Bukan latah ataupun ikut-ikutan, keinginan saya untuk jadi presiden adalah sebagai tanggung jawab moral terhadap negeri yang masih belum juga keluar dari masalah. Masalah ekonomi, listrik, infrastruktur dan budaya masyarakat yang mau menang sendiri.
Aku tidak akan kampaye kemana-mana kecuali dalam blog ini. Aku juga tidak mau mencalonkan diri lewat partai karena untuk bias maju lewat partai karena pasti akan diperah (kayak sapi). Aku juga tidak berharap semua rakyat Indonesia akan memilihku.
Seperti sebagian calon ….
Aku tidak punya kemampuan apapun sebagai modal pencalonanku sebagai presiden, bedanya aku dengan calon-calon presiden lainnya yang melakukan kampanye lewat koran, majalah, radio televisi yang menghabiskan dana tidak sedikit dengan kata-kata aneh-aneh. Aku memilih hanya berprosi lewat blog dan dengan bahasa lugu …. (aneh!).
Presiden menurutku adalah orang yang luar biasa dan super. Visioner, bahkan kalau perlu revolusioner, berpendidikan tinggi dan berpengalaman luas kalo perlu pernah menyelesaikan persoalan-persoalan bangsa.
Presiden tuh harus membuktikan kemampuannya lewat karya nyata bukan hanya pasang iklan di televisi, koran, majalah dan ngomong yang aneh-aneh dalam iklannya.
Mungkin beda di Negara lain di Negeri tercinta ini banyak sekali masalah yang mesti diselesaikan, jadi Presiden juga harus mampu menyelesaikan masalah jangan hanya mengeluh karena masalah tidak selesai kalau hanya mengeluh.
Jadi President uh, mesti bijaksana dan toleran meski tetep tegas. Jumlah rakyat Indonesia yang cukup besar dengan beragam budaya tentu saja harus bias diwadahi dan dikelola untuk kebesaran Indonesia. Bukan hanya ngomong sana-sini dan gecam pemerintah, dan merasa dirinya paling benar.
Sampai disini rasanya aku tidak masuk dengan kriteria yang aku buat sendiri, apa sudah benar aku mesti mencalonkan diri sebagai PresidenRI tahun 2009, sementara syarat-syarat yang ditentukan sendiripun tidak sanggup menjalankannya.
Mas Tono, sekarang tinggal di Jogja, pekerjaannya tetep di Real Property ….. ternyata sudah 12 tahun saya berada disana, banyak suka dan duka yang dialami ….. kini saatnya untuk berbagi uneg-uneg yang ringan dan sederhana yang siapa tau berguna bagi sesama … ini nawaitunya.
Bukankah semua perbuatan akan dinilai oleh Allah swt oleh karena nawaitunya ….? Semoga
Leave a comment