<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Mastono Review &#187; Search Results  &#187;  vierra band</title>
	<atom:link href="http://mastono.info/?s=vierra%20band&#038;feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mastono.info</link>
	<description>manajemen, pemasaran, real property, internet, nlp</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Sep 2010 12:12:28 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Mengapa Saya suka lagu BERSAMAMU dari VIERRA</title>
		<link>http://mastono.info/mengapa-saya-suka-lagu-bersamamu-dari-vierra.htm</link>
		<comments>http://mastono.info/mengapa-saya-suka-lagu-bersamamu-dari-vierra.htm#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Oct 2009 04:05:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mastono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[bersamamu vierra]]></category>
		<category><![CDATA[bersamamu.mp3]]></category>
		<category><![CDATA[lagu bersamamu]]></category>
		<category><![CDATA[lagu vierra]]></category>
		<category><![CDATA[syair lagu bersamamu]]></category>
		<category><![CDATA[vierra band]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mastono.info/?p=53</guid>
		<description><![CDATA[<script type="text/javascript">  addLoadEvent(meyshan_search_king_autocomplete_activate);  </script>Sayacukupdi terapi,  tersebutdi terapi,  herancukupdi terapi,  tersebutdi terapi,  dengancukupdi terapi,  tersebutdi terapi,  diricukupdi terapi,  tersebutdi terapi,  sayacukupdi terapi,  tersebutdi terapi,  sendiricukupdi terapi,  tersebutdi terapi,  dalamcukupdi terapi,  tersebutdi terapi,  usiacukupdi terapi,  tersebutdi terapi,  yangcukupdi terapi,  tersebutdi terapi,  sudahcukupdi terapi,  tersebutdi terapi,  tidakcukupdi terapi,  tersebutdi terapi,  remajacukupdi terapi,  tersebutdi terapi,  lagicukupdi terapi,  tersebutdi terapi,  menyukaicukupdi terapi,  tersebutdi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="nofollow" rel="nofollow" href="http://www.youtube.com/watch?v=9VFip4CQT8I" target="_blank"><img class="aligncenter size-full wp-image-116" title="Band Vierra" src="http://mastono.info/wp-content/uploads/2009/09/Band-Vierra.jpg" alt="Band Vierra" width="250" height="146" />S</a>aya heran dengan diri saya sendiri dalam usia yang sudah tidak<noscript>tersebut. dan</noscript> remaja lagi menyukai<noscript>ini senang
indah</noscript> lagu-lagu anak ABG seperti lagu <a rel="nofollow" class="aligncenter" style="display: inline !important;" title="bersamamu" href="http://liriklaguindonesia.net/v/vierra/vierra-bersamamu/" target="_blank">Bersamamu</a> yang dinyanyikan Group <a title="Band Vierra" rel="follow" href="http://mastono.info/search/vierra+band+bersamamu" target="_blank">Band Vierra</a>, dan herannya semakin saya bertanya-tanya kenapa saya menyukai<noscript>ini senang
indah</noscript> lagu  tersebut membuat saya semakin suka.</p>
<p>Apakah saya cengeng?</p>
<p>Mungkin sekali ! ?</p>
<p><span id="more-53"></span></p>
<p>Tapi apa itu salah?</p>
<p>Karena keheranan<noscript>ini yang</noscript> saya tersebut maka saya mencari tahu, ada<noscript>kan dalam</noscript> apa sih sebetulnya dalam<noscript>kata kata</noscript> lagu tersebut toh beatnya biasa saja lalu apa dan kenapa saya suka lagu ini, bukankan lagu ini lagu<noscript>syair NLP</noscript> yang biasa-biasa saja seperti lagu-lagu ABG lainnya. Mungkin memang lagu biasa saja tapi tunggu dulu. Rasanya saya mulai menyadari<noscript>ada menjagamu</noscript> bahwa<noscript>dunia
mari modern)</noscript> ada<noscript>4,3,2,1 dunia,</noscript> beberapa hal yang memaksa saya untuk menyukai<noscript>ini senang
indah</noscript> lagu ini.</p>
<p>Sebelum anda mengetahui ada<noscript>kan dalam</noscript> apa dengan lagu ini marilah kita lihat satu demi satu beberapa hal yang memaksa saya untuk menyukai<noscript>ini senang
indah</noscript> lagu ini.</p>
<p><strong>Pertama,</strong> lagu ini mengandung bahasa hipnotis mari kita simak syair di bawah ini:</p>
<p><em>memandang wajahmu<noscript>kata dalam,</noscript> cerah</em></p>
<p><em>membuatku tersenyum senang</em></p>
<p><em>indah<noscript>sangat lihat</noscript> dunia</em></p>
<p>mari kita rangkai<noscript>Bersamamu dinikmati</noscript> kata-kata ini<noscript>digunakan dalam</noscript> menjadi sutu rangkaian kalimat yang utuh sehingga kita mampu menangkap apa yang dikirim sang pembuat syair ini.</p>
<p><em>Memandang wajahmu<noscript>kata dalam,</noscript> cerah</em> <em>membuatku tersenyum senang</em> dan <em>indah<noscript>sangat lihat</noscript> dunia</em> (dunia menjadi<noscript>hipnotis.
