Melihat perkembangannya rasanya sulit berharap agar BBM tidak naik?
DPR setuju bahwa kalau harga BBM ditingkat dunia berada di atas $100 perbarel pemerintah bisa langsung menaikkan harga BBM.
Kita mengerti kesulitan pemerintah mengatur RAPBN ditengah kondisi tanah air kurang baik karena banyak sekali musibah dari Tsunami di Aceh, Gempa Jogja, Lumpur Lapindo dan musibah-musibah lainnya. Musibah-musibah yang tentu saja banyak menguras RAPBN. Untung saya tidak jadi menteri keungan atau bahkan presiden …. ada untuknya ternyata jadi rakyat jelata.
Kita mengerti kesulitan pemerintah tersebut tapi kita boleh dong kita juga akan mengalami kesulitan dengan kenaikkan BBM tersebut. Bukanya kita tidak mau beli BBM dengan harga yang telah dinaikan namun yang kita takutkan adalah efek yang ditimbulkannya.
Baru dengar rencana kenaikan BBM saja harga-harga sudah naik … apalagi kalau BBM benar-benar naik. Semua harga pasti akan naik karena alat produksi dan transportasi semuanya menggunakan BBM.
Denagan alasan tersebut tentu saja perusahaan “mau tidak mau” harus menaikkan harga kalau nggak mau perusahaannya ditutup gara-gara rugi. Sementara itu masyarakat daya belinya belum pulih 100% akibat kenaikkan harga BBM beberapa tahun yang lalu.
Produsen jadi susah, menaikkan harga pembelinya sedikit tidak menaikkan harga akan rugi.
Ilustrasi yang bisa dijadikan contoh adalah:
Jogja kekurangan rumah sebesar 10.000 unit kalau tidak salah. 10.000 unit tersebut sudah “need” (kebutuhan) bukan “want” (keinginan). Karena harga tanah sebagai “modal dasar” di Jogja sudah cukup mahal, serta daya beli masyarakat Jogja akibat kenaikkan BBM lalu dan gempa. Kita bisa bayangkan kalau harga BBM naik lagi? pengembang akan tanah sulit memenuhi kebutuhan akan rumah (minimal rumah sehat) … tentu saja akan semakin banyak masyarakat tidak bisa mendapatkan rumah.
Ini hanya satu contoh belum lagi permasalahan kemiskinan yang akan segera naik pada saat harga BBM dinaikkan, pendapatan mereka sudah tidak lagi mencukupi untuk menutupi kebutuhan sehari-hari …. Semoga ini tidak terjadi.
Ya Allah, ampunilah kami ….


