biasa pak<noscript>pada sangat</noscript> Pengki menyambut dengan <a title="pelayanan ramah" href="http://mastono.info/search/pelayanan+ramah" target="_blank">ramah</a>.</p>
<p>&#8220;Main pak ….?”</p>
<p>“Oh … iya pak, tapi stiknya dibawa pak Heny<noscript>Paling-paling begitu</noscript> tunggu sebentar ya pak”</p>
<p><span id="more-241"></span></p>
<p>Setelah beberapa menit kemudian dan pak Heny belum datang juga pak<noscript>pada sangat</noscript> Pengki menawarkanku lagi untuk main ….</p>
<p>“pak main saja dulu nanti saya carikan stik nomer 7 &amp; 8 ….. &#8221;<br />
&#8220;oke deh pak bolanya 200 saja ya ….”</p>
<p>Ternyata selain membawa stik nomer 7 &amp; 8, pak<noscript>pada sangat</noscript> Pengki<noscript>jual dengan</noscript> juga bawa stik pendek untuk anak-anak …,<noscript>akan pelanggan</noscript> singkat<noscript>Pengki kedua</noscript> crita kami<noscript>anak-anak saya</noscript> bermain<noscript>pak carikan</noscript> sampai pak Hery datang.</p>
<p>Selain melayani kami mau pak<noscript>pada sangat</noscript> Pengki<noscript>jual dengan</noscript> juga membantu anak-anak berlatih mukul-mukul bola dengan aturan yang benar.</p>
<p>Lain tukang cukur lain pula pak<noscript>pada sangat</noscript> Pengki, tukang cukur tidak mau jual produk yang dia jual tapi pak<noscript>pada sangat</noscript> Pengki memang harus <a title="jual produk" href="http://mastono.info/search/jual+produk" target="_blank">jual produk</a>nya.</p>
<p>Tukang cukur dibayar oleh<noscript>(variable tapi</noscript> pemilik<noscript>dibawa (variable</noscript> salon<noscript>mendapatkan pelanggan</noscript> dengan pasti (fix cost), apakah dia mencukur rambut atau hanya baca Koran.<noscript>crita dengan</noscript> Pak Pengki hanya dapat bayaran kalau melayani tamu (variable cost) dan bener-bener tidak akan mendapatkan bayaran kalau tidak ada tamu.</p>
<p>Kini terjawab sudah kenapa pak<noscript>pada sangat</noscript> Pengki begitu<noscript>belum saya</noscript> baik, apalagi kalau dibanding dengan<noscript>pasti hanya</noscript> tukang cukur, dia bener-bener harus memberikan <a title="pelayanan pelanggan " href="http://mastono.info/search/pelayanan+pelanggan " target="_blank">pelayanan pada pelanggan </a>dengan sangat baik atau prima bila ingin dipakai oleh para pelanggan dan<noscript>ya akan</noscript> mendapatkan tips<noscript>lapangan Heny</noscript> yang lumayan yang<noscript>dan dia</noscript> pada akhirnya akan mendapatkan pendapatan yang maksimal.</p>
<p>Sayang tadi pak<noscript>pada sangat</noscript> Pengki tidak muncul sehingga<noscript>jual dengan</noscript> saya tidak memakai jasanya<noscript>di dia</noscript> …. Paling-paling dia sedang melayani pelanggan lain<noscript>7 pendek</noscript> dan saya yakin dia akan memberikan pelayanan pada pelangan dengan <a title="pelayanan prima" href="http://mastono.info/search/pelayanan+prima" target="_blank">prima</a> …. Semoga banyak pak<noscript>pada sangat</noscript> Pengki yang lain yang<noscript>200 …..(jogja</noscript> membuat pelanggan nyaman dengan memberikan pelayanan yang baik serta<noscript>Heny 8</noscript> prima<noscript>sudah juga</noscript> dan pada akhirnya para pelanggan akan menjadi<a title="pelanggan loyal " href="http://mastono.info/search/pelanggan+loyal " target="_blank"> pelanggan yang loyal </a>…..(jogja 22/04/2008)</p>
<noscript><a href="http://lutviavandi.com/mengembalikan-jati-diri-bangsa.html">Mengembalikan Jati Diri Bangsa</a></noscript><h3  class="related_post_title">o Artikel Terkait:</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://mastono.info/mengapa-saya-suka-lagu-bersamamu-dari-vierra.htm" title="Mengapa Saya suka lagu BERSAMAMU dari VIERRA"><img src="" alt="Mengapa Saya suka lagu BERSAMAMU dari VIERRA" /></a></li><li><a href="http://mastono.info/bagaimana-membuat-uang-mengalir-ke-kantong-anda.htm" title="Bagaimana membuat Uang mengalir ke Kantong Anda"><img src="" alt="Bagaimana membuat Uang mengalir ke Kantong Anda" /></a></li><li><a href="http://mastono.info/kenangan-indah-di-buang-jangan.htm" title="Kenangan Indah di buang Jangan"><img src="" alt="Kenangan Indah di buang Jangan" /></a></li><li><a href="http://mastono.info/tip-meraih-kebahagian.htm" title="Tip Meraih Kebahagian"><img src="" alt="Tip Meraih Kebahagian" /></a></li><li><a href="http://mastono.info/punya-tanah-buatlah-perumahan.htm" title="Punya tanah, buatlah Perumahan"><img src="" alt="Punya tanah, buatlah Perumahan" /></a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mastono.info/duh-baiknya-pak-pengki.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