Penyair bersama</noscript> indah), kalimat ini merupakan bahasa hipnotis (Milton Model) yang  <em>crack</em> oleh <a title="Ricard Bandler" rel="follow" href="http://mastono.info/search/bandler+erickson+milton+model" target="_blank">Ricard Bandler</a> dari<noscript>kita demi</noscript> Milton H.<noscript>lagu indah</noscript> Erickson (bapak hipnotis modern) dan dikenal dengan causa effect  (hubungan sebab akibat).</p>
<p>Pola ini mempunyai efek  cukup kuat karena “seolah-olah kata-kata kedua (<em>membuatku tersenyum senang,<noscript>hipnotis.
Penyair bersama</noscript> indah<noscript>sangat lihat</noscript> dunia</em>) disebabkan oleh kata-kata pertama (<em>memandang wajahmu<noscript>kata dalam,</noscript> cerah</em>)”, nah apakah benar membuat <em>indah<noscript>sangat lihat</noscript> dunia</em> hanya dengan <em>memandang wajahmu<noscript>kata dalam,</noscript> cerah</em>? Tentu saja tidak tapi dengan tambahan <em>membuat </em>sang penyair memaksakan pesannya bahwa <em>memandang wajahmu<noscript>kata dalam,</noscript> cerah membuatku tersenyum senang </em>dan<noscript>induksi /</noscript> membuat<em><noscript>hipnotis.
Penyair bersama</noscript> indah<noscript>sangat lihat</noscript> dunia, </em>dan anehnya kita<noscript>Vierra saja</noscript> percaya itu.<em> </em></p>
<p>Analisa di atas di dasarkan kalau kita boleh menambahkan kata “dan” tapi kalau tidak<noscript>sedih menjadi</noscript> boleh menambahkan kata “dan” kalimat tersebut menjadi seperti ini: “<em>Memandang wajahmu<noscript>kata dalam,</noscript> cerah</em> <em>membuatku tersenyum senang</em>, <em><noscript>hipnotis.
Penyair bersama</noscript> indah<noscript>sangat lihat</noscript> dunia” </em>kalau kata-katanya seperti ini, syair di atas selain<noscript>merasa alam:</noscript> mempunyai<noscript>perbedaan untuk</noscript> pola “sebab akibat” syair tersebut juga “ambigu”.</p>
<p>Penjelasannya adalah kata  “<em>indah</em> <em>dunia”</em> itu disebabkan karena kata “<em>memandang wajahmu<noscript>kata dalam,</noscript> cerah”</em> atau  kata “<em>tersenyum senang”</em>? karena pikiran dibuat menjadi bingung dengan pertanyaan tadi maka pikiran cenderung mencari sendiri maksud syair<noscript>kita lihat</noscript> tersebut. Inilah yang akan membuat pendengarnya terhipnotis.</p>
<p><strong>Kedua,</strong> lagu ini memberdayakan sekaligus ambigu mari kita lanjutkan membahas syair berikutnya:</p>
<p><em>tentu saja kita pernah<noscript>menghipnotis “dan”</noscript> mengalami perbedaan</em></p>
<p><em>kita lalui</em></p>
<p><em>tapi aku merasa</em></p>
<p><em>jatuh terlalu dalam cintamu</em></p>
<p>dalam kehidupan di dunia pasti ada pasang surut, hukum alam: ada siang<noscript>ini.
Sebelum ingin</noscript> ada malam, ada sedih<noscript>akhirnya “seolah-olah</noscript> ada senang dan seterusnya, walau sang penyair mengakui<noscript>indah), toh</noscript> hukum itu  tapi sang penyair lebih memilih untuk berdaya (<em>aku merasa jatuh terlalu dalam “cintamu”</em>) daripada memikirkan perbedaan (<em>tentu saja kita pernah<noscript>menghipnotis “dan”</noscript> mengalami “perbedaan” kita lalui</em>).</p>
<p>Lagi-lagi sang penyair menghipnotis kita<noscript>cintamu kita</noscript> dengan membuat kalimat yang “ambigu” berikut ini “<em>aku merasa jatuh terlalu dalam cintamu” </em>kata-kata ini mempunyai dua arti atau lebih, pertama menurut<noscript>“Memandang dirimu
penyair</noscript> suara penyanyi: “<em>aku merasa  jatuh terlalu dalam,  cintamu” </em>atau kedua:<em> </em>“<em>aku merasa jatuh <span style="text-decoration: line-through;">terlalu</span>, dalam cintamu”</em> penyair juga dengan cerdik menyelipkan kata “<em>terlalu” </em>di dalam kalimat ini sehingga kita menjadi bingung dan akhirnya larut dalam<noscript>kata kata</noscript> lagu tersebut.</p>
<p><strong>Ketiga, </strong>lagu ini mengajarkan “kesetiaan”,  yuk kita ikutin syairnya:</p>
<p><em>saat bersamamu kasih</em></p>
<p><em>kumerasa bahagia dalam pelukmu </em></p>
<p><em>ku tak kan berubah</em></p>
<p><em>ku tak ingin kau pergi selamanya</em></p>
<p>kalau setiap pasangan hidup sadar<noscript>kenapa hukum</noscript> dan mengikuti syair di atas tentu saja perkawinan yang diikrarkan<noscript>pertama yang</noscript> akan langgeng,<noscript>lainnya. ini.
Pertama,</noscript> lagu ini sangat cocok dinyanyikan oleh <a title="Zaskia A. Mecca" href="http://mastono.info/search/saskia+artis" target="_blank">Zaskia A Mecca</a> yang<noscript>senang lagi</noscript> baru saja menikah dengan Hanung Bramantyo.</p>
<p><strong>Keempat, </strong>sekali lagi kita di hipnotis mari kita nikmati syair berikutnya:</p>
<p><em>seperti yang kau katakan</em></p>
<p><em>kau akan selalu<noscript>ini: percaya</noscript> ada</em></p>
<p><em>menjaga memeluk diriku dengan<noscript>berikutnya:
tentu sang</noscript> cintamu</em></p>
<p><em>dengan<noscript>berikutnya:
tentu sang</noscript> cintamu </em></p>
<p><em>ku kan setia menjagamu bersama<noscript>kan yaitu</noscript> dirimu</em></p>
<p><em>sampai nanti akan slalu bersama<noscript>kan yaitu</noscript> dirimu</em></p>
<p>penyair mulai<noscript>apa analisis</noscript> menggunakan <a title="induksi" rel="follow" href="http://mastono.info/search/induksi+ericksonian" target="_blank">induksi</a> gaya Ericksonian yaitu induksi<noscript>satu sang</noscript> 4,3,2,1<noscript>semakin satu</noscript> (4 pacing [P] &amp; 1<noscript>bahagia mengerti</noscript> leading [L] , 3P &amp;  2L  ,  2P &amp; 3L , 1P &amp; 4L). Induksi adalah  teknik komunikasi yang digunakan<noscript>indah lagu</noscript> membawa subjek ke kondisi hipnotis.</p>
<p>Penyair melakukan pacing dengan menggunakan kata “<em>seperti yang kau katakan  kau akan selalu<noscript>ini: percaya</noscript> ada (1P), menjaga (1P),<noscript>pertama kalimat</noscript> memeluk diriku dengan<noscript>berikutnya:
tentu sang</noscript> cintamu (1P) </em><span style="text-decoration: line-through;">karena itu maka</span><em> ku kan setia menjagamu bersama<noscript>kan yaitu</noscript> dirimu (1L), sampai nanti akan selalu bersama diri<noscript>kita [L]</noscript> mu (1L).</em> Potongan syair ini menggunakan 3P dan 2L, 3P<noscript>semakin walau</noscript> bisa digunakan<noscript>merupakan cintamu</noscript> untuk 2L.</p>
<p>Baik ….</p>
<p>Setelah membaca tulisan  ini satu persatu, mengerti arti<noscript>kau apa</noscript> lirik lagu atau bahkan membayangkan seperti apa lagu tersebut<noscript>2L, kita</noscript> anda akan semakin<noscript>menarik cintamu</noscript> yakin, semakin percaya kalau lagu ini menarik<noscript>di hanya</noscript>  untuk dinikmati dan digunakan<noscript>merupakan cintamu</noscript> untuk terapi. Baik untuk terapi pada pada<noscript>sebab jatuh</noscript> sendiri (self<noscript>akan mari</noscript> hipnotis)<noscript>dalam tersenyum</noscript> atau ericksonian terapi,  mana yang cocok buat Anda.<noscript>terapi,  dalam</noscript> Karena<noscript>mana 1P</noscript> Anda<noscript>di ini</noscript> sudah mulai mengerti dan menyadari<noscript>ini 4,3,2,1</noscript> arti lagu ini,  kini Anda yakin kalau saya<noscript>kan semakin</noscript> tidak salah untuk memilih menyukai<noscript>ini senang
indah</noscript> lagu ini.</p>
<p>Lagu ini di analisis menggunakan<noscript>kedua saja</noscript> bahasa Milton Model yang merupakan bagian penting dari materi <a title="Licensed NLP Practitioner" rel="nofollow" href="http://mastono.info/search/belajar+nlp+portal+licensed+practitioner" target="_blank">Lisenced NLP Practitioner</a>.</p>
<h4>Pencarian Dari:</h4><p><a href="http://mastono.info/mengapa-saya-suka-lagu-bersamamu-dari-vierra.htm" title="arti /<noscript>ini: (membuatku</noscript> makna<noscript>cintamu
dengan merasa</noscript> lagu bersamamu-vierra">arti /<noscript>ini: (membuatku</noscript> makna<noscript>cintamu
dengan merasa</noscript> lagu bersamamu-vierra</a>,<a href="http://mastono.info/mengapa-saya-suka-lagu-bersamamu-dari-vierra.htm" title="arti dari vierra">arti dari vierra</a>,<a href="http://mastono.info/mengapa-saya-suka-lagu-bersamamu-dari-vierra.htm" title="Lagu Bersamamu - Vierra<noscript>terlalu, lagu-lagu</noscript> dalam bahasa inggris">Lagu Bersamamu - Vierra<noscript>terlalu, lagu-lagu</noscript> dalam bahasa inggris</a>,<a href="http://mastono.info/mengapa-saya-suka-lagu-bersamamu-dari-vierra.htm" title="lagu vierra<noscript>wajahmu hipnotis.
Penyair</noscript> bersamamu versi english">lagu vierra<noscript>wajahmu hipnotis.
Penyair</noscript> bersamamu versi english</a>,<a href="http://mastono.info/mengapa-saya-suka-lagu-bersamamu-dari-vierra.htm" title="lagu<noscript>syair NLP</noscript> yang syairnya ada<noscript>kan dalam</noscript> apa ada<noscript>kan dalam</noscript> apa">lagu<noscript>syair NLP</noscript> yang syairnya ada<noscript>kan dalam</noscript> apa ada<noscript>kan dalam</noscript> apa</a>,<a href="http://mastono.info/mengapa-saya-suka-lagu-bersamamu-dari-vierra.htm" title="Lirik bersamamu vierra versi 3 bahasa">Lirik bersamamu vierra versi 3 bahasa</a></p><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 1.41 ms --><noscript><a href="http://lutviavandi.com/mengembalikan-jati-diri-bangsa.html">Mengembalikan Jati Diri Bangsa</a></noscript><h3  class="related_post_title">o Artikel Terkait:</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://mastono.info/duh-baiknya-pak-pengki.htm" title="Duh&#8230;, baiknya pak Pengki">Duh&#8230;, baiknya pak Pengki</a></li><li><a href="http://mastono.info/punya-tanah-buatlah-perumahan.htm" title="Punya tanah, buatlah Perumahan">Punya tanah, buatlah Perumahan</a></li><li><a href="http://mastono.info/kpu-putusan-ma-dan-bisnis-di-indonesia.htm" title="KPU, putusan MA dan Bisnis di Indonesia ">KPU, putusan MA dan Bisnis di Indonesia </a></li><li><a href="http://mastono.info/duh-%e2%80%a6-kasihan-sby-pusing-gara-gara-harga-bbm-2.htm" title="Duh … kasihan SBY, pusing gara-gara harga BBM 2">Duh … kasihan SBY, pusing gara-gara harga BBM 2</a></li><li><a href="http://mastono.info/melihat-perbedaan-dengan-senyum-studi-kasus-kpk-vs-polri.htm" title="Melihat Perbedaan dengan Senyum ~ studi kasus: KPK VS Polri">Melihat Perbedaan dengan Senyum ~ studi kasus: KPK VS Polri</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mastono.info/mengapa-saya-suka-lagu-bersamamu-dari-vierra.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
